Tentang Kami

Kantor Lembaga Studi Sosial dan Agama [eLSA]

Company Profile

Lembaga Studi Sosial dan Agama (ELSA) Semarang

The Institute for Social and Religious Studies


Alamat: Perum Bukit Walisongo Permai (Perum Depag) Jalan Sunan Ampel Blok V Nomor 11 Tambakaji Ngaliyan Semarang

Kode pos: 50185. Contact: Telp/Fax (024) 7627587. Cp Ubed (085640394914) Anwar (085736812223)

e-mail: elsa_smg@yahoo.co.id. twitter: @elsa_smg/Sosial dan Agama. Website: www.elsaonline.com

 

Latar Belakang

Lembaga Studi Sosial dan Agama atau eLSA secara resmi mendapatkan pengesahan akta notaris pada 16 Agustus 2005. Sejarah eLSA sendiri sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari komunitas Justisia, sebuah lembaga penerbitan mahasiswa (LPM) di Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo Semarang. Justisia sendiri terbit kali pertama pada tahun 1993.

Sebagai LPM yang berkarya di lingkungan kampus keagamaan, maka produksi gagasan Justisia tentu berputar pada isu-isu keagamaan kritis. Satu hal yang membuat Justisia menjadi agak dekat dengan nuansa kebebasan berpikir adalah karena kebebasan yang diberikan oleh pengelola kepada redaksi jurnal untuk menyuguhkan tema yang tidak terbatas pada wilayah kesyari’ahan. Bisa dikatakan bahwa tema yang ada dalam jurnal, memfasilitasi semua bentuk pemikiran dari berbagai arah. Karenanya tak heran jika di Jurnal Justisia ada berbagai tema yang disodorkan mulai dari isu Multikulturalisme, Kritik Konsep Wahyu, al Qur’an bahkan Kritik terhadap Konsep Ketuhanan.

Justisia juga menjadi perbincangan di kampus IAIN karena selalu menyuguhkan tema-tema yang kontroversial dalam aspek politik. Justisia sudah mulai menunjukan prilaku yang nyleneh pada tahun 1996 ketika keredaksian dipandegani Sumanto Al-Qurtuby. Karena, dianggap telah membocorkan dosa-dosa Orde Baru melalui tema “Prahara Orde Baru”, Justisia diusulkan untuk dibredel oleh pemerintahan orde baru. Para periset pada tema itu terpaksa harus bersembunyi karena dikejar-kejar pihak keamanan.

Tema lain yang dianggap kontroversial dan keluar dari mainstream pemikiran saat Justisia mengangkat tema pembelaan terhadap hak minoritas, yakni kaum homoseksual dan waria pada edisi 25. Tak ayal, apa yang disuarakan oleh Justisia ini ditafsirkan banyak orang dengan mulitversi. Ada yang menganggap bahwa Justisia telah melegalkan homoseksualitas dan menuduh murtad dan kafir para penulisnya.

Tetapi, ada juga pihak-pihak yang menghargai kebebasan berpikir para penulis muda ini dan menganggap apa yang mereka introdusir sebagai bagian dari proses menuju kematangan. Respon yang sama ditunjukan oleh khalayak pembaca saat merespon tema “Gelombang Neo Wahabisme: Arus Deras Gerakan Islam Puritan” pada edisi 28. Tema-tema yang cukup menggelitik itulah yang kemudian menjadikan beberapa kalangan sering menyebut Justisia sebagai antek-antek Barat, Tangan Panjang Penguasa, Jamaah Orientalis, Dangkal Iman dan sebagainya.

Di tengah cercaan tersebut, Justisia tidak bergeming dan mengangap kritik yang dialamatkan kepadanya sebagai satu usulan konstruktif. The World is the marketplace of exchange ideas, begitu kata orang bijak. Karena sudah menjadi pasar, maka silahkan untuk melakukan transaksi memilih dan memilah gagasan yang relevan dan sesuai dengan seting mutakhir masyarakat.

Itu adalah pergulatan Justisia, komunitas yang kemudian menghasilkan eLSA sebagai lembaga. Meskipun begitu, pada perkembangan awal, eLA berusaha untuk membuka diri bagi semua individu yang ingin bergiat di eLSA. Saya mencoba mencoba merunut sejarah kemunculan eLSA, mulai dari pilihan nama, latar belakang kebutuhan akan lembaga, visi dan misi eLSA serta pilihan-pilihan instrumen yang digunakan untuk menjabarkan visi eLSA.

Inisiatif utama pendirian eLSA (Lembaga Studi Sosial dan Agama) lebih banyak didasari atas keinginan untuk mencari ruang untuk bertukar gagasan dalam ruang publik yang terbuka. Ruang demikian hanya mungkin didapatkan melalui satu lembaga independen. Pengembangan diskursus pluralism, demokratisasi, pembelaan hak-hak kelompok minoritas akan menemukan relevansinya dalam ketrbukaan ruang tersebut.

Dasar lain yang menjadi pertimbangan hadirnya eLSA adalah lesunya gairah kajian-kajian ilmiah, khususnya di lingkaran IAIN Semarang (tempat dimana sebagian besar anggota eLSA menimba ilmu) dan di Kota Semarang umumnya. Bersama dengan komunitas lain, eLSA berkeinginan untuk membangun iklim keilmuan yang kondusif. Dengan membubuhkan kata “Studi”, maka mandat awal lembaga ini adalah kelompok kajian.

Dengan latar belakang di atas, tahun 2005 berdirilah eLSA. Hampir semua yang terlibat dalam pendirian eLSA saat itu adalah mahasiswa aktif di IAIN. Namun begitu, dukungan terhadap pendirian lembaga ini datang dari pelbagai kalangan, terutama yang sudah sejak lama memimpikan hadirnya komunitas kajian keagamaan kritis di Semarang. Meski tentu saja tak sedikit yang meragukan eksistensi lembaga ini ke depan, mengingat personel yang duduk di kepengurusan hampir-hampir tak punya pengalaman dalam dunia organisasi masyarakat sipil.

Pengalaman yang dimiliki oleh eLSA hanyalah mengelola diskusi. Itulah yang dimiliki sejak mereka mengelola Lembaga Penerbitan Mahasiswa (LPM) Justisia di Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang. Dengan bekal itulah mereka menghidupi eLSA. Kajian-kajian keislaman yang terbuka dan kritis terus dikembangkan. Hubungan dengan kelompok lintas agama terus dibina. Tak hanya itu, eLSA mulai menyuarakan ide keislaman yang toleran itu melalui media cetak sembari mengkampanyekannya melalui seminar dan diskusi terbatas.

Tahun 2009, eLSA mulai melakukan regenerasi. Darah-darah baru mulai disuntikan. Ekspektasi untuk mengepakan sayap, mulai direalisasikan. eLSA tidak hanya menjadi komunitas kajian, tetapi juga menjadi lembaga penerbitan. Karya-karya dari para pendiri maupun peneliti di eLSA dipublikasikan dan mulai dinikmati khalayak. Seperti biasa, ada pro dan kontra.

Tahun 2009 pula eLSA melihat ada peluang untuk menjadikan lembaga ini sebagai bank data untuk kasus-kasus keberagamaan di Jawa Tengah. Dengan dukungan dari banyak pihak, baik individu maupun jejaring lembaga, eLSA turut berpartisipasi dalam melakukan pemantauan (monitoring) terhadap kehidupan keberagamaan. Menyadari betapa luasnya spektrum kehidupan keagamaan, eLSA kemudian memfokuskan diri pada kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB) sebagai objek monitoring meski tidak meninggalkan pengamatan terhadap situasi keagamaan secara umum. Situs www.elsaonline.com mulai didesain sebagai alat kampanye eLSA melalui jargon voice of the voiceless.

Sebagai lembaga nirlaba, eLSA sedari awal memang bekerja untuk mendiseminasikan gagasan keberagamaan yang inklusif dan toleran, demokrasi, hak sipil, hak kelompok minoritas dan tentu saja penegakan hak asasi manusia. Awalnya lembaga ini menjadikan campaign sebagai medianya. Namun, pada perkembangannya, eLSA juga menjalankan proses investigasi serta monitoring. Data-data yang didapat saat melakukan monitoring itulah yang gilirannya menjadi basis untuk menjalankan proses-proses advokasi. Dengan mengusung jargon “Liberating the Oppressed” eLSA berupaya untuk menjaga ruang publik agar tetap kritis, demokratis dan nirkekerasan. Mempromosikan pemahaman keagamaan yang terbuka, toleran dan moderat adalah usaha yang terus menerus digalakan. Memperjuangkan hak-hak kelompok minoritas baik minoritas agama, etnis maupun gender adalah asa yang akan selalu menggarami lembaga ini.

Visi

eLSA mempunyai visi menegakkan demokrasi di atas basis pluralitas agama, etnis, ras, dan gender.

Misi

Menebarkan perdamaian universal yang dilandasi nilai-nilai kemanusiaan tanpa dibatasi oleh sekat-sekat primordial agama, etnisitas, ras, dan gender; menciptakan keadilan sosial di masyarakat; menumbuhkan kesadaran berdemokrasi; menanamkan pentingnya independensi dan civil society.

Dewan Pendiri

 

Abu Hapsin
Abu Hapsin

Abu Hapsin lahir di Kuningan, 5 Juni 1959. Pendiri Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) ini pernah mengenyam pendidikan non formal di Cipasung-Tasikmalaya, Ciwaringin-Cirebon dan Lirboyo-Kediri. Merampungkan strata Satu di Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang. Gelar masternya ia peroleh dari Departemen Islamic Studies di University of California Los Angeles. Sementara program doktoralnya diselesaikan di Mahidol University Thailand dengan menulis disertasi berjudul “The Applicability of Islamic Law to the Indonesian Criminal Law: A Study of the Community of Central Java’s Perspective Concerning Sexual Misconduct.” Melakukan beberapa riset antara lain “Fiqh, Antara Pendekatan Formalistik dan Etik: Studi tentang Pandangan Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulum al-Din,” “Radikalisme Religio-Politik di Jawa Tengah,” “Kontribusi Hukum Pidana Islam terhadap Pengembangan Konsep Keadilan Hukum Pidana Positif” dan lain-lain. Menjabat sebagai Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah (2013-2018) dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah (2009-2014). Konsentrasi studinya adalah Ushul Fiqh, Filsafat Hukum Islam dan Metodologi Studi Islam.

 

Sumanto Al Qurtuby
Sumanto Al Qurtuby

Sumanto Al Qurtuby adalah dewan pendiri dan wakil ketua Nahdlatul Ulama cabang Amerika dan Kanada serta professor tamu di University of Notre Dame di Indiana, Amerika Serikat, dimana dia mengajar mata kuliah “Religion, Modernity, and Secularism” untuk mahasiswa master dan doktoral. Sebelumnya ia mengajar di Boston University, tempat ia memperoleh gelar PhD (Doctor of Philosophy) di bidang Antropologi Politik dan Agama di bawah bimbingan Profesor Robert W. Hefner. Selain mengajar, ia ikut mengembangkan proyek riset ambisius jangka panjang berjudul “Contending Modernities: Catholic, Muslim, Secular” yang dipimpin oleh sejarawan dan Direktur Notre Dame’s Kroc Institute for International Peace Studies, Profesor Scott Appleby. Riset ini melibatkan ilmuwan sosial dan agama dari berbagai negara. Aktivitas lain yang ia lakukan di Notre Dame adalah mengembangkan disertasi menjadi sebuah buku yang akan terbit dalam “Oxford Studies in Strategic Peacebuilding” series yang merupakan hasil kerja sama dari Kroc Institute dan Oxford University Press. Selain di Kroc Institute, tempat ia bekerja sejak 2012, ia juga menjadi “Faculty Fellow” di Notre Dame’s Liu Institute for Asia and Asian Studies. Di Liu Institute, tugas utamanya adalah memberi masukan dan nasehat kepada Direktur Liu Institute berkaitan dengan isu-isu agama dan politik di Asia Tenggara.

Sewaktu menempuh program doktoral di Boston University, ia pernah menjadi Research Scholar (Harry B. Earhart Fellow) selama satu tahun di Institute on Culture, Religion, and World Affairs (CURA) yang didirikan oleh sosiolog Peter L. Berger. Selama di CURA, ia mengikuti berbagai aktivitas diskusi dan konferensi yang dipimpin oleh Professor Berger. Selain itu, ia juga pernah menjadi Fellow di Institute for the Studies of Muslim Societies and Civilizations, sebuah lembaga riset yang didirikan oleh Profesor Herbert Mason, ahli sejarah Islam dan tasawuf serta murid Louis Masignon. Profesor Mason inilah yang menerjemahkan karya-karya Masignon tentang sufisme dan Al-Hallaj ke dalam Bahasa Inggris sehingga dikenal luas di dunia akademik Barat.

Selain memperoleh gelar doktor di bidang Antropologi Politik dan Agama dari Boston University, ia juga memperoleh gelar MA di bidang Conflict and Peace Studies dari Eastern Mennonite University di Virginia, Amerika Serikat, serta M.Si. di bidang Sosiologi Agama dari Universitas Kristen Satya Wacana di Salatiga. Sementara gelar “Sarjana Agama” ia peroleh dari Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang.

Selama tinggal di Amerika, ia telah menjadi pembicara seminar dan nara sumber konferensi internasional di berbagai negara dan universitas. Ia telah menulis sejumlah buku, artikel jurnal, dan esai baik dalam Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia. Beberapa tulisannya terbit di berbagai jurnal internasional, antara lain, Islam and Christian-Muslim Relation; International Journal of World Peace; Pacific Affairs; Journal of Religion, Conflict, and Peacebuilding; Islamic Studies, dan sebagainya. Beberapa buku yang pernah ia tulis antara lain Era Baru Fiqih Indonesia (1999), Arus Cina-Islam-Jawa (2003), Lubang Hitam Agama (2004), Among the Believers (2010), Semar Dadi Ratu (2011), Islam Postliberal (2012), dan Berguru Ke Kiai Bule (2013). Ia bisa dihubungi di squrtuby@gmail.com.

Sahidin
Sahidin

Sahidin lahir lahir di Banyumas pada 21 Maret 1968. Ayah dari Ahmad Naufal Farras dan Widad Nabila Az Zahra sekarang tinggal bersama istrinya, Nur Hidayati Setyani di Ngaliyan Semarang. Gelar Strata.1 diselesaikan di Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo Semarang mengambil jurusan Peradilan Agama lulus pada tahun 1992. Kemudian berselang beberapa tahun, ia melanjutkan pendidikannya dan masuk di Program Pascasarjana di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Pada program magisternya, ia mengambil jurusan Sosiologi lulus pada tahun 2002. Sekarang sedang menyelesaikan program doktoralnya di Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang bidang studi Ilmu Hukum.

Ayah dari Naufal ini, aktivitas sehari-harinya selain mengajar di perguruan tinggi, ia juga aktif di berbagai lembaga, antara lain; pernah menjabat sebagai sekretaris di Lembaga Pendidikan Maarif NU Jawa Tengah, sejak tahun 2003 hingga sekarang ini dipercaya untuk menjadi bendahara di Koperasi (Baitul Mal wa Tanwil) Dana Mardlhotillah,  Badan Akreditasi Propinsi Sekolah/Madrasah menjadi Asesor SMK sejak 2009. Sekretaris di Majelis Pertimbangan Pemberdayaan Pendidikan Agama Keagamaan (MP3A) Kemenag Prop Jateng sejak 2011, Koordinator Implementasi di SNIP LP Maarif NU Jateng Program AEPI mulai 2012 hingga sekarang.

Selain aktif di beberapa organisasi, dosen yang sekarang masih aktif mengajar di Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo ini juga aktif untuk menulis, baik artikel maupun buku. Artikel yang pernah dipublikasikan antara lain, Illat dan Hikmah Tasyri’ Dalam Pandangan Fazlur Rahman, di Jurnal Al-Ahkam 2002, Kekerasan Politik Perspektif  Sosiologis (Studi Kasus Kekerasan Politik di Dongos Jepara), di Jurnal Justisia 2008, Pluralisme Agama dan Pemberdayaan Civil Society di Jurnal Al-Ahkam 2004, Gerakan Sempalan Keagamaan Di Indonesia, di Jurnal Al-Ahkam 2004, Agama dalam Dinamika Politik Bangsa, di Jurnal Al-Ahkam 2005, Pergulatan Politik dan Hukum dalam Amandemen UU No. 7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama, di Jurnal Justisia 2008.

Sedangkan buku yang pernah diterbitkan meliputi Konflik Politik, Upaya Resolusi dan Rekonsiliasi Damai (Walisongo Press, 2003), Kala Demokrasi Melahirkan Anarki (Logung Pustaka Yogyakarta, 2004) dan Politik Hukum Kebebasan Beragama di Indonesia (eLSA, 2013). Untuk lebih lanjut bisa hubungi di Telp. 024-76633646 atau 081325537480 dan email di sahidin.pandana@gmail.com.

 

 

Badan Pelaksana

 

Tedi Kholiludin
Tedi Kholiludin

Tedi Kholiludin (Direktur), peminat kajian Agama, Pluralisme dan Hak Asasi Manusia. Bekerja sebagai direktur Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) sejak 2007. Menulis Disertasi berjudul “Pancasila dan Transformasi Religiositas Sipil di Indonesia” sebagai tugas akhir di Program Doktoral Sosiologi Agama Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. Spesifikasi keilmuannya adalah kajian “Civil Religion,” yang terhitung masih belum banyak dikaji di Indonesia. Ia menamatkan studi sarjana di Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo Semarang dan melanjutkan studi di Program Magister Sosiologi Agama UKSW Salatiga. Tesisnya kemudian dipermak menjadi buku yang berjudul “Kuasa Negara atas Agama: Politik Pengakuan, Diskursus “Agama Resmi,” dan Diskriminasi Hak Sipil (2009). Selain di eLSA, Tedi aktif di Lembaga Kajian Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama Jawa Tengah. Sesekali mengabdikan dirinya untuk mengajar Islam dan Hak Asasi Manusia di IAIN Walisongo serta Perkembangan Islam di Indonesia di Fakultas Teologi UKSW.

Melakukan monitoring terhadap Kebebasan Beragama di Jawa Tengah sejak 2009-sekarang. Beberapa kali melakukan riset tentang konflik dan perdamaian yang kemudian dibukukan dalam Agama dan Pergeseran Representasi,  Mengelola Toleransi dan Kebebasan Beragama, Melampaui Sekat, Pembaharuan Pemikiran Islam di Indonesia dan lain-lain. Pikiran-pikiran sederhananya bisa disimak di web pribadinya www.tedikholiludin.net. Bisa dihubungi via tedi_kh@yahoo.com.

Iman Fadhilah
Iman Fadhilah

Iman Fadhilah (Sekretaris), menyelesaikan sarjana di Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo Semarang dan masternya di perguruan tinggi yang sama dengan mengambil Konsentrasi Hukum Islam. Saat ini menjabat sebagai Ketua Jurusan Hukum Ekonomi Syari’ah di Universitas Wahid Hasyim Semarang. Ia juga aktif di Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah sebagai Wakil Sekretaris. Sejak S1, ia banyak menulis tentang Epistemologi Hukum Islam dan kesyari’ahan. Menulis Problem dan Aplikasi Epistemologi Hukum Islam Muhammad Abed al Jabiri (2006) sebagai tugas akhir kesarjanaannya dan menulis tesis Studi Kritik Otoritarianisme Fiqh Khaled Abou el Fadl (2008). Selain Mengajar di Universitas Wahid Hasyim Semarang, ia juga mengajar di Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo Semarang dan Sekolah Tinggi Agama Islam Walisembilan Semarang.

Beberapa Tulisan yang sudah dipublikasikan seperti Meneguhkan Budaya sebagai Konsep Fiqh, Fiqh Tanpa Madzhab; Kritik Atas Kodifikasi Madzhab Fiqh, Aplikasi Epistemologi Baru dalam Hukum Islam, Menafsir Posisi Turats dalam Fiqh. Menjabat sebagai Sekretaris eLSA dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Generasi Muda Provinsi Jawa Tengah. Beberapa Penelitian yang dilakukan; Narasi Politik Radikalisme Islam di Jawa Tengah dan Peran Perempuan dalam Anti Konflik di Jawa Tengah. Berminat di kajian Fiqih dan Ushul Fiqih. Bisa dihubungi via email: iman_fadhilah@yahoo.co.id.

Siti Rofiah
Siti Rofiah
Siti Rofiah (Manajer Program), Perempuan 28 tahun asal Salatiga yang sudah menetap di Semarang ini kesibukan sehari-harinya selain aktif di eLSA ia sebagai ibu rumah tangga dengan 1 anak (Ahmad Fawwaz Chilmi Mujtaba).

Pendidikan non formal ditempuh di beberapa pesantren seperti PP. Masyithoh Tingkir Salatiga, PP. Al-Mubarokah (Banat NU) Kudus, PP. Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta.

Adapun pendidikan formal di tahun 2004 masuk Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang dan lulus 2009. Tahun 2010 mendapat Beasiswa Unggulan dari Dikti untuk mengambil Studi Magister Ilmu Hukum di Universitas Diponegoro, lulus 2012. Pada tahun yang sama, kembali mendapat beasiswa YKHD untuk program Magister Studi Perdamaian dan Transformasi Konflik di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta. Saat ini masih menulis tesis dengan tema “kekerasan terhadap perempuan penghayat kepercayaan”.

Sejak awal bergabung di eLSA, perempuan yang biasa disapa Rofi ini tertarik dengan kajian hukum, gender dan studi perdamaian. Untuk menghubunginya bisa melalui email: siti_rofiah012@yahoo.com atau 08 222 556 778 1.

Nazar
Nazar Nurdin

Nazar Nurdin (Divisi Pelatihan), lahir di Demak, 23 tahun silam. Menyelesaikan studi awal di IAIN Walisongo Semarang pada tahun 2013. Sempat beberapa kali menulis di berbagai media lokal dan nasional. Perjumpaan pada bidang hukum dan sosial menjadi hal yang amat menarik. Ada beberapa tulisan khusus itu. Salah satunya, Hukuman Mati Bagi Koruptor (2013), Studi Kasus Korupsi Beras Miskin di Pengadilan Tipikor Semarang (2013) dan Tradisi Pernikahan Sirri (2010). Naskah “Islam, Negara dan HAM” (2010) pernah nongkrong sebagai naskah terbaik dalam perlombaan di Malang, Jawa Timur.

Saat ini masih berkecimpung menularkan gagasan hukum lewat media lokal di Semarang.  Selain bergiat di Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) Semarang, beberapa kali mengikuti pelatihan baik kepemimpinan maupun jurnalistik hukum. Pernah menjadi PU dan Pimred Justisia (2012). Berminat dalam kajian Hukum dan Kemasyarakatan. Penulis masih aktif di Semarang. Bisa dihubungi melalui nomor telepon 085 865 663 321 atau di email nurdinnazar@gmail.com.

M. Najibur RohmanM. Najibur Rohman (Divisi Pelatihan) lahir pada tahun 1986 di Rembang, sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah timur. Selama studi kuliah, ia menduduki posisi editor-in-chief dari Justisia majalah dan jurnal. Dia melanjutkan untuk lulus dari Fakultas Hukum Islam dari Institut Agama Islam Negeri ( Institut Agama Islam Negeri ) di Semarang Walisongo, Indonesia pada 2009. Dia telah menerima pengakuan dari berbagai lembaga dan organisasi-organisasi seperti Pemuda dan Olahraga Kementerian Bahasa Indonesia (2006), Divisi Pendidikan Tinggi Departemen Urusan Agama Bahasa Indonesia (2006), Pusat Penelitian IAIN Walisongo (2009), dan The Japan Foundation ( 2009). Selain bekerja sebagai salah satu editor senior Justisia dan relawan untuk Lembaga Studi Sosial dan agama (eLSA) Semarang, sebuah organisasi yang mempromosikan toleransi, hak asasi manusia dan keadilan sosial, ia juga seorang peneliti untuk Institut Jatisari, sebuah LSM di Jawa Tengah difokuskan pada pengembangan bahasa Indonesia sumber daya manusia.

Khoirul Anwar
Khoirul Anwar

Khoirul Anwar (Divisi Kajian), lahir di Brebes 16 April 1988. Seorang pemikir dan penulis kajian bidang studi Islam, terutama kajian Islam klasik. Beberapa karya soal itu pernah diterbitkan baik dalam bidang ushul fiqh, tafsir maupun ilmu keislaman lain. Pernah nyantri dari kecil hingga dewasa di Ponpes Lirboyo Kediri, Jawa Timur. Saat ini tengah menyelesaikan masa studi di IAIN Walisongo Semarang. Awang, begitu sapaannya juga menaruh minatnya pada kajian Islam kontemporer, selain juga pada bidang perbandingan agama. Awang juga sebagai peneliti di eLSA Semarang. Bisa dihubungi lewat khoirulanwar_88@yahoo.co.id

 

Yayan M. Royani
Yayan M. Royani

Yayan M Royani (Divisi Advokasi), terlahir di Tasikmalaya tangal 9 Februari 1987, memulai pendidikan formalnya pada umur 5 tahun di SD Tanjung Pura 1 Jamanis Tasikmalaya. Setelah tamat tahun 1999, dirinya melanjutkan studi di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo dan menjadi Mutakhorrij tahun 2004. Setelah mengabdi satu tahun, kemudian mondok di Ponpes APIKK 509 Kaliwungu sambil meneruskan jenjang strata satu di Jurusan Jinayah Siyasah Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo Semarang selesai tahun 2011. Sebentar merasakan angin kebebasan dari cengkraman akademik formal, dirinya langsung meneruskan strata dua di Program Magister Ilmu Hukum Undip konsentrasi Sistem Peradilan Pidana (SPP). Tamat tahun 2013 menyambi sebagai advokat magang Peradi, sekaligus meneruskan jenjang strata tiga di IAIN Walisongo Semarang konsentrasi Islamic Studies sampai sekarang. Adapun sehari-hari aktif sebagai koordinator Divisi Advokasi Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) Semarang. Berminat pada kajian hukum dan HAM. Bisa dihubungi di email yayanroyani@yahoo.co.id.

Muhamad Zainal Mawahib
Muhamad Zainal Mawahib

Muhamad Zainal Mawahib (Divisi Dokumentasi dan Analisis Data). Lahir di Demak 10 Oktober 1990. Wahib, panggilannya menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Harjowinangun 1 Demak (2003), MTs Qodiriyah (2006). MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyah Kudus (2009). Di sana Wahib nyantri  di Pondok Pesantren Ath-Thullab. S1 diselesaikan di Program Studi Ilmu Falak IAIN Walisongo (2013).  Pernah menjadi Pimred Jurnal Justisia (2013). Selain itu, aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Senat IAIN, Pusat Kajian dan Layanan Falakiyyah IAIN Walisongo (2012).

Beberapa karya pernah dipublikasikan, antara lain; Pergulatan Politik Islam Tradisional (2013), Sosio-Kriminologi Prostitusi (2013), Rancang Bangun Teologi Perdamain dalam Islam (2013) dan Masjid sebagai Pusat Peradaban Islam; Mengembalikan Fungsi Masjid sebagai Ruang Sosial dan Spiritual (2013). Sekarang masih mengelana di Semarang serta aktif di eLSA Semarang dan di Lajnah Falakiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah. Berminat pada kajian Falakiyah. Bisa dihibungi melalui Telp. 085727170205 atau email mawahib.zainal@gmail.com.
Munif Ibnu FS
Munif Ibnu FS

Munif Ibnu FS (Divisi Dokumentasi dan Analisis Data). Lahir dan dibesarkan di Kabupaten Temanggung tahun 1986. pendidikan awal sampai sma ditamatkan di kota kelahirannya. S1 kemudian hijrah di Semarang untuk belajar studi di IAIN Walisongo Semarang lulus tahun 2012. Pernah menjadi Pimred Majalah dan Jurnal Justisia (2009-2012). Dia juga tercatat sebagai editor buku edisi agama.

Bams, panggilannya saat ini tengah menjadi juru tulis di media lokal di Semarang dan aktif di eLSA Semarang. Berminat pada kajian budaya dan sejarah. Beberapa karya telah dihasilkan dari buah karyanya, Kritik Otorianisme Fiqih (2011), Di Balik Lentera Tionghoa (2012), Fikih Uang Sahal Mahfudh (2012). Bisa dihubungi lewat email munifwws@gmail.com
Ceprudin
Ceprudin

Ceprudin (Divisi Penerbitan). Penulis lahir di desa terpencil dekat Gunung Kumbang Kampung Cirambeng Desa Pamedaran Kecamatan Ketanggungan Brebes. Kelahiran 1990 ini kuliah di Fakultas Syari’ah (Hukum Islam) IAIN Walisongo Semarang lulus tahun 2013. Saat ini, pernah menjadi Reporter Koran Harian Wawasan Jateng. Peminat liputan keberagaman. Bisa dihubungi melalui email ceprudin.cecep@gmail.com

 

Ubbadul Adzkiya'
Ubbadul Adzkiya’
Ubbadul Adzkiya’(Divisi Penerbitan), lahir di Desa Boja Kec. Tersono Kab. Batang, tercatat pada tanggal 24 Februai 1988. Memulai studi formalnya di SD “kampung dan tertinggal’’ dan lulus pada tahun 2000, kemudian melanjutkan ke MTs NU Nurussalam Tersono Batang, lulus pada tahun 2003. Tahun 2003 ia mulai merantau ke luar kota dengan melanjutkan studinya di Kota Kretek (Kudus), “nyantri” dan mengambil program khusus keagamaan di MA NU TBS Kudus, lulus tahun 2006.

Dari Kudus ia mulai hijrah ke Kota semarang untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, kuliah di IAIN Walisogo semarang Fakultas Syariah, Jurusan Ekonomi Islam (2006-2012). Semasa S1 tercatat pernah aktif organisasi intra maupun ektra kampus, salah satunya pernah lama belajar bersama teman-teman di LPM Justisia.

Aktifitas sekarang bersama teman-teman eLSA semarang, dan masih proses studi masternya nya di Program Magister Manajemen Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. Dan tercatat pula sebagai mahasiswa minat Ekonomi Islam Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Ia bisa dihubungi di email: adzkiya24@gmail.com.

Abdus Salam
Abdus Salam

Abdus Salam, (Desainer Grafis), resmi menjadi penghuni di Desa Pamotan, Kec. Pamotan Kabupaten Rembang Jawa Tengah sejak 12 Juli 1989. Meniti pendidikan mulai dari TK Aisiyah Muhammadiyah Pamotan, dilanjut ke SD Negeri 1 Pamotan, lulus tahun 2001, kemudian menapakkan kakinya di SLTP Negeri 1 Pamotan, lulus tahun 2004, berlanjut ke MAN Rembang, lulus tahun 2007. Ia kemudian berhijrah ke Ibu Kota Propinsi Jawa Tengah untuk menggali ilmu di IAIN Walisongo Semarang, dan lulus tahun tahun 2012.

Semenjak menjadi mahasiswa, Salam mengabdikan kemampuannya terjun sebagai aktifis di Pers mahasiswa LPM Jutisia sebagai Desainer Grafis, kemampuan yang “nol” dalam dunia Jurnalistik tidak mematahkan hatinya untuk tetap terus berjibaku di LPM Justisia. Dua tahun menggali ilmu dari para seniornya, ternyata menghasilkan karya-karya yang layak di terbitkan oleh LPM Justisia, bahkan sempat memagang jabatan Direktur Lingkar Kajian . Sampai luluspun ternyata, dirinya masih tetap di percaya untuk mendesain jurnal Justisia sampai dua edisi, “Islam Politik di Panggung Kuasa” dan “Islam Teologi Perdamaian”.
Kesabarannya menggali ilmu di pers mahasiswa, menghantarkannya terjun ke pekerjaan sebagai wartawan televisi streaming di kota Semarang. Hampir satu tahun dipercaya menjadi juru rekam membuatnya semakin banyak menggali ilmu dalam dunia broadcast. Selepas dari sini, Salam mencoba mengembangkan bakatnya sebagai Desainer Grafis di media cetak hingga sekarang. Saat ini dirinya dipercaya mendesain terbitan-terbitan di eLSA dan menjadi produser untuk eLSA TV. Beliau bisa dihubungi lewat email: firdaus_rembang@yahoo.com/ Hp: 085727698655.

 

Putri Dwi Kirana (Staf Keuangan)

 

Pengelola elsaonline.com

Pemimpin Redaksi: Ceprudin

Redaktur: Nazar Nurdin, Cahyono

Desk Opini: Khoirul Anwar

Desk Berita: Zainal Mawahib

Desk eLSATV: Abdus Salam

Sarunggrafik (Administrator)