Barongsai dan Liong Membawa Keharmonisan

0
108

(Solo, elsaonline.com) Perayaan Cap Go Meh menjadi penutup tahun baru Imlek 2563, Senin kemarin (13/2) di Solo berlangsung meriah dengan tampilnya Liong dan Barongsai yang bertugas menghapus aura negatif dan menebar damai serta cinta.

Tarian Liong dan Barongsai turun ke jalan-jalan basis pecinan diantaranya Jl RE martadinata selatan Pasar Gede, Kampung Ketelan sekitar Pasar Legi dan sekitar kawasan perdagangan Coyudan.

Menurut BS Adjie Candra, Koordinator group Liong dan Barongsai Tripusaka Solo, dari versi Tionghoa kuno Barongsai atau Sam Sie dimanfaatkan untuk mengusir Monster Nien yang meresahkan masyarakat. Monster raksasa yang datang setahun sekali ini, selalu merusak dan memakan apa saja yang ditemui, khususnya hasil panen tanaman rakyat.

Merasa marah dan jengkel, penduduk berupaya mencari solusi mengusir Monster Nien, namun segala upaya dilakukan selalu gagal. Untunglah datang seorang tua penjelmaan dewa, memberi nasehat cara mengusir Monster Nien, dengan jalan membuat boneka mirip Sam Sie, dan membunyikan alat-alat rumah tangga seperti panci, dandang, piring dan peralatan lain sebagai pengiring tarian Sam Sie.

Monster Nien ketakutan dan lari kehutan, meskipun setahun kemudian muncul lagi, masyarakat sudah siap mengusir. Monster Nien akhirnya tidak pernah muncul lagi.

Adjie menceritakan, setiap tahun tradisi tarian Sam Sie terus berlanjut dan berkembang hingga kini. Bentuk Sam Sie dan pengiringpun mulai disempurnakan. Awalnya, Sam Sie berwarna hijau, bulunya tak lebat. Seiring perkembangan jaman, warna Sam Sie dibuat bermacam-macam.

Sebagai wujud ucapan terima kasih, dalam tarian Sam Sie masyarakat Tionghoa selalu memasang Ang Pao (bungkusan merah). Sebagai santapan Sam Sie, Ang Pao berisi uang diletakkan di depan rumah yang dilewati Sam Sie.

Filsafat kuno lainnya, tarian Barongsai atau Sam Sie melambangkan kekuatan kerja. Ada yang menganggap Sam Sie melambangkan sifat atau unsur Im (negative), sedangkan Liong (naga) binatang yang mampu terbang menembus langit, awan dan menguasai samudra menunjukkan sifat Yang (positif). Tarian Barongsai dan Liong mampu membawa keharmonisan, ketentraman dan membawa berkah dari karunia Tuhan.

Barongsai dan Liong merupakan binatang piaraan dan tunggangan dewa dan dewi. Terkait berhubungan kehadiran dewa dewi Taois, kata Adjie Candra, patung Singa kini dijumpai di rumah ibadah Tri Dharma (Khonghucu, Budha dan Taois). Keberadaan patung Singa diwujudkan dalam dua bentuk. Singa jantan sebelah kiri, kakinya menginjak bola mustika, dan singa betina disebelah kakan, kakinya ada seekor anaknya. Selain itu, bisa dilihat pada bentuk kemaluan patung yang berbeda.

Dalam ajaran Khonghucu, tangan kanan melambangkan lelaki dengan unsur positif, tangan kiri melambangkan wanita atau unsur Im (negatif). Maka disaat menghormati (Pai), selalu menggunakan tangan kanan terkepal, ditutup tangan kiri. Kedua ibu jari dipertemukan (membentuk huruf ren). Artinya manusia selalu ingat Tuhan, lahir malalui ibu dan ayahnya. Sehingga dikehidupaan diharapkan menjalankan delapan (8) kebajikan. Seperti ; brerbakti, rendah hati, satya, dapat dipercaya, berlaku benar, suci hati dan tahu malu.

Liong atau naga, menyerupai binatang Dinosaurus berkaki empat, Liong mampu menerobos langit dan awan, serta menguasai samudra. Liong ditarikan pada hari-hari raya keagamaan Khonghucu. Namun kini perkembangannya Liong tidak hanya ditarikan pada hari keagamaan, tapi dijadikan pula sebagai aktraksi tontonan.

Kehadiran Liong di dunia jika ada peristiwa bersejarah. Saat menjelang kehadiran Nabi Khonghucu ada dua ekor naga terbang mengitari atap rumah keluarganya  Khong Siok Liong Hut dan gan Tien Tjay (ayah ibu Nabi Khonghucu), dua naga tadi berjaga-jaga menyembut kelahiran bayi Khonghucu.

Liong menggambarkan cara pandang hidup segala sesuatunya tidak lepas dari sifat Im (positif) dan Yang (negatif). Pertemuan unsur Im dan Yang jika mencapai titik harmoni memunculkan sesuatu yang baik. (Cecep Choirul Sholeh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here