Tuesday, June 18, 2019

Selebrasi Budaya dan Kehendak Menjaga “Civil Sphere”

Oleh: Tedi Kholiludin Premis yang dibangun oleh konsep civil sphere atau ruang sipil adalah masyarakat tidak diatur oleh kekuasaan semata dan tak hanya didorong oleh...

Gugur Gunung dan Megengan: Kebudayaan, Pengetahuan dan Simbol

Oleh: Tedi Kholiludin Selebrasi menyambut ramadlan tak hanya berkaitan dengan kehidupan, tetapi juga kematian. Tak cukup berbicara tentang sisi duniawi, tetapi juga “dunia lain”. Begitulah...

Shinto, Religiusitas Masyarakat Jepang

Oleh: Iwan Madari Freelance Photographer dan Pemerhati Spiritualitas Asia Timur Spiritualitas Jepang dapat ditelusuri dari agama asli mereka, Shinto. Agama ini awalnya tanpa nama,...

Kiai Husein: Yang Tetap dan Yang Berubah

Oleh: Khoirul Anwar Dalam seminar tentang Ahlus sunnah wa al-jamâ’ah salah satu pembicara dengan perawakan kecil dicaci maki, disesatkan, bahkan dikafirkan oleh para pembicara lainnya...

Hikayat Anusyirwan

Oleh: Tedi Kholiludin Khosrau Anusyirwan atau Khosrau I yang juga biasa dikenal dengan Xusro I, Khosnow I, Chusro I, Khusro I, Husraw I, Khosrow...

“…. Aku akan Menjadikan Penolong Baginya”

Oleh: Tedi Kholiludin Di satu sudut ruang tunggu bandara, dua kursi pijat kebetulan sedang kosong. Saya mendekati dan bermaksud untuk memanfaatkan fungsinya. Lumayan, melemaskan otot-otot...

Dehumanisasi Lewat Poligami?

Oleh : Iswatun Ulya (Pengelola Sekolah Gender eLSA Semarang) Poligami kiranya masih menjadi topik yang “seksi” untuk dibicarakan. Perbincangannya masih menjadi kontroversial. Seringkali, poligami memunculkan...

Konklaf

Oleh: Tedi Kholiludin Pemilihan Paus atau yang biasa disebut dengan Konklaf merupakan salah satu prosesi yang penting dalam tradisi Gereja Katolik Roma. Konklaf atau conclave...

Argumen Gender Berbasis Wahyu: Kritik Atas Tulisan Alhilyatuz Zakiyyah

Oleh: M. Ali Masruri (Redaktur Jurnal Justisia UIN Walisongo Semarang) Esai ini merupakan komentar terhadap tulisan Alhilyatuz Zakiyyah yang berjudul "Ayah Memasak: Keadilan Gender di Ruang...

“Adzan” Kristiani

Oleh: Tedi Kholiludin Tahun 2005 atau 2006 saya membaca sebuah artikel reflektif di Majalah Inspirasi. Bacaan yang dikelola oleh Romo Aloys Budi Purnomo dan kawan-kawan...

Kunjungi eLSA di

346FollowersFollow
5,553FollowersFollow
85SubscribersSubscribe

POPULER

“Kebudayaan Masyarakat Semarang Lebih Egaliter”

  Tubagus Svarajati, lama berkecimpung di dunia seni. Sempat menekuni Fotografi, saat ini Tubagus lebih dikenal sebagai kritikus seni rupa. Dia adalah pendiri Rumah Seni...

Isu-isu dalam Konflik Bernuansa Agama

Oleh: Tedi Kholiludin Dua peristiwa terakhir yakni tragedi yang menimpa Muslim Syiah di Sampang (26/8) dan penembakan terhadap terduga jaringan teroris di Solo (31/8) kembali...

Penganut Sapto Darmo: “Mati Saja Sulit, Apalagi Hidup”

Penganut Sapto Darmo di Desa Cikandang Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes ada empat kepala keluarga (KK), mereka hidup penuh dengan tekanan dari berbagai lapisan...

Makna “Lontong Opor” Bagi Romo

Tak kenal maka ta'aruf (kenalan). Penggalan kata itulah kiranya yang bisa mewakili pentingnya untuk saling mengenal. Mengenal lebih dekat baik antar agama, etnis...