Saturday, October 20, 2018

Ulil dan Liberalisme yang Saleh

Oleh: Tedi Kholiludin Seperti biasa, setiap kali mampir di Semarang, Mas Ulil Abshar-Abdalla mengajak saya sekeluarga menemaninya sarapan pagi sebelum siangnya ia dan Mbak Ienas...

Tentang Konversi

Oleh: Tedi Kholiludin Ada sekitar 20-25 abang becak memarkir kendaraannya di depan sebuah gereja Katolik. Di siang terik, mereka kadang tertidur lunglai di serambi gereja....

Tabib dari Isfahan: Ibnu Sina dalam Film “The Physician”

Oleh: Tedi Kholiludin Karya sinematografi tentang seorang tokoh selalu merupakan tafsir. Ceritanya tak melulu sealur dengan buku-buku yang dianggap otoritatif tentang tokoh tersebut. Gambaran...

Santri, Studi tentang Humor dan “Penodaan Agama”

Oleh: Tedi Kholiludin Saya mencoba menghubungkan tiga objek dalam tulisan ini; dunia santri, humor dan masalah penodaan agama. Kehidupan santri, sebagai subkultur dari kebudayaan muslim...

Shaqiri, Xhaka dan Keragaman Budaya Masyarakat Swiss

Oleh: Tedi Kholiludin Tak hanya soal jam tangan yang bisa kita sajikan sebagai bahan obrolan tentang Swiss. Juga bukan hanya ihwal kabar jika presiden pertama...

Mudik dan Berlebaran Bersama Parkee

Oleh: Tedi Kholiludin “Indonesia beruntung karena masih punya momen seperti lebaran dimana meminta dan memberi maaf menjadi salah satu ruhnya, selain tentunya menjadi alat perekat...

Jalan Dakwah Muslim Kelas Menengah

Oleh: Tedi Kholiludin Kajian Ihya Ulumiddin yang diampu oleh Ulil Abshar-Abdalla pada Ramadlan tahun 2017 telah memunculkan sebuah cara baru dalam syiar ajaran Islam. Meski...

Bayam dan Pohon Jati

Oleh: Tedi Kholiludin Saya mendapatkan kesempatan untuk berguru tentang siasat mengkompromikan antara idealitas dengan realitas, kebutuhan visioner dan tuntutan hidup sehari-hari. Memang tidak mudah, tapi...

Mudik sebagai Strategi Kebudayaan

Oleh: Tedi Kholiludin Fenomena kembali ke udik (baca: mudik) atau balik ke kampung halaman saat jelang perayaan Idul Fitri, merupakan peristiwa multimakna. Pandangan umumnya mengatakan...

Agar Tidak Mengalami Gempa Budaya

Oleh: Tedi Kholiludin Seorang kawan, Adrianus Bintang, Mei lalu mengikuti kegiatan Mindanao Peacebuilding Institute di Davao Filipina. Sejenis pelatihan tentang bagaimana mengelola perdamaian. Kepada saya,...

Kunjungi eLSA di

346FollowersFollow
5,578FollowersFollow
56SubscribersSubscribe

POPULER

Potensi Toleran dan Intoleran dalam RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan

Semarang, elsaonline.com – Rancangan Undang-Undang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan (RUU PPK) telah disahkan Badan Legislasi (Baleg) DPR. Menelaah pasal demi pasal dalam RUU...

Penganut Sapto Darmo: “Mati Saja Sulit, Apalagi Hidup”

Penganut Sapto Darmo di Desa Cikandang Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes ada empat kepala keluarga (KK), mereka hidup penuh dengan tekanan dari berbagai lapisan...

DN Aidit dan Agama

Oleh: Yunantyo Adi Redaktur sebuah harian, aktif di Komunitas Pegiat Sejarah (KPS) Semarang.   Dipa Nusantara (DN) Aidit, dalam pustaka Orde Baru sang ketua Partai Komunis Indonesia...

Toleransi dan Pertanyaan tentang Kesetaraan

Oleh: Tedi Kholiludin Dalam beberapa kali diskusi, Izak YM Lattu atau yang biasa dengan akrab saya sapa Caken, kerap mengingatkan saya dan para peserta diskusi...