Thursday, April 26, 2018

Sedulur Sikep dan Fase Perubahan Paradigma

Oleh: Tedi Kholiludin Sedulur Sikep di Kudus mulai menunjukkan perubahan cara pandang terhadap sejak era reformasi. Terhitung sejak tahun 2010, banyak hal yang dilakukan warga...

Memori Kolektif dan Konstruksi tentang “Yang Lain”

Oleh: Tedi Kholiludin Pertanyaan menggelitik yang hendak saya ajukan pasca membaca naskah disertasi Izak YM Lattu yang berjudul “Orality and interreligious relationships: The role of...

Definisi Geografis Agama

Oleh: Tedi Kholiludin Tidak cukup banyak pengkaji agama yang menjadikan metafora-metafora geografis sebagai penjelas idenya. Salah satu dari yang sedikit itu adalah Thomas A. Tweed....

Gagalnya Pendidikan Pancasila?

Oleh: Tedi Kholiludin Bulan Ramadlan kemarin (Juni 2017), 7 orang mahasiswa jurusan Antropologi Undip bersilaturahmi ke rumah. Mereka mendapatkan tugas dari dosennya untuk diskusi atau...

D.N. Aidit dan Negara Pancasila

Oleh: Tedi Kholiludin Seusai pemilihan umum Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) 29 September 1955, Aidit menyampaikan pidato di hadapan sidang politbiro pada 8 November 1955. Pidato...

Driyarkara, Pancasila dan Manusia

Oleh: Tedi Kholiludin Tafsir Romo Nicolaus Driyarkara terhadap Pancasila, sependek bacaan saya terhadap tulisan-tulisannya, adalah sesuatu yang orisinil. Driyarkara menafsir Pancasila dengan menjadikan manusia...

Toleransi dan Pertanyaan tentang Kesetaraan

Oleh: Tedi Kholiludin Dalam beberapa kali diskusi, Izak YM Lattu atau yang biasa dengan akrab saya sapa Caken, kerap mengingatkan saya dan para peserta diskusi...

“Infantile Faith”; Iman Kekanak-kanakan

Oleh: Tedi Kholiludin Saya seringkali kehabisan cara ketika tiba-tiba, Najma, panggilan Najma Syafa Fathia Cholil (putri pertama pasangan Ayah Tedi dan Mama Meiga) sudah memegang...

“Family Factor”: Membaca Pikiran Eberstadt tentang Agama dan Keluarga

Oleh: Tedi Kholiludin Beberapa hari lalu, Mas Ulil Abshar Abdalla mengenalkan kepada saya sebuah buku karya Mary Eberstadt; Has the West Really Lost God: A...

Intoleran atas Intoleransi; Analisis Kondisi Kehidupan Keagamaan di Jateng 2017

Semarang, elsaonline.com – Yayasan Pemberdayaan Komunitas (YPK) Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) Semarang resmi merilis laporan tahunan 2017. Dalam laporan menyebutkan, kondisi...

Kunjungi eLSA di

346FollowersFollow
5,504FollowersFollow
44SubscribersSubscribe

POPULER

Toleransi dan Pertanyaan tentang Kesetaraan

Oleh: Tedi Kholiludin Dalam beberapa kali diskusi, Izak YM Lattu atau yang biasa dengan akrab saya sapa Caken, kerap mengingatkan saya dan para peserta diskusi...

Penganut Sapto Darmo: “Mati Saja Sulit, Apalagi Hidup”

Penganut Sapto Darmo di Desa Cikandang Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes ada empat kepala keluarga (KK), mereka hidup penuh dengan tekanan dari berbagai lapisan...

Sejarah Dialog Antar Umat Beragama di Indonesia

Oleh: Ubbadul Adzkiya' Dialog antarumat beragama di Indonesia tentu sudah terjadi sejak zaman sebelum Indonesia merdeka, karena dialog bisa diartikan sebagai sebuah pertemuan kehidupan dengan...

Isu-isu dalam Konflik Bernuansa Agama

Oleh: Tedi Kholiludin Dua peristiwa terakhir yakni tragedi yang menimpa Muslim Syiah di Sampang (26/8) dan penembakan terhadap terduga jaringan teroris di Solo (31/8) kembali...