Thursday, April 26, 2018

Membendung Ideologi Radikal di Sekolah

Oleh: Tedi Kholiludin Isi Buku Pendidikan Agama Islam untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ditengara membuka ruang untuk radikalisme, menyita perhatian. Apakah pemerintah memang...

Menangkap Pesan Utama Kerasulan Muhammad di Mekah

Oleh : Jamal Ma’mur Asmani Muhammad adalah pemimpin besar revolusi yang diakui tidak hanya umat Islam, tapi juga umat lain di seluruh dunia. Tidak ada...

Memaknai Kesendirian An-Nawawi

Oleh: Khoirul Anwar Bagi penikmat khazanah Islam dapat dipastikan pernah membaca atau minimal mendengar nama “an-Nawawi” yang memiliki nama asli Abu Zakariya Yahya an-Nawawi. Oleh...

NU dan Tradisi Pembaharuan

Oleh: Tedi Kholiludin Sepeninggal Gus Dur, banyak kalangan menilai Nahdlatul Ulama (NU) akan mengalami masa-masa penuh tantangan. Tentunya, yang dimaksud adalah saat NU harus berhadapan...

Merespon Tantangan Baru: Dakwah dan Misi di Semarang 1894-1942

Oleh: M. Shokeh Alumnus Program Pascasarjana Studi Sejarah Universitas Gadjah Mada. Dosen Universitas Negeri Semarang Pendahuluan Menurut berbagai kajian yang pernah ada, abad ke-19 dalam konteks sejarah...

Jamaah Syiah Jawa Tengah Pasca Asyuro 2016

Oleh: Tedi Kholiludin Sempat mendapatkan penolakan dari kelompok yang mengaku organisasi Islam, peringatan Hari Asyuro di Semarang, akhirnya bisa dilaksanakan pada 11 Oktober 2016. Tempat...

Patung dalam Tradisi Islam: Pertarungan Agama, Seni dan Politik

Oleh: Khoirul Anwar Ada 3 kata yang digunakan al-Quran dalam menyebut patung, yaitu: 1) “Ashnâm”, jamak dari kata “shanam”. 2) “Al-Autsân”, bentuk plural dari “watsan”....

Definisi Geografis Agama

Oleh: Tedi Kholiludin Tidak cukup banyak pengkaji agama yang menjadikan metafora-metafora geografis sebagai penjelas idenya. Salah satu dari yang sedikit itu adalah Thomas A. Tweed....

Menjadi Tamu di Rumah Sendiri

Oleh: Ceprudin Sembilan Juni kemarin, publik sudah menyaksikan performa terbaik dua pasangan capres dan cawapres 2014-2019. Melalui debat kandidat putaran pertama, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla...

Tembok Ortodoksi

Mereka dikafirkan, disingkirkan dan dibuang. Kalau sudah sampai pada situasi ini, maka masa depan agama semakin suram. Fatwa demi fatwa dikeluarkan dengan dalih untuk menjaga kemurnian agama. Fatwa, kredo, atau apapun namanya dibuat bukan untuk mengobarkan rasa keadilan. Tapi semuanya itu tak lain hanyalah usaha kelompok mainstream untuk menendang pemikiran-pemikiran yang mendobrak kebekuan tradisi berpikir keagamaan.

Kunjungi eLSA di

346FollowersFollow
5,504FollowersFollow
44SubscribersSubscribe

POPULER

Toleransi dan Pertanyaan tentang Kesetaraan

Oleh: Tedi Kholiludin Dalam beberapa kali diskusi, Izak YM Lattu atau yang biasa dengan akrab saya sapa Caken, kerap mengingatkan saya dan para peserta diskusi...

Penganut Sapto Darmo: “Mati Saja Sulit, Apalagi Hidup”

Penganut Sapto Darmo di Desa Cikandang Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes ada empat kepala keluarga (KK), mereka hidup penuh dengan tekanan dari berbagai lapisan...

Sejarah Dialog Antar Umat Beragama di Indonesia

Oleh: Ubbadul Adzkiya' Dialog antarumat beragama di Indonesia tentu sudah terjadi sejak zaman sebelum Indonesia merdeka, karena dialog bisa diartikan sebagai sebuah pertemuan kehidupan dengan...

Isu-isu dalam Konflik Bernuansa Agama

Oleh: Tedi Kholiludin Dua peristiwa terakhir yakni tragedi yang menimpa Muslim Syiah di Sampang (26/8) dan penembakan terhadap terduga jaringan teroris di Solo (31/8) kembali...