Friday, December 14, 2018

“Adzan” Kristiani

Oleh: Tedi Kholiludin Tahun 2005 atau 2006 saya membaca sebuah artikel reflektif di Majalah Inspirasi. Bacaan yang dikelola oleh Romo Aloys Budi Purnomo dan kawan-kawan...

Paceklik Kentang Irlandia dan The Fields of Athenry

Oleh: Tedi Kholiludin Paceklik berkepanjangan melanda Irlandia. Situasi ini terjadi di tahun 1845-1850an. Pasalnya adalah panen kentang yang gagal total. Kelaparan masal, wabah penyakit serta...

Saya Tidak Kenal Gus Dur, Tapi …

Oleh: Nazar Nurdin Menulis tentang Gus Dur adalah hal yang sulit. Saya tidak tahu apa-apa soal Gus Dur. Siapakah dia, bagaimana riwayat hihupnya, bagaimana jenjang pendidikannya,...

Semarang dan Fenomena “Shared Host Culture”

Oleh: Tedi Kholiludin Dalam salah satu bagian dari buku “Menjaga Tradisi di Garis Tepi,” yang baru saja diterbitkan (Mei 2018), saya mencoba menelaah tentang mekanisme...

Empat Tantangan Agama Sipil

Oleh: Tedi Kholiludin Keberagamaan masih merupakan problem akut di Indonesia. Perbedaan keyakinan, etnis hingga pilihan politik tak jarang berujung konflik. Meski dianggap wajar terjadi di...

Bersarung, Menatap Salib: Pandangan Muslim terhadap Peran Publik Gereja

Tedi Kholiludin Februari 2017 lalu saya berkesempatan hadir di sidang tahunan para pendeta Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) di Palembang, Sumater Selatan. Seorang...

eLSA 9 Tahun, Lahirkan Banyak “Anak”

Oleh: Abdus Salam Tahun 2012 merupakan tahun pertama saya bisa ikut bergabung dan menyumbangkan ide kreatif di Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA). Meskipun 'diperbantukan'...

Tembok Ortodoksi

Mereka dikafirkan, disingkirkan dan dibuang. Kalau sudah sampai pada situasi ini, maka masa depan agama semakin suram. Fatwa demi fatwa dikeluarkan dengan dalih untuk menjaga kemurnian agama. Fatwa, kredo, atau apapun namanya dibuat bukan untuk mengobarkan rasa keadilan. Tapi semuanya itu tak lain hanyalah usaha kelompok mainstream untuk menendang pemikiran-pemikiran yang mendobrak kebekuan tradisi berpikir keagamaan.

Agar Tidak Mengalami Gempa Budaya

Oleh: Tedi Kholiludin Seorang kawan, Adrianus Bintang, Mei lalu mengikuti kegiatan Mindanao Peacebuilding Institute di Davao Filipina. Sejenis pelatihan tentang bagaimana mengelola perdamaian. Kepada saya,...

“Penodaan Agama” Pasca Putusan MK

Oleh: Tedi Kholiludin Mahkamah Konstitusi (MK) akhirnya menyatakan menolak permohonan para pemohon uji materi UU No. 1 PNPS 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/Atau Penodaan Agama....

Kunjungi eLSA di

346FollowersFollow
5,578FollowersFollow
59SubscribersSubscribe

POPULER

Argumen Gender Berbasis Wahyu: Kritik Atas Tulisan Alhilyatuz Zakiyyah

Oleh: M. Ali Masruri (Redaktur Jurnal Justisia UIN Walisongo Semarang) Esai ini merupakan komentar terhadap tulisan Alhilyatuz Zakiyyah yang berjudul "Ayah Memasak: Keadilan Gender di Ruang...

Penganut Sapto Darmo: “Mati Saja Sulit, Apalagi Hidup”

Penganut Sapto Darmo di Desa Cikandang Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes ada empat kepala keluarga (KK), mereka hidup penuh dengan tekanan dari berbagai lapisan...

Intoleran atas Intoleransi; Analisis Kondisi Kehidupan Keagamaan di Jateng 2017

Semarang, elsaonline.com – Yayasan Pemberdayaan Komunitas (YPK) Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) Semarang resmi merilis laporan tahunan 2017. Dalam laporan menyebutkan, kondisi...

Toleransi dan Pertanyaan tentang Kesetaraan

Oleh: Tedi Kholiludin Dalam beberapa kali diskusi, Izak YM Lattu atau yang biasa dengan akrab saya sapa Caken, kerap mengingatkan saya dan para peserta diskusi...