Monday, November 19, 2018

Agar Tidak Mengalami Gempa Budaya

Oleh: Tedi Kholiludin Seorang kawan, Adrianus Bintang, Mei lalu mengikuti kegiatan Mindanao Peacebuilding Institute di Davao Filipina. Sejenis pelatihan tentang bagaimana mengelola perdamaian. Kepada saya,...

Menginstitusionalisasi Perspektif

Oleh: Tedi Kholiludin Hari pertama puasa tahun 2016, bertepatan dengan tanggal 6 Juni, saya ngabuburit di Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Kertanegara, Semarang. Nama formal...

Mbah Pringis dan Ayat-ayat Inspiratif

Oleh: Tedi Kholiludin Dalam salah satu tembangnya yang berjudul “Dzikir”, Mbah Pringis (So Khing Hok) mengutip ayat dalam surat al-Fatihah; "Iyyaaka Na’budu wa Iyyaaka Nasta’in.”...

“Cari Pesantren yang ada foto Gus Durnya”

Oleh: Tedi Kholiludin Seorang teman kuliah dari Papua, Pdt. Eddyson Sekenyap menghubungi saya beberapa hari sebelum ramadhan untuk meminta mengisi kongres pemuda di lingkungan Gereja...

Lagi, Tentang Gus Dur dan Teologi Pembebasan

Oleh: Tedi Kholiludin Saya membubuhkan kata “Lagi” di judul tulisan ini, karena memang pernah membahas topik serupa. Pada tulisan sebelumnya saya mengaitkan isu ini dengan...

Berteologi Bersama Rakyat

Oleh: Tedi Kholiludin Tahun 2010, saya pernah diminta mengupas buku yang menarik karya seorang pendeta senior, Pdt. Josef P. Widyatmadja. Bagi teman-teman pegiat isu-isu sosial,...

Spirit Kerukunan dari Getasan

Oleh: Tedi Kholiludin Di Kabupaten Semarang, Kecamatan Getasan bisa jadi merupakan wilayah dengan komposisi penduduk yang cukup majemuk dari sisi pemeluk agama selain Ambarawa. Pemeluk...

Bersarung, Menatap Salib: Pandangan Muslim terhadap Peran Publik Gereja

Tedi Kholiludin Februari 2017 lalu saya berkesempatan hadir di sidang tahunan para pendeta Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) di Palembang, Sumater Selatan. Seorang...

Pancasila: “aamanuu” dan “amilusshalihat”

Oleh: Tedi Kholiludin KH. Ahmad Siddiq punya penjelasan teologis yang mengena ihwal Pancasila. Menurut Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tahun 1984-1991, Pancasila melambangkan...

Menapaktilasi Driyarkara

Oleh: Tedi Kholiludin “Ada dua orang yang sangat dekat dengan imajinasi saya ketika berbicara Purworejo, Kyai Sadrach dan Driyarkara. Sadrach meninggal disini, sementara Driyarkara lahir...

Kunjungi eLSA di

346FollowersFollow
5,578FollowersFollow
57SubscribersSubscribe

POPULER

Penganut Sapto Darmo: “Mati Saja Sulit, Apalagi Hidup”

Penganut Sapto Darmo di Desa Cikandang Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes ada empat kepala keluarga (KK), mereka hidup penuh dengan tekanan dari berbagai lapisan...

Perbedaan Budaya Picu Konflik

Persinggungan budaya yang berbeda antara satu negara dengan lainnya dinilai bisa memicu konflik. Hal ini diambil dari beberapa kasus kekerasan dan konflik yang...

Toleransi dan Pertanyaan tentang Kesetaraan

Oleh: Tedi Kholiludin Dalam beberapa kali diskusi, Izak YM Lattu atau yang biasa dengan akrab saya sapa Caken, kerap mengingatkan saya dan para peserta diskusi...

Pasar Imlek Semawis Contoh Kehidupan Multikultural

Imlek telah menjelang, lampion telah dipasang. Tebu dan kue keranjang, bunga sedap sedap malam dan hoatkue harus segera dibeli untuk hiasan pintu dan...