Saturday, July 21, 2018

Lagi, Tentang Gus Dur dan Teologi Pembebasan

Oleh: Tedi Kholiludin Saya membubuhkan kata “Lagi” di judul tulisan ini, karena memang pernah membahas topik serupa. Pada tulisan sebelumnya saya mengaitkan isu ini dengan...

Berteologi Bersama Rakyat

Oleh: Tedi Kholiludin Tahun 2010, saya pernah diminta mengupas buku yang menarik karya seorang pendeta senior, Pdt. Josef P. Widyatmadja. Bagi teman-teman pegiat isu-isu sosial,...

Spirit Kerukunan dari Getasan

Oleh: Tedi Kholiludin Di Kabupaten Semarang, Kecamatan Getasan bisa jadi merupakan wilayah dengan komposisi penduduk yang cukup majemuk dari sisi pemeluk agama selain Ambarawa. Pemeluk...

Bersarung, Menatap Salib: Pandangan Muslim terhadap Peran Publik Gereja

Tedi Kholiludin Februari 2017 lalu saya berkesempatan hadir di sidang tahunan para pendeta Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) di Palembang, Sumater Selatan. Seorang...

Pancasila: “aamanuu” dan “amilusshalihat”

Oleh: Tedi Kholiludin KH. Ahmad Siddiq punya penjelasan teologis yang mengena ihwal Pancasila. Menurut Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tahun 1984-1991, Pancasila melambangkan...

Menapaktilasi Driyarkara

Oleh: Tedi Kholiludin “Ada dua orang yang sangat dekat dengan imajinasi saya ketika berbicara Purworejo, Kyai Sadrach dan Driyarkara. Sadrach meninggal disini, sementara Driyarkara lahir...

“Pesantren” Katolik, Jalan Panjang Menjadi Imam dan Cerita Para Suster

Oleh: Tedi Kholiludin Selasa (29/5), Romo Eduardus Didik Didik Cahyono SJ mengajak saya dan Mas Setyawan Budi ikut mengisi acara di Susteran Paroki Gereja Katolik...

Diam Salah, Bergerak Dicurigai

Oleh: Tedi Kholiludin Saya diminta teman-teman dari SPEKHAM, sebuah lembaga yang cukup tua di Solo untuk berbagi cerita tentang bagaimana mengelola keragaman. Senang sekali...

Meneladani Buddha

Oleh: Tedi Kholiludin Hari Waisak, bagi umat Buddha menjadi semacam tetesan air yang jernih di tengah teriknya padang pasir. Ada perasaan yang sungguh menenangkan jiwa....

Berpuasa Secara Berkebudayaan

Oleh: Tedi Kholiludin Ketika berpidato pada sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) 1 Juni 1945, Soekarno menyebut frasa yang menunjukkan keluasan pemahaman dia...

Kunjungi eLSA di

346FollowersFollow
5,578FollowersFollow
50SubscribersSubscribe

POPULER

Penganut Sapto Darmo: “Mati Saja Sulit, Apalagi Hidup”

Penganut Sapto Darmo di Desa Cikandang Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes ada empat kepala keluarga (KK), mereka hidup penuh dengan tekanan dari berbagai lapisan...

Isu-isu dalam Konflik Bernuansa Agama

Oleh: Tedi Kholiludin Dua peristiwa terakhir yakni tragedi yang menimpa Muslim Syiah di Sampang (26/8) dan penembakan terhadap terduga jaringan teroris di Solo (31/8) kembali...

Bertemu Mbak Stela

Riasan wajahnya tampak mencolok. Kelopak mata, bibir dan pipi dipulas warna. Badannya tinggi dengan kulitnya bersih. Cara bertuturnya lembut dan teratur. Gerak-geriknya anggun....

Pondok Dondong, Pesantren Tertua di Jateng

Pesantren tertua di Jawa Tengah terdapat di Kota Semarang. Pesantren itu ada di Kampung Dondong Kelurahan Wonosari Kecamatan Ngaliyan Semarang. Karena ada di...