Friday, September 21, 2018

“Cari Pesantren yang ada foto Gus Durnya”

Oleh: Tedi Kholiludin Seorang teman kuliah dari Papua, Pdt. Eddyson Sekenyap menghubungi saya beberapa hari sebelum ramadhan untuk meminta mengisi kongres pemuda di lingkungan Gereja...

Lagi, Tentang Gus Dur dan Teologi Pembebasan

Oleh: Tedi Kholiludin Saya membubuhkan kata “Lagi” di judul tulisan ini, karena memang pernah membahas topik serupa. Pada tulisan sebelumnya saya mengaitkan isu ini dengan...

Berteologi Bersama Rakyat

Oleh: Tedi Kholiludin Tahun 2010, saya pernah diminta mengupas buku yang menarik karya seorang pendeta senior, Pdt. Josef P. Widyatmadja. Bagi teman-teman pegiat isu-isu sosial,...

Spirit Kerukunan dari Getasan

Oleh: Tedi Kholiludin Di Kabupaten Semarang, Kecamatan Getasan bisa jadi merupakan wilayah dengan komposisi penduduk yang cukup majemuk dari sisi pemeluk agama selain Ambarawa. Pemeluk...

Bersarung, Menatap Salib: Pandangan Muslim terhadap Peran Publik Gereja

Tedi Kholiludin Februari 2017 lalu saya berkesempatan hadir di sidang tahunan para pendeta Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) di Palembang, Sumater Selatan. Seorang...

Pancasila: “aamanuu” dan “amilusshalihat”

Oleh: Tedi Kholiludin KH. Ahmad Siddiq punya penjelasan teologis yang mengena ihwal Pancasila. Menurut Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tahun 1984-1991, Pancasila melambangkan...

Menapaktilasi Driyarkara

Oleh: Tedi Kholiludin “Ada dua orang yang sangat dekat dengan imajinasi saya ketika berbicara Purworejo, Kyai Sadrach dan Driyarkara. Sadrach meninggal disini, sementara Driyarkara lahir...

“Pesantren” Katolik, Jalan Panjang Menjadi Imam dan Cerita Para Suster

Oleh: Tedi Kholiludin Selasa (29/5), Romo Eduardus Didik Didik Cahyono SJ mengajak saya dan Mas Setyawan Budi ikut mengisi acara di Susteran Paroki Gereja Katolik...

Diam Salah, Bergerak Dicurigai

Oleh: Tedi Kholiludin Saya diminta teman-teman dari SPEKHAM, sebuah lembaga yang cukup tua di Solo untuk berbagi cerita tentang bagaimana mengelola keragaman. Senang sekali...

Meneladani Buddha

Oleh: Tedi Kholiludin Hari Waisak, bagi umat Buddha menjadi semacam tetesan air yang jernih di tengah teriknya padang pasir. Ada perasaan yang sungguh menenangkan jiwa....

Kunjungi eLSA di

346FollowersFollow
5,578FollowersFollow
53SubscribersSubscribe

POPULER

Ustadz Toha Ingatkan Fungsi Beragama

Peringatan Hari Asyuro di Kota Semarang Semarang -elsaonline.com Perempuan berbaju hitam berbaris panjang di satu meja tamu. Peserta laki-laki ada di meja yang lain. Di...

Toleransi dan Pertanyaan tentang Kesetaraan

Oleh: Tedi Kholiludin Dalam beberapa kali diskusi, Izak YM Lattu atau yang biasa dengan akrab saya sapa Caken, kerap mengingatkan saya dan para peserta diskusi...

Menelisik Sepakbola di Khazanah Islam Klasik

Semua mafhum, jika sepak bola tak sekadar menghabiskan waktu sembilan puluh menit di lapangan. Jauh dari pada itu, ada banyak sisi yang mengitari...

Penganut Sapto Darmo: “Mati Saja Sulit, Apalagi Hidup”

Penganut Sapto Darmo di Desa Cikandang Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes ada empat kepala keluarga (KK), mereka hidup penuh dengan tekanan dari berbagai lapisan...