Saturday, October 20, 2018

Diam Salah, Bergerak Dicurigai

Oleh: Tedi Kholiludin Saya diminta teman-teman dari SPEKHAM, sebuah lembaga yang cukup tua di Solo untuk berbagi cerita tentang bagaimana mengelola keragaman. Senang sekali...

Meneladani Buddha

Oleh: Tedi Kholiludin Hari Waisak, bagi umat Buddha menjadi semacam tetesan air yang jernih di tengah teriknya padang pasir. Ada perasaan yang sungguh menenangkan jiwa....

Berpuasa Secara Berkebudayaan

Oleh: Tedi Kholiludin Ketika berpidato pada sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) 1 Juni 1945, Soekarno menyebut frasa yang menunjukkan keluasan pemahaman dia...

Masyarakat Kontraktual: Relasi Penjual-Pembeli

Oleh: Tedi Kholiludin Pasar adalah ruang yang egaliter. Penjual dan pembeli beradu harga mencari kesepakatan. Sesekali pembeli menggerutu sembari menenteng barang yang dibeli. “Dasar Cina.”...

Masyarakat Kontraktual: Relasi Buruh-Majikan

Oleh: Tedi Kholiludin Alasan kenapa ia mau bekerja kepada orang Tionghoa di Semarang, mulanya adalah hal praktis, ia tidak harus menginap. Sore hari ia bisa...

Cultural Intelligence

Oleh: Tedi Kholiludin Struktur sosial, atau lebih mudah kita membayangkannya sebagai posisi sosial, bagaimanapun juga memiliki pengaruh terhadap sebuah hubungan. Posisi tersebut bisa semakin melanggengkan...

Gaya Berpuasa Kaum Urban

Oleh: Tedi Kholiludin Jelang maghrib, wanita cantik berjilbab berbaris rapi membawa kardus berisi ragam panganan; kolak, kurma dan es teh manis. Mereka mengambil tempat di...

Hidup Yang Menghidupkan dan Menghidupi

Oleh: Tedi Kholiludin Ruang perkuliahan sering saya gunakan sebagai sarana belajar kepada teman-teman mahasiswa. Satu waktu, saya meminta mereka untuk berbagi kisah hidupnya. Bagaimana mereka...

Menyelamatkan Akal Sehat

Oleh: Tedi Kholiludin Dalam sebuah cuitannya, KH. Ubaidullah Shodaqoh, Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah mengingatkan tentang standar kesalehan. Saya kutipkan saja twit lengkapnya disini; “Mengukur...

Menelan Pahit, Menyembuhkan Luka

Oleh: Tedi Kholiludin Masih ingat bagaimana Dani Alves menyikapi diskriminasi yang dihadapinya? 27 April 2014, Barcelona menantang tuang rumah Villarreal pada lanjutan Primera Division atau...

Kunjungi eLSA di

346FollowersFollow
5,578FollowersFollow
56SubscribersSubscribe

POPULER

Potensi Toleran dan Intoleran dalam RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan

Semarang, elsaonline.com – Rancangan Undang-Undang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan (RUU PPK) telah disahkan Badan Legislasi (Baleg) DPR. Menelaah pasal demi pasal dalam RUU...

Penganut Sapto Darmo: “Mati Saja Sulit, Apalagi Hidup”

Penganut Sapto Darmo di Desa Cikandang Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes ada empat kepala keluarga (KK), mereka hidup penuh dengan tekanan dari berbagai lapisan...

DN Aidit dan Agama

Oleh: Yunantyo Adi Redaktur sebuah harian, aktif di Komunitas Pegiat Sejarah (KPS) Semarang.   Dipa Nusantara (DN) Aidit, dalam pustaka Orde Baru sang ketua Partai Komunis Indonesia...

Toleransi dan Pertanyaan tentang Kesetaraan

Oleh: Tedi Kholiludin Dalam beberapa kali diskusi, Izak YM Lattu atau yang biasa dengan akrab saya sapa Caken, kerap mengingatkan saya dan para peserta diskusi...