Friday, June 22, 2018

Hidup Yang Menghidupkan dan Menghidupi

Oleh: Tedi Kholiludin Ruang perkuliahan sering saya gunakan sebagai sarana belajar kepada teman-teman mahasiswa. Satu waktu, saya meminta mereka untuk berbagi kisah hidupnya. Bagaimana mereka...

Menyelamatkan Akal Sehat

Oleh: Tedi Kholiludin Dalam sebuah cuitannya, KH. Ubaidullah Shodaqoh, Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah mengingatkan tentang standar kesalehan. Saya kutipkan saja twit lengkapnya disini; “Mengukur...

Menelan Pahit, Menyembuhkan Luka

Oleh: Tedi Kholiludin Masih ingat bagaimana Dani Alves menyikapi diskriminasi yang dihadapinya? 27 April 2014, Barcelona menantang tuang rumah Villarreal pada lanjutan Primera Division atau...

Identitas Kota

Oleh: Tedi Kholiludin Untuk mempertegas identitas sebuah kota, pemerintah setempat biasa menandainya dengan sebuah julukan di tugu perbatasan. Pemerintah Kabupaten Demak mencirikan areanya sebagai Kota...

“Menghidupkan” Kembali Mbah Pringis: Jawa, Islam dan Tionghoa

Oleh: Tedi Kholiludin Sekitar tahun 2007 saya pernah berbincang agak lama dengan seorang Tionghoa Muslim. Itu saya lakukan tak lama setelah ia mengeluarkan album “Tembang...

Ramadlan dan “Ruang Kesantrian” di Kawasan Lama

Oleh: Tedi Kholiludin Persis sehari sebelum puasa dilaksanakan, saya sengaja menyambangi wilayah santri di tengah Kota Semarang, Kauman. Setelah memarkir motor di depan Masjid Besar,...

Tahlilan dan Akulturasi Masyarakat Jawa-Lampung

Oleh: Achmad Nasrudin Mahasiswa Pascasarjana Universitas Wahid Hasyim Semarang Catatan ini merupakan testimoni ringan, pengalaman penulis mengamati dan melakukan ritual sosial tahlilan di Kelurahan Panaragan Jaya,...

Promosi Jilbab dan Pengajian di Parabola

Oleh: Tedi Kholiludin Saya hendak memulai tulisan ini dengan dua cerita yang saya alami di dua ruang berbeda dengan rentang waktu sekitar 20 tahun-an. Namun,...

Fenomena Hijrah dan Kontestasi Islam Eksklusif dan Inklusif

Oleh: Dr. Syamsul Ma'arif Fenomena hijrah dan Islam inklusif, terutama dari kalangan anak muda zaman now, menjadi trend dan menarik perhatian. Satu sisi ketertarikan...

Semarang dan Fenomena “Shared Host Culture”

Oleh: Tedi Kholiludin Dalam salah satu bagian dari buku “Menjaga Tradisi di Garis Tepi,” yang baru saja diterbitkan (Mei 2018), saya mencoba menelaah tentang mekanisme...

Kunjungi eLSA di

346FollowersFollow
5,524FollowersFollow
48SubscribersSubscribe

POPULER

Penganut Sapto Darmo: “Mati Saja Sulit, Apalagi Hidup”

Penganut Sapto Darmo di Desa Cikandang Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes ada empat kepala keluarga (KK), mereka hidup penuh dengan tekanan dari berbagai lapisan...

Bertemu Mbak Stela

Riasan wajahnya tampak mencolok. Kelopak mata, bibir dan pipi dipulas warna. Badannya tinggi dengan kulitnya bersih. Cara bertuturnya lembut dan teratur. Gerak-geriknya anggun....

Nikah Beda Agama Tanpa Merubah Kolom di KTP

Sejak diundangkan Undang-undang Perkawinan nomor 1 tahun 1974 perkawinan beda agama dilarang. Meskipun demikian, fakta di lapangan masih banyak yang melakukannya. Satu-satunya jalan...

Pondok Dondong, Pesantren Tertua di Jateng

Pesantren tertua di Jawa Tengah terdapat di Kota Semarang. Pesantren itu ada di Kampung Dondong Kelurahan Wonosari Kecamatan Ngaliyan Semarang. Karena ada di...