Saturday, July 20, 2019

Pilar-pilar Kebudayaan Arab Pra Islam

Bukan hal yang sederhana untuk menguak sejarah pra Islam dengan berbagai aksesorisnya. Dua peradaban besar yang nampak yakni Yunani dan Romawi; Yunani dengan tradisi filsafatnya yang menggejala keseluruh seantero, meskipun ada diskriminasi terhadap perempuan luar biasa termasuk belum ada persamaan dalam hak-haknya, sebut saja; perempuan masa itu di kurung dalam Istana, diperjualbelikan di pasar dan bertugas untuk memenuhi hasrat laki-laki, tradisi pesta kerajaan menyebutkan tentang itu.

Merespon Tantangan Baru: Dakwah dan Misi di Semarang 1894-1942

Oleh: M. Shokeh Alumnus Program Pascasarjana Studi Sejarah Universitas Gadjah Mada. Dosen Universitas Negeri Semarang Pendahuluan Menurut berbagai kajian yang pernah ada, abad ke-19 dalam konteks sejarah...

Tuhan dan Agama dalam Pergumulan Batin Kartini

Oleh: Danang Kristiawan Pelayan di Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Mahasiswa Program Pascasarjana Teologi Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Jogjakarta Pengantar Kartini menjadi sosok yang dikagumi...

Tembok Ortodoksi

Mereka dikafirkan, disingkirkan dan dibuang. Kalau sudah sampai pada situasi ini, maka masa depan agama semakin suram. Fatwa demi fatwa dikeluarkan dengan dalih untuk menjaga kemurnian agama. Fatwa, kredo, atau apapun namanya dibuat bukan untuk mengobarkan rasa keadilan. Tapi semuanya itu tak lain hanyalah usaha kelompok mainstream untuk menendang pemikiran-pemikiran yang mendobrak kebekuan tradisi berpikir keagamaan.

Identitas: “Aku” di antara “Yang Lain”

Oleh: Denni Pinontoan Dosen Fak. Teologi UKIT, aktif di Mawale Cultural Center “Aku” sesungguhnya pada saat yang sama adalah “yang lain” dalam sebuah perjumpaan. Sebaliknya “yang...

Mudik dan Kesadaran Berbangsa

Oleh: M. Najibur Rohman (Tulisan ini telah dimuat di Harian Suara Merdeka, 07 September 2010) Mudik lebaran adalah momentum tahunan yang selalu ramai, dan tentu pula...

Nama Tuhan

Oleh: Tedi Kholiludin Di tengah masyarakat perkotaan Hijaz, demikian ditulis Phillip K. Hitti, tahap pemujaan terhadap benda-benda langit, telah bherlangsung cukup lama. Penulis “History of...

Merias Wajah Keberagamaan Kita

Oleh: M. Nasrudin Editor Penerbit Jalasutra Jogjakarta Yakinkah Anda, bahwa Anda adalah seorang pemeluk agama yang taat? Jika Anda menjawab Ya, apakah Anda yakin, agama yang...

NU, Masyarakat Sipil dan Agama Publik

Oleh: Ahmad Suaedy Direktur Eksekutif The Wahid Institute NU kembali ke Civil Society (Masyarakat Sipil) tampaknya menjadi arus utama tawaran para kandidat Ketua Umum PBNU dalam...

Kunjungi eLSA di

346FollowersFollow
5,553FollowersFollow
84SubscribersSubscribe

POPULER

Sunan Nyamplungan, Penyebar Islam Toleran di Karimunjawa

Salah satu dari tiga makam wali di Karimunjawa adalah makam Sunan Nyamplungan, yaitu ulama besar abad ke 15 M yang memiliki nama asli...

Penganut Sapto Darmo: “Mati Saja Sulit, Apalagi Hidup”

Penganut Sapto Darmo di Desa Cikandang Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes ada empat kepala keluarga (KK), mereka hidup penuh dengan tekanan dari berbagai lapisan...

“Kebudayaan Masyarakat Semarang Lebih Egaliter”

  Tubagus Svarajati, lama berkecimpung di dunia seni. Sempat menekuni Fotografi, saat ini Tubagus lebih dikenal sebagai kritikus seni rupa. Dia adalah pendiri Rumah Seni...

Makna Ibadah Qurban dalam Upaya Mewujudkan Khaira Ummah (Khutbah Idul Adha)

Oleh: H. Abu Hafsin, Ph.D Pada hari yang penuh rahmat ini, marilah kita panjatkan puji serta syukur ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan karuniaNya....