Tuesday, May 21, 2019

Menginstitusionalisasi Perspektif

Oleh: Tedi Kholiludin Hari pertama puasa tahun 2016, bertepatan dengan tanggal 6 Juni, saya ngabuburit di Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Kertanegara, Semarang. Nama formal...

Mbah Pringis dan Ayat-ayat Inspiratif

Oleh: Tedi Kholiludin Dalam salah satu tembangnya yang berjudul “Dzikir”, Mbah Pringis (So Khing Hok) mengutip ayat dalam surat al-Fatihah; "Iyyaaka Na’budu wa Iyyaaka Nasta’in.”...

“Cari Pesantren yang ada foto Gus Durnya”

Oleh: Tedi Kholiludin Seorang teman kuliah dari Papua, Pdt. Eddyson Sekenyap menghubungi saya beberapa hari sebelum ramadhan untuk meminta mengisi kongres pemuda di lingkungan Gereja...

Lagi, Tentang Gus Dur dan Teologi Pembebasan

Oleh: Tedi Kholiludin Saya membubuhkan kata “Lagi” di judul tulisan ini, karena memang pernah membahas topik serupa. Pada tulisan sebelumnya saya mengaitkan isu ini dengan...

Berteologi Bersama Rakyat

Oleh: Tedi Kholiludin Tahun 2010, saya pernah diminta mengupas buku yang menarik karya seorang pendeta senior, Pdt. Josef P. Widyatmadja. Bagi teman-teman pegiat isu-isu sosial,...

Spirit Kerukunan dari Getasan

Oleh: Tedi Kholiludin Di Kabupaten Semarang, Kecamatan Getasan bisa jadi merupakan wilayah dengan komposisi penduduk yang cukup majemuk dari sisi pemeluk agama selain Ambarawa. Pemeluk...

Bersarung, Menatap Salib: Pandangan Muslim terhadap Peran Publik Gereja

Tedi Kholiludin Februari 2017 lalu saya berkesempatan hadir di sidang tahunan para pendeta Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) di Palembang, Sumater Selatan. Seorang...

Pancasila: “aamanuu” dan “amilusshalihat”

Oleh: Tedi Kholiludin KH. Ahmad Siddiq punya penjelasan teologis yang mengena ihwal Pancasila. Menurut Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tahun 1984-1991, Pancasila melambangkan...

Menapaktilasi Driyarkara

Oleh: Tedi Kholiludin “Ada dua orang yang sangat dekat dengan imajinasi saya ketika berbicara Purworejo, Kyai Sadrach dan Driyarkara. Sadrach meninggal disini, sementara Driyarkara lahir...

“Pesantren” Katolik, Jalan Panjang Menjadi Imam dan Cerita Para Suster

Oleh: Tedi Kholiludin Selasa (29/5), Romo Eduardus Didik Didik Cahyono SJ mengajak saya dan Mas Setyawan Budi ikut mengisi acara di Susteran Paroki Gereja Katolik...

Kunjungi eLSA di

346FollowersFollow
5,553FollowersFollow
80SubscribersSubscribe

POPULER

Penganut Sapto Darmo: “Mati Saja Sulit, Apalagi Hidup”

Penganut Sapto Darmo di Desa Cikandang Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes ada empat kepala keluarga (KK), mereka hidup penuh dengan tekanan dari berbagai lapisan...

Mengaji Islam dan Politik: Beberapa Pilihan Tema dan Pendekatan

Oleh: Tedi Kholiludin Mayoritas penganut umat Islam meyakini bahwa Islam adalah Din (agama) dan Daulah (Negara). Islam tidak hanya sebagai sistem teologi semata, tetapi juga...

Gereja Mormon di Indonesia dan Pergulatan Membangun Identitas (bagian 1)

Bangunannya terawat rapi dan bersih. Posisinya persis di tengah Kota Semarang. Tiap hari, tak akan ada banyak orang yang terlihat disana, kecuali pada hari...

KH. Ahmad Dasuki Siradj: “…saya belum pernah pergi dari Islam”

Oleh: Tedi Kholiludin Selasa, 26 Nopember 1957, anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Konstituante sudah memasuki sidang ke III dan Rapat ke-70. “Saudara-saudara jang terhormat, djumlah...