Friday, April 20, 2018

Tradisi Gebyuran Air Sambut Ramadhan di Kampung Arab

Tradisi gebyuran air menyambut Bulan Ramadan diperingati di Kampung Bustaman, Kota Semarang. Kawasan yang kerap dikenal kampung arab itu menawarkan sajian yang unik...

Di Tengah Modernitas, Nyadran Kali Masih Bertahan

Festival “Nyadran Kali dan Sedekah Bumi” di Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati Kota Semarang pada Kamis pagi kemarin menyisakkan banyak cerita. Syukuran itu diadakan...

Kepala Desa Siandong Upayakan Iklim Toleransi

Kepala Desa Siandong, Kecamatan Larangan, Brebes, Taufiq HS, terus berupaya menciptakan masyarakat yang toleran. Upaya itu dilakukan sebagai wujud komitmennya dalam menciptakan masyarakat...

Di Era Modern, Masyarakat Kembali ke Kearifan Lokal

Perkembangan ekonomi Eropa yang didorong oleh rasionalisme ternyata sering memunculkan ketidakseimbangan. Ekonomi berkembang pesat, tetapi ada kekosongan jiwa yang dirasakan. Tak pelak, mereka...

UKSW Gelar Pentas Budaya Internasional

Senat Mahasiswa Universitas Kristen Satwa Wacana (UKSW) Salatiga menggelar Pentas Seni Budaya Indonesia Internasional (PSBII), Sabtu (18/4/15). Pentas budaya ini digelar sebagai bukti...

Cap Go Meh dan Menguatnya Gerakan Intoleran

Semarang, elsaonline.com – Rencana perayaan Cap Go Meh pada 19 Februari lalu di halaman Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kota Semarang, ditolak sekelompok...

Satukan Jiwa Nusantara ala Trijaya

Sunyi-senyap, hanya terdengar suara gemericik air gunung yang mengalir ke kolam-kolam ikan berukuran besar. Sesekali terdengar suara hewan malam sahut-sahutan mengiringi pergantian waktu...

Jelang Tahun Baru Imlek, Gempita Perayaan Syukur

Menjelang Tahun Baru Imlek yang dikenal dengan Sintjia adalah salah satu momen sangat penting. Dibalik gempita perayaan, hari itu memiliki makna khusus bagi warga Tionghoa....

Semarang itu Teduh

Pemerhati Budaya Tionghoa Semarang, R. Soenarto mengatakan bahwa karakter masyarakat Tionghoa yang ada di Semarang, sedikit berbeda dengan komunitas yang sama di daerah...

Kejujuran, Prinsip dasar Penghayat Panunggal

Dalam menjalankan penghayatan, setiap penghayat kepercayaan memiliki prinsip dasar sebagai landasan untuk memahami hidup ini. Bagi Penghayat Kepercayaan Panunggal yang menjadi prinsip dasar...

Kunjungi eLSA di

346FollowersFollow
5,501FollowersFollow
44SubscribersSubscribe

POPULER

Penganut Sapto Darmo: “Mati Saja Sulit, Apalagi Hidup”

Penganut Sapto Darmo di Desa Cikandang Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes ada empat kepala keluarga (KK), mereka hidup penuh dengan tekanan dari berbagai lapisan...

Mengaji Islam dan Politik: Beberapa Pilihan Tema dan Pendekatan

Oleh: Tedi Kholiludin Mayoritas penganut umat Islam meyakini bahwa Islam adalah Din (agama) dan Daulah (Negara). Islam tidak hanya sebagai sistem teologi semata, tetapi juga...

Gerakan-gerakan Keagamaan Baru

Oleh: Tedi Kholiludin Salah satu dampak dari modernisme adalah berbondong-bondongnya masyarakat untuk mengobati dahaga spiritualnya. Cara yang ditempuh pun bermacam-macam. Misalnya meditasi. Tawaran ini bagi...

Toleransi dan Pertanyaan tentang Kesetaraan

Oleh: Tedi Kholiludin Dalam beberapa kali diskusi, Izak YM Lattu atau yang biasa dengan akrab saya sapa Caken, kerap mengingatkan saya dan para peserta diskusi...