Saturday, December 15, 2018

Kebhinekaan, Harta Paling Berharga

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Anies Baswedan, menyatakan, bahwa kebudayaan merupakan kekayaan terbesar di Indonesia. Sehingga, kebhinekaan adalah harta paling berharga. “Apalagi...

Semarang itu Teduh

Pemerhati Budaya Tionghoa Semarang, R. Soenarto mengatakan bahwa karakter masyarakat Tionghoa yang ada di Semarang, sedikit berbeda dengan komunitas yang sama di daerah...

Tubagus: Ritsleting Garuda itu Bukan Pelecehan

Terpampangnya baliho berukuran 13x4 meter di halaman Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menuai kritik pedas dari beberapa pihak. Mereka menganggap itu sebagai...

UKSW Gelar Pentas Budaya Internasional

Senat Mahasiswa Universitas Kristen Satwa Wacana (UKSW) Salatiga menggelar Pentas Seni Budaya Indonesia Internasional (PSBII), Sabtu (18/4/15). Pentas budaya ini digelar sebagai bukti...

Disambut Penghayat, Gubernur Jateng Bilang “Rahayu Pak, Rahayu …”

Sumitro (60) dan Sanmarta (70), dua orang warga penghayat kepercayaan asal Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas tampak girang ketika dia berhasil...

Baju Sikep Jadi Seragam Resmi Pemerintah (4)

Instruksi Gubernur Jawa Tengah untuk mengenakan seragam adat dalam kegaitan sehari-hari perlu dilihat sebagai upaya melestarikan sebuah budaya. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo...

Meriahnya Imlek di Ambarawa

Perayaan Imlek 2566 di Kelenteng Hok Tik Bio Ambarawa, Kabupaten Semarang, mengundang perhatian ribuan warga, Rabu (18/2) malam. Sorak-sorai dan tepuk tangan meriah...

Pasar Imlek Semawis Contoh Kehidupan Multikultural

Imlek telah menjelang, lampion telah dipasang. Tebu dan kue keranjang, bunga sedap sedap malam dan hoatkue harus segera dibeli untuk hiasan pintu dan...

Budaya, Pengaruhi Diskriminasi Difabel

Islam tidak mengukur kualitas manusia berdasarkan kondisi fisiknya, tetapi berdasarkan kualitas mentalnya. Sejarah Islam juga membuktikan peran kaum difabel yang sepadan dengan kaum...

Dua Faktor Pendukung Kerukunan di Semarang

Dari aspek sejarah, tidak pernah muncul pergolakan yang serius di Kota Semarang. Komunisme muncul di Semarang tahun 1920-an dan juga ada pergerakan buruh...

Kunjungi eLSA di

346FollowersFollow
5,578FollowersFollow
58SubscribersSubscribe

POPULER

Penganut Sapto Darmo: “Mati Saja Sulit, Apalagi Hidup”

Penganut Sapto Darmo di Desa Cikandang Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes ada empat kepala keluarga (KK), mereka hidup penuh dengan tekanan dari berbagai lapisan...

Toleransi dan Pertanyaan tentang Kesetaraan

Oleh: Tedi Kholiludin Dalam beberapa kali diskusi, Izak YM Lattu atau yang biasa dengan akrab saya sapa Caken, kerap mengingatkan saya dan para peserta diskusi...

Argumen Gender Berbasis Wahyu: Kritik Atas Tulisan Alhilyatuz Zakiyyah

Oleh: M. Ali Masruri (Redaktur Jurnal Justisia UIN Walisongo Semarang) Esai ini merupakan komentar terhadap tulisan Alhilyatuz Zakiyyah yang berjudul "Ayah Memasak: Keadilan Gender di Ruang...

Disesatkan, Pemeluk Sapto Dharmo Pindah Agama

Hampir semua agama yang tidak “diakui” oleh pemerintah dianggap sesat oleh penganut agama “resmi”. Agama Sapto Dharmo merupakan salah satu agama yang dianggap...