Monday, October 22, 2018

Drop in religious intolerance cases not sign of improvement

Imung Yuniardi, The Jakarta Post, Semarang | Wed, 01/12/2011 10:55 AM | The Archipelago Reported cases of religious intolerance in Central Java significantly dropped in...

Menurun, Angka Intoleransi Keberagamaan di Jawa Tengah

Selama tahun 2010, Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) mencatat setidaknya ada 9 (sembilan) kasus yang berkaitan dengan pelanggaran atau intoleransi keberagamaan di Jawa Tengah. Secara kuantitas, jika dibandingkan dengan tahun 2009, bisa dikatakan bahwa ada grafik menurun. Pada tahun 2009, eLSA mencatat setidaknya ada 32 kasus yang berkaitan dengan intoleransi keberagamaan, masing-masing 3 kasus pelanggaran kebebasan beragama serta 29 kasus intoleransi. Meskipun demikian, menurunnya angka itu bukan berarti bahwa tingkat toleransi masyarakat Jawa Tengah sangatlah tinggi. Angka ini hanyalah berupa kasus-kasus yang mencuat dan terekam oleh media. Bukan tidak mungkin ini akan bertambah banyak, jika proses pemantauan dilakukan hingga level yang paling dasar.

3 Event Budaya Wonogiri Dihapus

Rabu, 24/11/2010 09:00 WIB - son WONOGIRI—Bupati Wonogiri bakal menghapus tiga event budaya tahunan yang sudah menjadi ikon budaya di Kabupaten Wonogiri. Ketiga event itu...

Sekularisme, Sikap Positif Umat Beragama

Munculnya ide-ide pembaruan pemikiran Islam dengan konsep-konsep baru seperti sekularisme, liberalisme dan pluralisme di Indonesia seringkali menuai kontroversi. Bahkan kata-kata tersebut—jika diucapkan tanpa rangkaian...

Muslim Hard-Liners in Central Java Attack Shadow Puppet Shows

Candra Malik | October 14, 2010 Sukoharjo, Central Java. First it was churches and a minority Islamic sect, then the gay community and...

Ormas Diimbau Tak Adakan Sweeping

(Semarang, elsaonline.com) - Organisasi massa (ormas) Islam maupun kelompok massa lainnya, selama Ramadan diimbau tidak mengadakan sweeping di tempat-tempat tertentu yang justru...

Hilangnya Tradisi Berbuka Puasa di Gereja

(Solo, elsaonline.com) - Dahulu, halaman Gereja Kristen Jawa (GKJ) Manahan, Solo yang megah itu, sempat terasa sesak. Apalagi, bila waktu sudah menunjukkan pukul 17.30 Wib, orang terlihat lalu lalang di sekitar gereja. Semua sibuk menata ruangan, makanan dan minuman dijajar di halaman muka gereja. Para pengurus gereja ini sibuk mempersiapkan sajian berbuka puasa bagi umat muslim di sekitar Gereja Kristen Jawa Manahan Solo, Jawa Tengah.

Razia Laskar Mujahidin Dibubarkan Polisi

(Brebes, elsaonline.com) Puluhan anggota organisasi masyarakat Islam, Laskar Mujahidin, merazia sejumlah tempat hiburan malam di sekitar gedung Islamic Centre, Brebes, Jawa Tengah, Ahad (8/8)....

Penganut Aboge Awali Puasa 12 Agustus

(Banyumas, elsaonline.com) - Penganut Islam Aboge (Alip Rebo Wage) di wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, meyakini awal bulan Ramadhan akan jatuh pada hari Kamis,...

Lazim, Pesan Simbolik dalam Agama

(Semarang, elsaonline.com)- “Pada intinya saya ingin memetakan tiga pola penafsiran dan dua pendekatan” demikian ungkap Abu Hapsin di awal pertemuan diskusp Peta Pemikiran Islam...

Kunjungi eLSA di

346FollowersFollow
5,578FollowersFollow
58SubscribersSubscribe

POPULER

Potensi Toleran dan Intoleran dalam RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan

Semarang, elsaonline.com – Rancangan Undang-Undang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan (RUU PPK) telah disahkan Badan Legislasi (Baleg) DPR. Menelaah pasal demi pasal dalam RUU...

Penganut Sapto Darmo: “Mati Saja Sulit, Apalagi Hidup”

Penganut Sapto Darmo di Desa Cikandang Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes ada empat kepala keluarga (KK), mereka hidup penuh dengan tekanan dari berbagai lapisan...

Narasi-narasi Penguasa tentang Pancasila

Oleh: Tedi Kholiludin Narasi dan ideologi merupakan dua bahasan yang memiliki keterkaitan yang cukup dekat. Seturut dengan bahasan tentang Pancasila, narasi menjadi cara bagi penguasa...

Isu-isu dalam Konflik Bernuansa Agama

Oleh: Tedi Kholiludin Dua peristiwa terakhir yakni tragedi yang menimpa Muslim Syiah di Sampang (26/8) dan penembakan terhadap terduga jaringan teroris di Solo (31/8) kembali...