Sunday, February 25, 2018
Home Kang Manto

Kang Manto

Rubrik ini berisi artikel, kolom dan refleksi dari Sumanto Al Qurtuby

Sekuler tidak Sekuler

Oleh: Sumanto Al Qurtuby Suatu saat saya pernah diajak professor missiologi Lawrence Yoder mengikuti kebaktian Minggu di Gereja Mennonite Park View yang tidak jauh dari...

Leuven, Belgia: Keragaman Etnik dan Budaya

Oleh Sumanto Al Qurtuby Buku mungil karya Revindo ini menarik untuk dicermati. Buku berjudul Sebuah Catatan tentang Para Saudara di Eropa ini semacam “catatan jurnalistik”...

Kaum Perempuan dalam Tradisi Kristen dan Islam

Oleh Sumanto Al Qurtuby (Kroc Institute, University of Notre Dame) Di negara manapun di dunia ini—baik negara yang sudah maju maupun belum maju—cerita dan sejarah perempuan...

Komunisme Kok Ditakuti?

Oleh: Sumanto Al Qurtuby Apa sebetulnya yang dikhawatirkan dari “makhluk” yang bernama komunis itu sehingga spanduk dan poster antikomunis dipajang dimana-mana, diskusi-diskusi tentang sosialisme-komunisme dibubarkan,...

Misunderstanding Islam-Kristen

Oleh: Sumanto Al Qurtuby Waktu belajar resolusi konflik dan studi perdamaian (conflict resolution and peace studies) di Eastern Mennonite University, Harrisonburg, Virginia, Amerika Serikat, saya...

Islam di Tiongkok dan China Muslim di Jawa Pada Masa Pra-Kolonial Belanda

Oleh Sumanto Al Qurtuby   (Orasi Kebudayaan Hari Ulang Tahun LPM Justisia ke 18) Saya ingin mengawali orasi kebudayaan ini dengan mengutip sebuah teks klasik China dalam...

Baik Buruk Agama: Jalan Menuju Dialog

Oleh: Sumanto Al Qurtuby “The most fanatical and cruelest political struggles are those that have been colored, inspired, and legitimized by religion,” demikian kata Hans...

Kunjungi eLSA di

320FollowersFollow
5,400FollowersFollow
42SubscribersSubscribe

POPULER

Penganut Sapto Darmo: “Mati Saja Sulit, Apalagi Hidup”

Penganut Sapto Darmo di Desa Cikandang Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes ada empat kepala keluarga (KK), mereka hidup penuh dengan tekanan dari berbagai lapisan...

Akulturasi Budaya Islam dan China di Nusantara

Oleh: Sumanto Al Qurtuby Di Solo, Jawa Tengah, pernah ada sebuah pementasan karya tari bertajuk Bedhaya Layar Cheng Ho. Pementasan ini sungguh menarik perhatian saya....

“Kebudayaan Masyarakat Semarang Lebih Egaliter”

  Tubagus Svarajati, lama berkecimpung di dunia seni. Sempat menekuni Fotografi, saat ini Tubagus lebih dikenal sebagai kritikus seni rupa. Dia adalah pendiri Rumah Seni...

Masjid Pekojan, Peninggalan Pedagang Gujarat di Semarang

 Masih di Semarang, satu lagi masjid tua yang berjasa besar dalam penyebaran Islam di Jawa. Masjid Jami’ Pekojan adalah satu di antara masjid-masjid...