Konflik Komunal Berskala Besar Sudah Selesai

0
98
Zainal Abidin Baqir saat menyampaikan presentasinya. [Foto: TKh]

Zainal Abidin Baqir saat menyampaikan presentasinya. [Foto: TKh]
Zainal Abidin Baqir saat menyampaikan presentasinya. [Foto: TKh]
[Salatiga –elsaonlinecom] Sejak 2004, konflik-konflik komunal berskala besar bisa dikatakan selesai. Konflik etnis maupun agama yang sampai mengakibatkan hilangnya nyawa, sudah tidak ada lagi. Walaupun begitu, konflik-konflik berskala kecil kemudian banyak terjadi setelah itu, dan lebih sering terjadi di wilayah dimana sebelumnya ada konflik besar.

Peta tersebut disampaikan oleh Zainal Abidin Baqir, pengajar di Program Studi Agama dan Lintas Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dalam sebuah diskusi tentang penanganan ujaran kebencian, pertengahan Desember tahun lalu. Menurut Zainal, meredanya konflik-konflik besar itu salah satunya disebabkan oleh efektivitas intervensi keamanan oleh negara. “Konflik pada gilirannya memang tidak membesar,” terang Zainal. Namun, ia mengingatkan bahwa sebab-sebab utama dari konflik itu belum disasar dengan efektif.

Tentang kenapa sebuah konflik berakhir, Zainal mengidentifikasi tiga sebab. “Ada konflik yang berakhir karena ada kesepakatan seperti Aceh, Poso dan Ambon. Juga konflik yang selesai karena ‘kemenangan’ satu kelompok dan model konflik yang berakhir tanpa resolusi,” imbuhnya.

Berakhirnya periode konflik komunal, mengawali maraknya konflik-konflik berbasis identitas, walaupun magnitudenya lebih kecil. “Dua isu besar ada dalam arus ini, yakni pembangunan rumah ibadah dan soal ‘penodaan agama’ atau ‘aliran sesat.’ Kedua jenis konflik tersebut memiliki beberapa karakteristik antara lain, ada masa naik-turun, perubahan target yang dulunya penghayat sekarang menyasar kelompok Syiah dan Ahmadiyah dan sebagainya,” Zainal menjelaskan.

Gambaran tentang intervensi keamanan, menurut Zainal cukup bervariasi. Ada cerita sukses, tapi juga tak jarang ada kritik karena keterlambatan intervensi serta keragu-raguan. Tentang upaya untuk merubah situasi konfliktual itu, Zainal mengusulkan agar aparat keamanan memperbaiki kemampuan mencegah konflik. [elsa-ol/TKh-@tedikholiludin/001]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here