Pemakaman Sapta Darma Brebes Bukan Bantuan Dari Pemerintah

0
17
Membersihkan Makam: Salah satu penganut Sapta Darma sedang membersihkan makam yang berada di Desa Sigentong Kecamatan Wanasari. Foto: Ceprudin

Membersihkan Makam: Salah satu penganut Sapta Darma sedang membersihkan makam yang berada di Desa Sigentong Kecamatan Wanasari. Foto: Ceprudin
Membersihkan Makam: Salah satu penganut Sapta Darma sedang membersihkan makam yang berada di Desa Sigentong Kecamatan Wanasari. Foto: Ceprudin
[Brebes, elsaonline.com] – Ketua Yayasan Srati Darma (Yasrad) Kabupaten Brebes Carlim menegaskan, Pemakaman Penganut Kepercayaan Sapta Darma di Kabupaten Brebes bukan bantuan dari pemerintah. Pemakaman yang ada di dua tempat itu, kata Carlim, merupakan hasil iuran anggota Sapta Darma karena adanya kasus penolakan pemakaman yang menimpa anggotanya.
Pada Desember 2014, jenazah penganut Sapta Darma di desa Siandong Kecamatan Larangan ditolak dimakamkan di pemakaman umum oleh warga sekitar dan perangkat desa. Jenazah akhirnya dengan terpaksa dimakamkan di pekarangan rumah sendiri.
Penganut Sapta Darma sudah melakukan negosiasi dengan perangkat desa, namun permohonan penganut Sapta Darma akhirnya ditolak. Sejak tahun 2006 hingga 2015 sudah ada 5 jenazah penganut Sapta Darma yang ditolak di pemakaman umum.
“Pemakaman khusus Sapta Darma yang ada di Brebes itu bukan bantuan dari pemerintah. Dana untuk buat pemakaman itu murni hasil iuran warga (anggota) kami, itu karena adanya ketakutan terjadi penolakan pemakaman,” kata Carlim, saat ditemui di rumahnya di Desa Cikandag, Kersana, Brebes.

Kota Inklusif
Menurutnya, gagasan Brebes Inklusif harus juga menyeimbangkan dengan gejolak keagamaan yang ada di masyarakat. Hematnya, jika suatu kabupaten atau kota ingin menjadi kota inklusif, kasus-kasus yang ada harus selesai dengan adanya campur tangan dari pemerintah.
“Umpanya soal pemakaman, maka dalam proses penyelesaiannya pemerintah harus terlibat. Kalau kami sendiri yang berusaha menyelesaikan persoalan ini maka itu bukan perangkat pemerintah yang inklusif, tapi hanya warganya saja. Padahal namanya inklusif harus menyeluruh,” papar Carlim.
Seperti diketahui, Pemakaman Penganut Sapta Darma di Kabupaten Brebes terdapat di dua tempat. Pemakaman itu berada di Desa Sigentong Kecamatan Wanasari, dan di Desa Kalenpandan Kecamatan Larangan, Brebes. Kedua pemakaman ini disediakan karena adanya kasus penolakan pemakaman.[elsa-ol/CEP-@Ceprudin/003]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here