Pembakaran Sanggar Dijadikan Peristiwa Bersejarah

0
145
Sanggar Candi Busono milik warga Sapta Darma di Dukuh Blando, Desa Plawangan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Foto: Abdus Salam

Sanggar Candi Busono milik warga Sapta Darma di Dukuh Blando, Desa Plawangan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Foto: Abdus Salam
Sanggar Candi Busono milik warga Sapta Darma di Dukuh Blando, Desa Plawangan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Foto: Abdus Salam
[Rembang-elsaonline.com] Ketua Persatuan Sapta Darma (Persada) Kabupaten Rembang, Sutrisno berharap peristiwa pembakaran sanggar Candi Busono yang terjadi di Dukuh Blando, Desa Plawangan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah, dapat diambil pelajaran. Menurutnya, peristiwa tersebut perlu dijadikan moment tertentu untuk diperingati, setiap tahunnya.

Saat ditemui dikediamannya, Sutrisno menceritakan, pada dasarnya dirinya ingin kejadian tersebut diperingati oleh warga Sapta Darma sebagai hari yang penuh dengan sejarah.

“Kebetulan kejadian kemarin kan pas tanggal 10 Nopember. Jadi, saya ingin kejadian pembakaran tersebut dijadikan hari yang bersejarah,” tuturnya.

Selain itu, dia menjelaskan, latar belakang munculnya kasus pembakaran sanggar tersebut dijadikan moment bersejarah yang harus diperingati. Disampaikan, kejadian itu menjadi bukti pengorbanan warga Sapta Darma yang telah dilakukan untuk memperjuang pendirian sanggar.

“Untuk sebutan namanya sendiri masih saya pikirkan, mencari nama yang cocok dengan peristiwa itu,” jelasnya.

Sekadar mengingatkan, peristiwa pembakaran Sanggar Candi Busono terjadi Selasa (10/11/15) sekitar pukul 10.30 WIB. Kerugian yang ditanggung sekitar Rp. 100 juta meski Sanggar tersebut masih dalam proses pembangunan. [elsa-ol/@AbdusSalamPutra-Salam/003]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here