Pemerintah Paparkan Pencapaiannya

0
45
(Dari kiri ) Ketua Penghubung Karya Kerasulan Keuskupan Agung Semarang (PKAAS) R. Sugihartanto, PR menyerahkan kenang-kenangan kepada pemateri diskusi sesi kedua Eko Sulistyo Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan, dan (di sisi kanan )R. Yohanes Kristian Herdianto Ketua Vox Point Indonesia DPD Jawa Tengah sebagai moderator diskusi sesi kedua. dok. Alaik

Semaarang elsaonline.comDeputi IV Kepala Staf Kepresidenan Eko Sulistyo menerangkan kinerja pemerintahan dari segi, infrastruktur, elektrifikasi, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi rakyat, revolusi industri, dan deregulasi atau kemudahan perizinan.

Indikator ekonomi penting menunjukkan angka kemiskinan menurun, pertumbuhan ekonomi stabil, inflasi terkendali, ketimpangan pendapatan menurun dan pengangguran menurun. Pemerintah mencanangkan pembangunan berbagai wilayah.

Indikator ekonomi penting menunjukkan angka kemiskinan menurun, pertumbuhan ekonomi stabil, inflasi terkendali, ketimpangan pendapatan menurun dan pengangguran menurun. Pemerintah mencanangkan pembangunan berbagai wilayah.

“Melalui pendekatan Indonesia sentris, pemerintah membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Jawa untuk mengatasi ketimpangan antar wilayah. Berikut pembagian dananya yaitu Kalimantan 24 proyek Rp 564 triliun, Sulawesi 27 proyek Rp 155 triliun, Maluku dan Papua 13 proyek Rp 444 triliun, Bali dan Nusa Tenggara 15 proyek Rp 11 triliun, Jawa 93 proyek Rp 1.065 triliun, dan Sumatera 61 proyek Rp 638 triliun,”

Proyek infrastruktur akan bertujuan pemerataan antar wilayah, pemerintah terus mendorong elektrifikasi dan kebijakan BBM Satu Harga yang dapat berdampak pada peningkatan daya saing dan kesejahteraan masyarakat di luar Jawa.

“Target pemerintah hingga akhir 2019 akan beroperasi lembaga penyalur BBM satu harga di 159 lokasi3T (terdepan, terluar dan tertinggal),” tutur alumnus Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret dalam diskusi “Implementasi Sila V Pancasila: Realita dan Tantangannya” yang diselenggarakan Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) Jawa Tengah di Keuskupan Agus Semarang, Sabtu (15/9).

Pemerintah terus meningkatkan jangkauan penerima Kartu Indonesia Sehat dan Jaminan Kesehatan Nasional, dan secara khusus memberi perhatian besar bagi kesehatan ibu dan anak. Jumlah penerima Kartu Indonesia Sehat yang dibebaskan dari iuran sebanyak 92,4 juta jiwa sampai dengan Agustus 2018.

Selain itu pendidikan bgi siswa kurang mampu dengan memberikan Kartu Indonesia Pintar serta evaluasi terhadap pendidikan vokasi agar lulusannya dapat memenuhi kebutuhan industri.

“Hingga Agustus 2018, 20 juta siswa telah menerima Kartu Indonesia Pintar,” papar mantan Ketua KPUD Kota Solo periode 2003-2008.

Demi menciptakan keadilan pemberdayaan ekonomi rakyat dan pengurangan kesenjangan sosial adalah melalui pemberian sertifikat dan hak pengelolaan hutan bagi para petani miskin, serta penyaluran dana desa secara signifikan di lebih dari 74 ribu desa. Total capaian sertifikat sampai dengan 15 Februari sebanyak 6.490.259 sertifikat, dan dana desa yang telah tersalurkan sebanyak 128 triliun di 74 ribu desa.

Setali tiga uang dengan pemerataan ekonomi kerakyatan, pemerintah juga telah menetapkan sekto-sektor industri strategis yang akan terus didorong pengembangannya sebagai bagian dari jalan utama untuk mencapai Indonesia yang maju dan sejahtera.
“Kita fokus di lima sektor dalam revolusi industri yaitu food and beverage, textile and apparel, automotive, electronics, dan chemical,” tambah pria kelahiran Kendal.

Eko Sulistyo menutup penjelasan bahwa prestasi pemerintah hari ini tentu memberikan peringatan pentingnya menjaga demokrasi, sebab saat ini indeks demokrasi Indonesia menurun dan mendekati gagal
Usai kegiatan seminar, para peserta yang beragama Katolik diperkenankan untuk mengikuti misa. Hal ini sebagai wujud syukur atas eksistensi FMKI dalam merespon permasalahan kehidupan sosial politik.

“Dalam RIKAS 2016-2035 gereja harus bersikap inklusif bekerjasama dengan semua pihak, berkarya dengan kreatif dan inovatif, serta transformatif,” ujar R. Sugihartanto, PR.[elsa-ol/Alhilyatuz]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here