Survei Wahid: Perempuan Lebih Toleran dibanding Laki-laki

0
186
Direktur Wahid Foundation, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman atau Yenny Wahid, mempresentasikan hasil survei nasional tentang kehidupan keagamaan di Hotel Mandarin, Jakarta, 30 Januari 2018. Foto: Ceprudin

Jakarta, elsaonline.com – Hasil survei Wahid Foundation menunjukan perempuan lebih toleran daripada laki-laki. Survei nasional bertema toleransi sosial keagamaan di kalangan perempuan muslim itu menunjukkan, sebanyak 80,8 persen perempuan tidak bersedia menjadi radikal.

Sementara laki-laki yang tidak bersedia menjadi radikal hanya 76,7 persen. Selain itu, dukungan perempuan terhadap kebebasan menjalankan ajaran agama atau keyakinan di Indonesia cukup tinggi, mencapai 80,7 persen.

“Karena itu rekomendasi terkait peran perempuan muslim dalam membangun nilai toleransi dan perdamaian,” kata Direktur Wahid Foundation, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman atau Yenny Wahid, di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Senin, 29 Januari 2018.

Wahid Foundation melakukan survei ini bersama dengan United Nation Women dan Lembaga Survei Indonesia yang dilakukan pada Oktober 2017. Survei ini melibatkan 1.500 responden laki-laki dan perempuan dengan margin of error 2,6 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil survei juga menunjukan angka perempuan intoleran lebih sedikit dibanding laki-laki. Perempuan intoleran sebanyak 55 persen sedangkan laki-laki 59,2 persen. Perempuan juga memiliki lebih sedikit kelompok yang tidak disukai 53,3 persen, dibanding laki-laki 60,3%.

Agen Perdamaian

“Makin banyak yang tidak disukai, artinya makin menunjukkan intoleransi tinggi. ujarnya. Maka perempuan Indonesia memiliki potensi menjadi agen perdamaian,” lanjut Yenny.

Survei nasional juga melihat kesetaraan gender dipersepsikan oleh perempuan muslim di Indonesia. Hasilnya, 14,9 persen perempuan mendukung pandangan dan sikap progresif tentang gender. Sebanyak 8,6 persen perempuan juga mendukung pandangan dan sikap yang pro keadilan gender.

“Ini menunjukan jika upaya pengarusutamaan gender dan pemberdayaan perempuan, merupakan agenda strategis dalam upaya penguatan toleransi dan perdamaian di kalangan perempuan,” tambah Yenny.

Perwakilan United Nation Women Representative, Sabine Machl, menilai hasil survei ini menunjukkan peran penting dalam penyebaran nilai toleransi dalam komunitas.

“Ini sangat penting memperlihatkan perempuan untuk menempati posisi dalam kepemimpinan. Ini mengundang kita melihat apa bisa dilakukan perempuan sebagai agen perubahan,” kata Sabine. [Cep/003]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here