Tanamkan Toleransi, eLSA Gelar Turnamen Bola Voli Putri

0
170
Memberikan Piala: Ketua Yayasan Pemberdayaan Komunitas (YPK) Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA), Tedi Kholiludin memberikan piala pada perwakilan tim peraih juara 1 SMA Negeri 11 Semarang. Foto: Munif Ibnu

Semarang, elsaonline.com – Yayasan Pemberdayaan Komunitas (YPK) Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia menggelar acara turnamen bola voli puteri tingkat SMA/ SMK/ sederajat se Jateng.

Turnamen digelar di Gedung Olahraga UIN Walisongo Semarang pada Sabtu hingga Senin, (16-18/12/17). Turnamen yang diikuti 16 sekolah se Jateng itu mengangkat tema “membudayakan sikap sportif dan bertanggung jawab pada siswi SMA/sederajat untuk membentuk generasi muda yang toleran dan berprestasi”.

Ketua YPK eLSA, Tedi Kholiludin dalam sambutannya menyampaikan, perlombaan bola voli selain sebagai sarana silaturahmi, juga untuk menanamkan sikap sportif dan toleransi. Baginya, lomba adalah miniatur kehidupan dalam keberagaman.

“Meski pada akhirnya ada yang menang dan kalah, namun bagaimana kemenangan itu diraih dengan cara yang sportif dan nantinya tidak jumawa. Atau dalam istilah Jawa menang tanpa ngasorake (menang tanpa merendahkan, red),” paparnya dalam pembukaan acara, Sabtu (16/12/17) siang.

Perempuan Bisa

Demikian juga, lanjut Tedi, kalah bukan berarti kegagalan, tapi keberhasilan yang disesuaikan dengan usahanya. “Usaha tak pernah membohongi hasil,” katanya.

Ketua Panitia Turnamen Bola Voli, Siti Rofiah, menambahkan perlombaan yang hanya dikhususkan untuk puteri tujuannya untuk membuktikan kepada publik. Utama masyarakat yang masih memegangi budaya patriarkhi, bahwa perempuan juga memiliki kemampuan dalam olahraga.

“Kita saksikan bersama, perempuan juga luar biasa dalam bermain voli. Mereka terlatih. Jadi jangan sekali-kali punya anggapan perempuan itu memiliki keterbatasan kemampuan. Laki-laki dan perempuan itu memiliki bakat kemampuan dan intelektual yang sama. Kalau belajar ya bisa,” katanya di sela menyaksikan pertandingan.

Turnamen yang diikuti 16 tim puteri dari SMA atau sederajat se Jateng memperebutkan Juara satu hingga empat. Juara satu mendapatkan uang pembinaan sebanyak Rp. 5.000.000, trophi dan sertifikat. Juara dua Rp. 3.500.000, trophi dan sertifikat. Juara tiga Rp. 2.500.000, trophi dan sertifikat. Juara empat Rp. 1.500.000, trophi dan sertifikat.

Juara satu diraih oleh SMA Negeri 11 Semarang, juara dua SMK Pancasila 7 Pracimantoro Wonogiri, juara tiga MA Nahdlatul Ulama Limpung Batang dan juara empat SMK Bhakti Nusantara Demak. [KA/Cep]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here