elsaonline.com

Voice of the voiceless

Aktivitas Pemuda Sedulur Sikep Kembali Bergairah

2 min read

Gumani (kiri) dan Faiz Riyandi. [Foto: Mustaqim]

Gumani (kiri) dan Faiz Riyandi. [Foto: Mustaqim]
Gumani (kiri) dan Faiz Riyandi. [Foto: Mustaqim]
[Kudus –elsaonline.com] Era pemerintahan Orde Baru telah menanamkan memori pahit bagi warga Sedulur Sikep. Aktivitas apapun bentuknya, selalu diawasi. Beberapa diantaranya bahkan memaksa mereka berhadap-hadapan dengan moncong senjata. Imbasnya, tidak cukup banyak pemuda Sedulur Sikep banyak yang beraktivitas memperjuangkan haknya.

Tapi, kondisi sekarang sudah jauh berbeda. Menurut Budi Santoso, salah satu warga Sedulur Sikep Kudus, situasi sekarang memberi peluang bagi semua warga Negara untuk memperjuangkan haknya. “Pemerintahan sekarang kan, sepertinya punya itikad baik, jadi kami sebagai warga minoritas ikut merasakan kebebasan bersuara ini. Kami dengan dibantu teman-teman yang lain mencoba menyampaikan keluhan yang selama ini dirasakan oleh warga Sedulur Sikep,” terang Santoso, rabu (1/4).

Budi Santoso menyadari bahwa perjuangan Sedulur Sikep tidaklah mudah. Prosesnya pun cukup panjang. Maka dari itu, ia meminta para pemuda Sedulur Sikep untuk giat memperjuangkan hak-hak warganya.

Sejak pertengahan Maret kemarin, pemuda Sedulur Sikep kembali menggiatkan aktivitasnya. Faiz Riyandi, koordinator pemuda Sedulur Sikep Kudus mengatakan bahwa mereka saat ini rutin menggelar pertemuan. “Dua minggu sekali kami bertemu bareng. Utamanya adalah untuk nguri-nguri ajaran leluhur dan bagaimana cara untuk melestarikan ajaran leluhur,” sapa pemuda yang akrab dipanggil Andi.

Andi menambahkan, selain belajar tentang ajaran mereka juga mulai membicarakan mengenai hak warga negara dan bagaimana stigma seringkali dilekatkan dengan penganut Sedulur Sikep.

Ardiyanto, pemuda Sedulur Sikep lainnya menambahkan bahwa pertemuan-pertemuan biasanya diikuti oleh 20 orang. “Kami tetap dibimbing oleh para sesepuh. Mereka yang mengarahkan bagaimana kita harus melangkah dan dengan siapa kita berjejaring,” tukas Ardi.

Saat ini, pemuda Sedulur Sikep juga turut aktif dalam kegiatan interfaith di Kudus. “Kami turut berpartisipasi dalam jejaring lintas iman di Kudus. Ikut terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang melibatkan kelompok lintas iman,” terang Gumani, juga pemuda Sedulur Sikep Kudus. Menurut Gumani, aktivitas pemuda Sedulur Sikep sebenarnya sudah ada cukup lama, namun relatif tertutup karena menghindari pengawasan pemerintah. Kembali bergiatnya aktivitas pemuda Sedulur Sikep cukup membuat Gumani optimis, kalau ajaran ini akan terus terjaga dan terpelihara. [elsa-ol/TKh-@tedikholiludin/001]

Baca Juga  Jalan Salib, Jalan Pengharapan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *