elsaonline.com

Voice of the voiceless

Kepala PKUB: “Kita Tetap Kawal dan Dukung Pembangunan GBI Tlogosari”

3 min read

Kepala PKUB, Nifasri (tengah), saat berkunjung ke GBI Tlogosari, Kota Semarang. [Foto: Sidik]

[Semarang, elsaonline.com] Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Nifasri, yang hadir di Gereja Baptis Indonesia (GBI) Tlogosari, Kota Semarang, pada Rabu, 28 Oktober 2020 mengatakan kepada semua pihak untuk mengawal dan mendukung pembangunan GBI Tlogosari.

“Kita semua tetap mengawal dan mendukung pembangunan dari Gereja ini (GBI Tlogosari). Sebab semua orang itu bebas memilih agama. Dan telah diatur di dalam Undang-undang yang ada. Maka dari itu kita harus mengikuti aturan itu, jangan sampai kita melanggar aturan tersebut,” tuturnya pada saat sarasehan di GBI Tlogosari.

Nifasri yang disambut hangat dengan pengalungan rangkaian bunga melati oleh Gembala Sidang GBI Tlogosari, Wahyudi, turut menghaturkan syukur karena permasalahan GBI dapat selesai dengan baik.

Pria yang telah merampungkan pendidikan doktoralnya di UIN Sunan Gunung Jati tersebut menuturkan, kedatangannya di Semarang, khususnya di GBI Tlogosari bermaksud untuk melihat lebih dekat Malangsari dan sekaligus belajar untuk dibagikan ke berbagai daerah.

“Penyelesaian permasalahan yang ada di Semarang ini saya harap dapat menjadi contoh dalam menyelesaikan permasalahan di berbagai daerah,” tuturnya di hadapan perwakilan dari berbagai agama dan penghayat kepercayaan Kota Semarang.

Nifasri mengingatkan, semua orang harus saling menghormati keteguhan dalam konteks beragama. Namun, jangan sampai keteguhan itu menjadi sebab untuk merendahkan agama lain. Jangan sampai, menurut Nifasri, agama menjadi sebab atau alasan untuk saling memusuhi dan membenci satu sama lain.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Tengah, Taslim Syahlan, mengatkan bahwa pihaknya akan terus merawat keberagaman di Jawa Tengah khususnya di Semarang dengan terus menggandeng semua agama dan juga penghayat kepercayaan.

Baca Juga  Puja-Puji Bersama Pemuka Lintas Agama

“Kami akan terus membangun keberagaman dengan tetap menggandeng teman-teman dari penghayat kepercayaan,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga akan terus mengawal pembagunan GBI Tlogosari dan mendukung pembangunan rumah ibadah yang ada di Jawa Tengah. Hal tersebut disampaikan setelah kegiatan Selametan Kebangsaan beberapa waktu lalu yang diselenggarakan di GBI Tlogosari.

Gembala Sidang GBI Tlogosari, Wahyudi, mengungkapkan jika dirinya dan jemaat merasa senang sekali atas kunjungan dari Kepala PKUB Kemenag RI. Dirinya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya Nifasri yang telah menyempatkan waktu untuk datang di GBI Tlogosari.

Atas kedatangan Kepala PKUB, Wahyudi menyampaikan apresiasi karena beliau mau datang dan bahkan akan menjadikan cara penyelesaian permasalahan GBI Tlogosari sebagai percontohan di daerah-daerah lainnya.

“Saya sangat mengapresiasi beliau (Kepala PKUB) yang telah berkenan datang bahkan mengatakan untuk penyelesaian permasalahan gereja ini dapat menjadi contoh di daerah-daerah lain. Ini tidak terlepas dari peran dan perjuangan teman-teman yang sudah mendampingi kami dari awal, seperti LBH Semarang, Gusdurian Semarang, Pelita, eLSA, dan yang lainnya termasuk teman-teman media. Sehingga Pak Kapus KUB mendengar dan sampai berkenan hadir di Tlogosari,” tuturnya pada saat dihubungi melalui aplikasi berbagi pesan WhatsApp, (29/10).

Menanggapi pernyataan yang disampaikan Kepala PKUB yang akan mengawal dan mendukung pembangunan GBI Tlogosari, Wahyudi, merasa terayomi dan legitimasi pembangunan gereja yang terletak di Jalan Malangsari semakin kuat disamping ada teman-teman advokasi GBI Tlogosari yang juga mengayomi pihaknya sedari awal sampai saat ini.

“Kedatangan pak Kepala PKUB ke sini tidak lepas dari kontribusi besar dari teman-teman yang telah mendampingi kami sampai pada saat ini. Alasan kedatangan beliau berkaitan dengan acara Selametan Kebangsaan yang diinisiasi kawan-kawan dan peran Pak Taslim yang memberi informasi kepada Pak Nifasri,” pungkasnya. [Sidik Pramono]

Baca Juga  Gus Mus, Kyai Sederhana dan Rendah Hati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *