Pemuda Harus Perkuat Toleransi Beragama

Semarang-elsaonline.com Banyaknya konflik antarumat beragama salah satunya disebabkan oleh kesalahpahaman dan ketidaktahuan dalam mengenali pemeluk agama yang berbeda.

Hal itu disampaikan peneliti Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA), Khoirul Anwar, dalam memberikan refleksi kebangsaan pada acara Peringatan Hari Toleransi yang diselenggarakan Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) di GPIB Immanuel Kota Semarang, Sabtu (30/11) malam.

Menurut Wakil Sekretaris PWNU Jawa Tengah itu, antar pemeluk agama perlu banyak melakukan perjumpaan, baik melalui kegiatan kemah bersama, olah raga, diskusi dan yang lainnya.

“Ruang-ruang perjumpaan seperti ini perlu diperbanyak, tujuannya supaya masing-masing dari pemeluk agama dapat saling mengetahui dan mengenali pemeluk agama yang lain. Kita harus tahu bahwa orang lain kalau disakiti akan merasa sakit, begitu juga dengan kita, karena itu kita jangan menyakiti,” paparnya.

Toleransi
Bagi penulis buku Berislam di Era Milenial, toleransi adalah menghargai dan menghormati manusia dengan sepenuhnya. Peringatan Hari Toleransi tidak boleh berhenti pada seremoni saja, tapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika ada peristiwa hak asasi manusia dirampas, dikurangi atau dihilangkan, maka kita semua wajib menolak, menghilangkan kezaliman tersebut,” katanya.

Terlebih bagi anak-anak muda yang lebih dekat dengan tekhnologi harus berperan aktif dalam menyuarakan ajakan-ajakan toleransi.

“Bisa dikatakan, masa depan toleransi ada di tangan anak-anak muda. Jika anak muda punya kepedulian terhadap toleransi maka masa depan kita optimis. Tapi jika anak muda terlibat dalam radikalisme dan berbuat intoleran maka bangsa kita di masa mendatang akan dipenuhi kekerasan. Karena itu, anak-anak muda harus memperkuat, menerapkan dan menyebarkan nilai-nilai toleransi,” jelasnya. [Alfin/elsa-ol]

Baca Juga  Penyederhanaan Pembangunan Rumah Ibadah
spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

Politik Penundaan dan Tata Kelola Kebebasan Beragama

Oleh: Tedi Kholiludin Kasus terkatung-katungnya pembangunan Gereja Beth-El Tabernakel (GBT)...

Kepenyintasan Kultural: Peran Komunitas Membentuk Kota

Kota tidak lahir dari rancangan semata, melainkan tumbuh dari...

Pola Lama Mekanisme Sama

Oleh: Tedi Kholiludin Dua peristiwa tak mengenakkan yang berkaitan dengan...

Perlindungan Pembela HAM di Era Digital: Catatan untuk Revisi UU HAM

Oleh: Tedi Kholiludin Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) telah meluncurkan...

2 KOMENTAR

  1. Apakah eLsa memiliki program yang secara khusus melibatkan generasi muda untuk mempromosikan Islam moderat?

  2. Apakah eLsa memiliki program yang secara khusus melibatkan generasi muda untuk mempromosikan Islam moderat?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini