Problem Kebebasan Beragama di Jawa Tengah Dipetakan

FGD tentang Toleransi dan Kebebasan Beragama di Jawa Tengah
FGD tentang Toleransi dan Kebebasan Beragama di Jawa Tengah
[Semarang –elsaonline.com] Jum’at (29/8), SETARA Institute menggelar Focus Group Discussion tentang Toleransi dan Kondisi Jaminan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Provinsi Jawa Tengah 2014. Bertempat di Hotel Santika Premiere, Semarang diskusi diikuti oleh 12 peserta.

Selain dari kalangan aktivis yang selama ini bergiat dalam isu Kebebasan Beragama dan Berkyakinan (KBB) di Jawa Tengah seperti Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA), hadir juga perwakilan dari Sedulur Sikep, Ahmadiyyah, Khonghucu dan Kelompok Kristen Unitarian.

Bonar Tigor Naipospos, Wakil Direktur SETARA Institute mengatakan bahwa diskusi ini bertujuan untuk memperoleh informasi faktual kondisi KBB di wilayah Jawa Tengah dan memetakan harapan baru perbaikan kondisi KBB pada era kepemimpinan Jokowi-Jusuf Kalla.

Ceprudin, Khoirul Anwar dan Tedi Kholiludin dari eLSA menyampaikan banyak data tentang konflik bernuansa agama yang terjadi di Jawa Tengah selama tahun 2011-2013. Secara khusus, Anwar menyoroti kasus-kasus yang berkaitan dengan diskriminasi yang menimpa penghayat kepercayaan di Jawa Tengah.

Sementara Ariyanto Nugroho dari Kristen Unitarian juga menyampaikan diskriminasi yang menimpanya, terutama yang didapati dari kelompok Kristen sendiri. “Cuma memang tidak ada tekanan dalam bentuk fisik,” ungkap Ari.

Pemetaan terhadap kondisi kebebasan beragama dan berkeyakinan di Jawa Tengah ini tentu sesuatu yang penting, selain bagi pemerintah daerah Propinsi Jawa Tengah sendiri juga untuk pemerintahan pusat. Kebijakan dalam bidang agama, kerapkali tidak mengindahkan potensi keragaman yang dimiliki. [elsa-ol/TKh-@tedikholiludin]

Baca Juga  eLSA Harus Konsisten Membela Hak Minoritas
spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

Kepenyintasan Kultural: Peran Komunitas Membentuk Kota

Kota tidak lahir dari rancangan semata, melainkan tumbuh dari...

Pola Lama Mekanisme Sama

Oleh: Tedi Kholiludin Dua peristiwa tak mengenakkan yang berkaitan dengan...

Perlindungan Pembela HAM di Era Digital: Catatan untuk Revisi UU HAM

Oleh: Tedi Kholiludin Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) telah meluncurkan...

Dekolonisasi HAM: Transformasi Kultural dan Mobilisasi Politik

Salah satu kritik terhadap penegakan hukum Hak Asasi Manusia...

Dinamika Dunia Sastra di Indonesia

Secara umum (terminologi), sastra dapat dimaknai sebagai bentuk karya...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini