Tokoh Lintas Agama Hadiri Pernikahan Sedulur Sikep

M. Rosyid memegang mikrophone sedang memberikan sambutan mewakili FKUB Kudus. [Foto: Wahib]
M. Rosyid memegang mikrophone sedang memberikan sambutan mewakili FKUB Kudus. [Foto: Wahib]
[Kudus –elsaonline.com] Malam itu (17/02) kediaman Budi Santoso, penganut Agama Adam yang lebih dikenal Sedulur Sikep atau Samin, di desa Larikrejo, Undaan Kudus, ramai kedatangan para tamu. Mereka datang untuk memenuhi undangan dalam acara pernikahan putri keduanya. Dari tamu-tamu yang hadir, hadir pula dari tokoh-tokoh lintas agama Kudus.

Kehadiran tokoh-tokoh lintas agama Kudus menjadikan suasana terlihat harmonis. Mereka terdiri dari berbagai elemen, dari Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Islam. Saling bersalaman dan memberikan senyum dan memberikan ucapan selamat, terlihat tidak ada perbedaan di antara mereka.

“Kami dari forum kerukunan umat beragama Kudus, hadir di depan bapak ibu sekalian di sini, ada tokoh dari Kriten, Katolik, Hindu Budha, dan saya sendiri dari Islam,” jelas M. Rosyid ketika memberikan sambutan mewakili Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kudus.

Rosyid menyatakan kehadiran dari FKUB Kudus ini sebagai bentuk toleransi dengan sesama bangsa, meskipun berbeda keyakinan. Keyakinan Agama Adam, lanjut Rosyid, yang dianut sedulur sikep sah dan diakui oleh negara. “Kalau ada yang menyatakan agama itu harus ada nabi dan kitab, itu bukan menurut agama tetapi menurut intelektual,” terangnya.

Apabila ada yang menyatakan bahwa Agama Adam yang dianut oleh sedulur sikep tidak diakui oleh pemerintah, pihak FKUB Kudus menyatakan siap untuk melakukan diskusi. Selain itu, FKUB Kudus juga akan membantu memperjuangkan hak-hak sedulur sikep sebagai warga negara.

“Kami siap berdiskusi apabila ada yang menyatakan apabila agama adam tidak diakui oleh negara, dan kami siap membantu memperjuangkan hak-hak sebagai warga negara sedulur sikep,” tandas Rosyid. [elsa-ol/Wahib-@zainal_mawahib/001]

Baca Juga  Marzuki Wahid : Buya Husein Muhammad Ulama Post-Tradisionalisme
spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

Hukum Lingkungan Internasional

Angin tidak punya KTP, sehingga kalau pencemaran udara terjadi...

Onderdistrict Tjilimoes

Buku ini berangkat dari pertanyaan sederhana, bagaimana perubahan yang...

Yaumul Quds: Politik Simbol dan Emosi Kolektif dalam Solidaritas Palestina

Oleh: Tedi Kholiludin Jarum jam belum genap menunjuk pukul 14.00...

EN (?): Konsep Ikatan Tak Terlihat dalam Budaya Jepang

Oleh : Iwan Madari (Pemerhati Kebudayaan Jepang) elsaonline.com Dalam hidup,...

Malam di Darut Taqrib: Duka, Solidaritas dan Harapan Dialog

Kami duduk bersama di bagian depan luar sebuah...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini