Program Desa Harus Disosialisasikan

Kepala Desa Siandong, Kecamatan Larangan, Brebes, M. Taufiq HS. [Foto: Cahyono]
Kepala Desa Siandong, Kecamatan Larangan, Brebes, M. Taufiq HS. [Foto: Cahyono]
[Brebes –elsaonline.com] Pengelolaan beras miskin (raskin) di tingkat pedesaan rawan terjadi penyimpangan. Tak sebatas soal pemerataan pembagian, namun yang paling rawan terjadi penyimpangan justru pada proses distribusinya. Ada sekelompok oknum yang memainkan untuk berkepentingan mereka sendiri.

Demikian disampaikan Kepala Desa Siandong, Kecamatan Larangan, Brebes, M. Taufiq HS, saat ditemui di rumahnya, Minggu (21/6/15) lalu. Ia memaparkan, terdapat oknum tertentu yang bermain dalam pengelolaan raskin. Sehingga, kata dia, pemantauan pemerintah daerah atau pusat terhadap pemerintah desa harus diperketat.

”Harus ada sosialisasi dan pembinaan program desa. Mafia raskin rawan di tingkat desa. Ada oknum yang bermain. Ini hampir terjadi di beberapa desa, di daerah Kabupaten Brebes,” kata kepala desa tersebut, tanpa membeberkan oknum siapa yang dimaksud.

Menurutnya, persoalan desa selain banyaknya oknum mafia yang bermain dalam pengelolaan raskin juga ada masalah pada sosialisasi anggaran desa. Kejelasan program desa tak kunjung selesai. Sosialisasi dari pemerintah wilayah atau pusat belum dirasa maksimal, sehingga program desa terhambat.

“Dana desa, sosialisasi belum maksimal. Misalnya soal buku panduan program. Sampai sekarang juga belum ada,” imbuhnya.

Lebih lanjut, laki-laki paruh baya itu menjelaskan, efektifitas program desa mengalami hambatan. Hal ini, kata dia, dampak dari anggaran desa yang tak kunjung cair. Rencana program jadi tak jelas, ditambah belum pahamnya pegawai desa dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan kompetensinya.

“Program desa masih blank, karena dana desa belum keluar. Di bawah belum siap, mereka hanya tahu bagaimana cara kerja keras, bukan pekerja keras,” jelasnya. Kalau saya, kata Taufiq menambahkan, banyak kritik atau bicara soal pembangunan justru di kecam. [elsa-ol/Cahyono-@cahyonoanantato/001]

Baca Juga  Tingkatkan Toleransi, Tali Akrap Gelar Kemah Lintas Agama
spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

Tidak Ada Ruang Publik Gratis dan Demokratis

Oleh: Alfian Ihsan Dosen Sosiologi Universitas Jenderal Soedirman   Apakah Anda selalu...

Hukum Lingkungan Internasional

Angin tidak punya KTP, sehingga kalau pencemaran udara terjadi...

Onderdistrict Tjilimoes

Buku ini berangkat dari pertanyaan sederhana, bagaimana perubahan yang...

Yaumul Quds: Politik Simbol dan Emosi Kolektif dalam Solidaritas Palestina

Oleh: Tedi Kholiludin Jarum jam belum genap menunjuk pukul 14.00...

EN (?): Konsep Ikatan Tak Terlihat dalam Budaya Jepang

Oleh : Iwan Madari (Pemerhati Kebudayaan Jepang) elsaonline.com Dalam hidup,...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini