Hukum Lingkungan Internasional

Angin tidak punya KTP, sehingga kalau pencemaran udara terjadi di satu wilayah, aliran angin akan bisa membawanya kemanapun. Demikian juga dengan karakteristik lingkungan lainnya. Sungai bisa saja punya mata air di negara A tetapi alirannya melewati banyak negara dan bermuara di negara lainnya lagi. Jika terjadi pencemaran air sungai tersebut, kadang tidak bisa begitu saja diselesaikan di satu wilayah negara tertentu. Buku ini disusun sebagai respons atas meningkatnya urgensi pemahaman isu-isu lingkungan dalam skala global yang semakin kompleks dan saling terhubung. Permasalahan seperti perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi lintas batas bukan lagi isu yang dapat diselesaikan oleh satu negara saja. Fenomena tersebut menuntut adanya kerangka hukum yang solid dan kerja sama multilateral yang efektif, di mana setiap mahasiswa hukum, hubungan internasional, dan studi lingkungan perlu memahaminya secara mendalam.
Tujuan utama penulisan buku ini adalah untuk menyediakan sumber belajar yang komprehensif, terstruktur, dan mudah dicerna bagi mahasiswa jenjang sarjana maupun pascasarjana. Buku ini dirancang tidak hanya untuk memaparkan teori dan instrumen hukum yang ada, tetapi juga untuk mengajak pembaca berpikir kritis melalui analisis studi kasus kontemporer dan contoh-contoh praktis. Dengan demikian, diharapkan lahir generasi baru para praktisi, akademisi, dan pembuat kebijakan yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga memiliki kepekaan dan mampu merumuskan solusi inovatif untuk tantangan lingkungan di masa depan.

Penulis: Benny D Setianto
Tebal Buku: xx + 436 halaman
Tahun Terbit: April 2026
Penerbit: eLSA
Harga: –

Baca Juga  Eklesia VIII
spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

Tidak Ada Ruang Publik Gratis dan Demokratis

Oleh: Alfian Ihsan Dosen Sosiologi Universitas Jenderal Soedirman   Apakah Anda selalu...

Onderdistrict Tjilimoes

Buku ini berangkat dari pertanyaan sederhana, bagaimana perubahan yang...

Yaumul Quds: Politik Simbol dan Emosi Kolektif dalam Solidaritas Palestina

Oleh: Tedi Kholiludin Jarum jam belum genap menunjuk pukul 14.00...

EN (?): Konsep Ikatan Tak Terlihat dalam Budaya Jepang

Oleh : Iwan Madari (Pemerhati Kebudayaan Jepang) elsaonline.com Dalam hidup,...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini