Kepenyintasan Kultural: Peran Komunitas Membentuk Kota

Kota tidak lahir dari rancangan semata, melainkan tumbuh dari cerita, kebiasaan, dan kebersamaan warganya. Dari cara mereka menjaga ruang, menghidupkan tradisi, hingga menanam makna di setiap sudut jalan. Di situlah letak kepenyitasan kultural, ketika komunitas menjadi penulis aktif atas kotanya sendiri.
Menyoroti bagaimana komunitas berperan membentuk wajah kota melalui inisiatif, pengetahuan lokal, dan daya cipta yang lahir dari keseharian. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan lintas disiplin, mempertemukan akademisi, praktisi, mahasiswa, peneliti, dan penggerak komunitas untuk berbagi gagasan, pengalaman, dan inspirasi tentang kota yang hidup dari bawah.]Kami berbangga dapat menjalin kerja sama dengan para penulis . Kolaborasi
kali ini memperluas jejaring pengetahuan dan memperkaya dinamika pertukaran gagasan. Tulisan-tulisan dalam buku ini ini juga mempertemukan berbagai perspektif, memperkuat sinergi lintas institusi, dan menegaskan pentingnya kolaborasi dalam membangun ruang akademik yang inklusif dan berkelanjutan.
Sejak awal, buku ini dirancang bukan hanya sebagai wadah akademik, melainkan sebaugai ruang dialog yang hangat dimana tempat ide dan aksi saling menyapa. Melalui tema “Kepenyitasan Kultural, Peran Komunitas Membentuk Kota,” kita diajak untuk meninjau ulang cara kita memahami kota, bukan sekadar hasil pembangunan fisik, tapi juga jejaring hubungan, nilai, dan kebersamaan yang terus tumbuh di dalamnya.
Kumpulan tulisan ini adalah jawaban dari undangan untuk berpikir dan bergerak bersama. Dari cerita-cerita komunitas yang menjaga ruang hingga riset yang menelisik praktik keseharian, buku ini mengajak kita menyusun kembali makna “membangun kota”, bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi tentang kehidupan yang saling merawat dan menguatkan.
Kota sebagai ruang hidup bersama dimana tempat budaya, komunitas, dan kepenyitasan bertemu untuk menulis masa depan yang lebih inklusif, adil, dan penuh makna.

Baca Juga  Laporan Tahunan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Jawa Tengah 2021

Penulis: Stebby Julionatan dkk
Editor : Fidelis Anggiornamento Saintio
Tebal Buku: xix + 315 halaman
Tahun Terbit: Juli 2026
Penerbit: eLSA
Harga: –

spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

Pola Lama Mekanisme Sama

Oleh: Tedi Kholiludin Dua peristiwa tak mengenakkan yang berkaitan dengan...

Perlindungan Pembela HAM di Era Digital: Catatan untuk Revisi UU HAM

Oleh: Tedi Kholiludin Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) telah meluncurkan...

Dekolonisasi HAM: Transformasi Kultural dan Mobilisasi Politik

Salah satu kritik terhadap penegakan hukum Hak Asasi Manusia...

Dinamika Dunia Sastra di Indonesia

Secara umum (terminologi), sastra dapat dimaknai sebagai bentuk karya...
Artikel sebelumnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini