Disambut Penghayat, Gubernur Jateng Bilang “Rahayu Pak, Rahayu …”

Penghayat kepercayaan Banyumas. [Foto: Nazar]
Penghayat kepercayaan Banyumas. [Foto: Nazar]
[Banyumas –elsaonline.com] Sumitro (60) dan Sanmarta (70), dua orang warga penghayat kepercayaan asal Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas tampak girang ketika dia berhasil bersalaman dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, tengah pekan lalu. Pria paruh baya itu bersama puluhan warga penghayat lainnya menyambung sang Gubernur masuk ke perkampungannya.

Sumitro dan Sanmarta adalah penghayat kepercayaan. Mereka menyebut dirinya sendiri sebagai Pelestari Adat Bonokeling. Ketika sang Gubernur tiba, mereka berjejer rapi, mengenakan setelan pakaian hitam, serta diatasnya dibalut ikat laiknya blangkon.

Saat diperkenalkan oleh Bupati Banyumas, Ahmad Husen mereka tersenyum riang. Sang Gubernur pun semula yang mengucapkan salam langsung diganti ucapan pengganti selamat datang.

“Rahayu bapak-ibu. Rahayu, Rahayu,” kata Ganjar menimpali mereka. Ganjar diberi perkenalan sejenak oleh sang Bupati bahwa Penghayat Kepercayaan di wilayahnya adem tentram dan tidak terjadi masalah.

Usai menyambut Gubernur, keduanya berbicara agak panjang lebar soal kepercayaannya kepada elsa. Baginya, hidup berdampingan dengan banyak orang harus dengan prinsip tolong-menolong.

“Disini semua derek sengkuyung. Kalau sesuai adat mriki, habes panen ada among tani kegiatan slametan dan syukuran pada yang maha kuasa,” tandas Sumitro.

Upacara ritual slametan atas keberhasilan itu biasanya dilakukan pada hari Jumat ketiga atau jumat keempat. Upacara itu penting agar Yang Maha Kuasa memberi perlindungan.

“Upacara kami namanya Negendan. Itu untuk slamet, perlindungan. Disini pengikutnya ribuan orang,” klaimnya. [elsa-ol/Nurdin-@nazaristik/001]

Baca Juga  Selebrasi Budaya dan Kehendak Menjaga “Civil Sphere”
spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

Sosiologi Agama Metamodern

Oleh: Tedi Kholiludin Bagaimana arah studi (sosiologi) agama dalam kerangka...

Masa Depan Teori Setelah Kritik: Tentang Ontologi Sosial Proses

Oleh: Tedi Kholiludin Saya sedang membaca buku yang terbit tahun...

Hadir Tanpa Menetap: Tentang Absence

Belakangan ini saya sedang tertarik menelaah gagasan filsuf asal...

Dari Administrasi hingga Transformasi Organisasi

Memasuki dasawarsa kedua sejak kelahirannya, Yayasan Pemberdayaan Komunitas (YPK)...

GPIB DAN RELASI GEREJA-NEGARA DI INDONESIA

Kajian mengenai relasi gereja dan negara merupakan tema yang...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini