eLSA Report on Religious Freedom XIV

Setelah sederetan kasus terorisme muncul, aksi kekerasan pun turut mewarnai hiruk pikuknya aktifitas warga di kota Solo. Belum genap sepekan setelah didemo dan disegel oleh sebuah sekelompok massa, rumah yang digunakan untuk pengajian yang dianggap kelompok inkarus sunnah (penolak Sunah Nabi Muhammad) di Bejen, Tegalasri, Karanganyar, dilempar bom molotov oleh sekelompok orang. Aksi itu dilakukan sekitar pukul 19.30 WIB, Jumat (26/10) malam.

Akibatnya kaca rumah milik Purwadi, pimpinan kelompok pengajian itu di Karanganyar, rusak berantakan. Bahkan sebuah mobil yang berada di garasi rusak, kacanya pecah dan nyaris terbakar. Masih di kota Solo, Umat Islam di se kota Solo berencana akan membentuk Dewan Syariah untuk merespon kemenangan pasangan Jokowi-Basuki dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di DKI Jakarta.

Pembentukan Dewan Syariah tersebut merupakan bentuk penolakan  atas Wakil Walikota FX. Rudi yang agamanya non-Muslim jika menggantikan Jokowi. “Dengan kemenangan Jokowi di Jakarta, maka wakil walikota FX Rudi akan naik menjadi Walikota Solo. Kami tidak mau dipimpin oleh orang kafir. Umat Islam akan membentuk Dewan Syariah di kota Solo agar Solo menjadi Solo Bersyariah,” kata Khoirul, Ketua FPI Solo.

Download disini

Baca Juga  Kepenyintasan Kultural: Peran Komunitas Membentuk Kota
spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

Politik Penundaan dan Tata Kelola Kebebasan Beragama

Oleh: Tedi Kholiludin Kasus terkatung-katungnya pembangunan Gereja Beth-El Tabernakel (GBT)...

Kepenyintasan Kultural: Peran Komunitas Membentuk Kota

Kota tidak lahir dari rancangan semata, melainkan tumbuh dari...

Pola Lama Mekanisme Sama

Oleh: Tedi Kholiludin Dua peristiwa tak mengenakkan yang berkaitan dengan...
Artikel sebelumnya
Artikel berikutnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini