SMJT Wujudkan Jateng Inklusi

Aksi damai mewujudkan Jateng Inklusi. Foto: Ceprudin
Aksi damai mewujudkan Jateng Inklusi. Foto: Ceprudin
[Semarang–elsaonline.com] Solidaritas Masyarakat Jawa Tengah (SMJT) menggelar aksi simpatik dengan membagikan bunga sebagai simbol perdamaian di Taman Pandanaran, Senin (28/12). Mereka melakukan long march dari Hotel Pandanaran menuju Taman Pandanaran sembari mengajak seluruh elemen untuk mewujudkan Jawa Tengah Inklusi.

Koordinasi aksi, Cahyo mengatakan aksi damai ini untuk menunjukkan bahwa Jawa Tengah merupakan provinsi yang menerima keberagaman.

“long march dimulai Hotel Pandanaran menuju Taman Pandanaran, sekaligus mengajak masyarakat Jawa Tengah dalam mewujudkan Jateng Inklusi,” tuturnya.

Aksi simpatik ini, tambah Cahyo, merupakan bentuk partisipasi masyarakat sebagai upaya dalam merawat perdamaian dan hidup keberagaman di Jawa Tengah. Selain dilakukan aksi simpatik, sebelumnya telah menggelar dialog lintas iman bertemakan “Menuju Jawa Tengah Inklusi” yang digelar Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) Semarang di Hotel Pandanaran, Jl. Pandanaran No. 58, Jawa Tengah.

“Aksi damai ini upaya kami sebagai masyarakat Jawa Tengah untuk berpartisipasi dalam merawat perdamaian dalam hidup keberagaman di Jawa Tengah,” ucapnya sembari menunjukan atribut bertuliskan #JatengInklusi.

Sementara itu, Aulia Fahma, Mahasiswi UIN Walisongo Semarang yang tergabung dalam aksi simpatik ini menyampaikan bahwa aksi ini disamping sebagai bentuk simpati untuk mewujudkan Jateng Inklusi juga merupakan harapan agar segenap masyarakat Jawa Tengah tetap menjaga dan merawat hidup damai dalam keberagaman.

“Aksi ini sebagai upaya untuk mewujudkan Jateng Inklusi. Selain itu juga kami berharap agar masyarakat Jawa Tengah tetap menjaga dan merawat hidup damai dalam keberagaman,” jelasnya. [elsa-ol/cahyono-@cahyonoanantatoer/003]

Baca Juga  Dua Dasawarsa Gerakan Lintas Agama: Catatan dari Kota Semarang
spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

EN (?): Konsep Ikatan Tak Terlihat dalam Budaya Jepang

Oleh : Iwan Madari (Pemerhati Kebudayaan Jepang) elsaonline.com Dalam hidup,...

Malam di Darut Taqrib: Duka, Solidaritas dan Harapan Dialog

Kami duduk bersama di bagian depan luar sebuah...

Keluarga Besar ELSA Gelar Ziarah ke Dua Tokoh Besar Semarang

Yayasan Pemberdayaan Komunitas ELSA menggelar kegiatan ziarah ke...

Pondok Damai sebagai Horison Kemungkinan

Oleh: Tedi Kholiludin Apakah persepsi seseorang terhadap orang lain akan...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini