Ucapkan Natal, eLSA Sambangi Gereja Gang Pinggir

Romo Budi (toga putih) bersama staf eLSA
Romo Budi (toga putih) bersama staf eLSA

[Semarang – elsaonline.com]  Memperingati hari raya Natal Tahun 2013, Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) Semarang mengunjungi Gereja Santo Fransiskus Xaverius Kebondalem Semarang, Rabu petang (25/12). Di sana, eLSA secara khusus memberikan ucapan natal kepada Romo Aloysius Budi Purnomo Pr, Imam Agung Gereja tersebut.

Ucapan natal diberikan sebagai bentuk toleransi kepada warga warga negara lain, Hal itu penting sebagai bentuk toleransi sebagai warga yang berbhineka tunggal ika.

“Secara khusus, kami sempatkan ke Gereja untuk sekedar memberi ucapan natal. Kami berharap dengan adanya silaturahmi seperti ini terjalin hubungan yang lebih baik,” ujar Direktur eLSA Semarang, Tedi Kholiludin, kemarin.

Di Gereja, eLSA membawa sebagian stafnya. Yakni, Khoirul Anwar (Staf kajian), Munif Ibnu (staf penerbitan), Nazar Nurdin (staf pelatihan) dan Bayu Renwarin (staf serbaguna). Kedatangan tim eLSA itu langsung disambut oleh Romo Budi, panggilan pendek Romo Aloysius Budi Purnomo Pr itu.

Romo Budi dalam sambutannya mengapresisasi kedatangan dari rombongan orang muslim itu. “Ini rombongan dari alumni IAIN yang toleransi kepada umat beragama,” kata Romo disambut senyum tim eLSA yang hadir.

Tidak lama berselang, Romo beserta tim eLSA mengabadikan momen tersebut dengan berfoto bersama.

Pada akhir pertemuan, Romo yang memakai baju putih panjang sampai mata kaki itu memberi sedikit pernyataan. Bahwa, semua kehidupan manusia ini harus didasarkan pada keimanan. Hal itu nantinya akan memberikan dampak positif bagi kehidupan umat manusia. [elsa-ol/Nazar]

“Bersumber pada Iman, berbuah kemanusiaan,” begitu pungkasan pernyataan yang disampaikan. [elsa-ol/Nazar]

Baca Juga  Dulu, Jemaat Katolik Ibadah di Gereja Blenduk
spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

Tidak Ada Ruang Publik Gratis dan Demokratis

Oleh: Alfian Ihsan Dosen Sosiologi Universitas Jenderal Soedirman   Apakah Anda selalu...

Hukum Lingkungan Internasional

Angin tidak punya KTP, sehingga kalau pencemaran udara terjadi...

Onderdistrict Tjilimoes

Buku ini berangkat dari pertanyaan sederhana, bagaimana perubahan yang...

Yaumul Quds: Politik Simbol dan Emosi Kolektif dalam Solidaritas Palestina

Oleh: Tedi Kholiludin Jarum jam belum genap menunjuk pukul 14.00...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini