Sri: Saya Iri dengan Keberadaan Musholla

Sri Suharmiyati (kedua dari kiri)
Sri Suharmiyati (kedua dari kiri)

[Jepara –elsaonline.com] Bagi jemaat Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Desa Dermolo, Kecamatan Kembang, Jepara, belum dapat merasakan menyamanan dalam melakukan ibadah di tempat ibadahnya sendiri. Padahal bangunan gereja mereka sudah berdiri tegak, meskipun dengan kondisi yang sederhana dengan properti seadanya.

Hal inilah yang dirasakan oleh Sri Suharmiyati, salah satu pengurus GITJ Dermolo. Niatnya untuk menggunakan tempat ibadah itu sebagai tempat untuk beribadah bersama dengan jemaat yang lain, harus diurungkan untuk saat ini. Pasalnya ada sekelompok warga yang mengatasnamakan Forum Solidaritas Moslim Dermolo (FSMD) menolak keberadaan gereja tersebut dan mereka melarang penggunakan gereja tersebut untuk tempat beribadah.

“Mereka (FSMD) menolak karena pembangunan gereja GITJ Dermolo ini tidak sesuai dengan syarat untuk membangun gereja”, kata Sri kepada elsaonline, Jum’at (23/5).

Kesedihan ini tidak hanya dirasakan oleh Sri, namun juga seluruh jemaat GITJ Dermolo. Kesedihan ini dikarenakan mereka tidak bisa menggunakan tempat ibadah mereka sendiri, padahal bangunan gereja itu sudah mendapatkan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) No. 648/150 Jepara, 09 Maret 2002.

“Kami (jemaat GITJ) ini iri dengan musholla yang ada di mana-mana, bahkan di tempat pangkalan becak pun dibuatkan musholla”, lanjutnya.

Rasa iri yang dirasakan oleh Sri ini tidak hanya dirasakan dirinya sendiri, namun semua jemaat GITJ pun merasakan demikian. Meraka sudah membangun susah-susah dan gereja itu juga berdiri di tanah salah satu jemaat kristiani sendiri.

“Padahal gereja ini sebelum dibangun sudah mendapatkan IMB, kalau tidak IMB mungkin kami tidak akan membangunnya, padahal musholla-musholla yang di pangkalan ojek itu tidak ada IMBnya dan bisa digunakan dan tidak dipermasalahkan”, tuturnya.  [elsa-ol/Wahib-@zainal_mawahib]

Baca Juga  Warga 5 Bulan, Sopir FPI 2 Tahun
spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

Bukan Penumpukan, Tapi Kecukupan: Refleksi Natal 2025

Oleh: Tedi Kholiludin Pada setiap kebahagiaan yang kita nikmati, selain...

Di Balik Ketenangan Jalsah Salanah di Krucil Banjarnegara

Oleh: Tedi Kholiludin Letak Dusun Krucil, Desa Winong, Kecamatan Bawang...

“Everyday Religious Freedom:” Cara Baru Melihat Kebebasan Beragama

Oleh: Tedi Kholiludin Salah satu gagasan kebebasan beragama yang...

Penanggulangan HIV dan Krisis Senyap di Garda Depan

Oleh: Abdus Salam Staf Monitoring Penanggulangan HIV/AIDS di Yayasan ELSA...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini