Damai Bukan Pilihan, Tapi Kewajiban

Dari kiri H. Almunawar (Anggota LPLAG Surakarta), Suharso (Kepala Kesbangpol Surakarta), Budi Suharto (Perwakilan dari Pemerintahan Kota Surakarta), Pendeta Paulus Hartono (Anggota LPLAG). [Foto: Wahib]
Dari kiri H. Almunawar (Anggota LPLAG Surakarta), Suharso (Kepala Kesbangpol Surakarta), Budi Suharto (Perwakilan dari Pemerintahan Kota Surakarta), Pendeta Paulus Hartono (Anggota LPLAG). [Foto: Wahib]
[Surakarta –elsaonline.com] Pemuda memiliki peran yang besar dalam membangun perdamaian di Indonesia. Jiwa muda dan semangat yang dimiliki menjadi modal utama dalam mengembangkan potensi dalam dirinya.

Potensi inilah yang ingin disadarkan kembali bagi pemuda dalam “Konferensi Pemuda Nusantara untuk Perdamaian Indonesia” di Balai Kota Surakarta, 26-28 Oktober 2015. Konferensi yang diadakan oleh Lembaga Perdamaian Lintas Agama dan Golongan (LPLAG) Surakarta ini dihadiri pemuda-pemuda dari berbagai provinsi yang ada di Indonesia.

“Konferensi yang merupakan refleksi Hari Sumpah Pemuda dan 70 Tahun Kemerdekaan Indonesia ini ingin menyadarkan kembali kepada pemuda nusantara untuk membangun perdamaian,” kata Bambang Mulyatno, Sekretaris LPLAG Surakarta.

Hal senada juga disampaikan oleh Pendeta Paulus Hartono, baginya kesadaran bagi pemuda dalam perdamaian Indonesia bukan lagi pilihan, namun sebagai kewajiban.

“Perdamaian bagi kita bukan lagi pilihan, namu kewajiban dalam membangun perdamaian Indonesia, saya harap pemuda yang hadir dalam konferensi ini memiliki rasa kewajiban membangun perdamaian Indonesia bersama,” jelas Paulus yang juga anggota LPLAG.

Konferensi ini, tambah Paulus, menjadi momen yang tepat untuk membangun jaringan. Menurutnya kerja perdamaian adalah kerja jaringan antar sesama agama dan suku antara yang satu dengan lain.

“Peserta konferensi dalam forum ini memiliki untuk saling sharing dan bertukar pengalaman dalam melakukan aksi damai atau dialog perdamaian dari berbeda-beda situasi dan kondisi” katanya. [elsa-ol/Wahib-@zainal_mawahib/001]

Baca Juga  Gejala Intolerasi di Jateng Paling Pelik dan Miliki Potensi Ledakan
spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

Kepenyintasan Kultural: Peran Komunitas Membentuk Kota

Kota tidak lahir dari rancangan semata, melainkan tumbuh dari...

Pola Lama Mekanisme Sama

Oleh: Tedi Kholiludin Dua peristiwa tak mengenakkan yang berkaitan dengan...

Perlindungan Pembela HAM di Era Digital: Catatan untuk Revisi UU HAM

Oleh: Tedi Kholiludin Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) telah meluncurkan...

Dekolonisasi HAM: Transformasi Kultural dan Mobilisasi Politik

Salah satu kritik terhadap penegakan hukum Hak Asasi Manusia...

Dinamika Dunia Sastra di Indonesia

Secara umum (terminologi), sastra dapat dimaknai sebagai bentuk karya...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini