Garis Tengah dan Bayang-Bayangnya; Sepak Bola, Imajinasi dan Identitas

Garis besar bahasan dalam buku ini tergambar pada judul kecilnya. Tiga kata tersebut; sepak bola, imajinasi, identitas, tampak terpisah namun kadang saling bertemu. Saya sengaja tidak menambahkan kata “dan” karena hubungan ketiganya tidak selalu linier atau setara. Menghilangkan kata “dan” memungkinkan pembaca untuk mendapatkan banyak sudut pandang.
Dengan tidak menyertakan kata “dan” saya sengaja membuat struktur yang terbuka untuk tidak mengunci makna. Ketiganya adalah medan hubungan yang cair. Pembaca bisa mengganti koma di antara mereka dengan kata kerja, kata hubung atau bahkan emosi yang mereka rasakan. Misalnya: Sepak bola menjadi imajinasi identitas, Sepak bola sebagai imajinasi identitas, Sepak bola adalah imajinasi tentang identitas. Tidak ada satu kalimat yang benar. Semua kemungkinan itu hidup dalam tulisan-tulisan di buku ini. Terkadang, sepak bola hadir sebagai ruang imajinatif tempat identitas bernegosiasi. Di lain waktu, identitas justru terbentuk lewat pengalaman-pengalaman afektif dengan klub dan stadion.

Penulis: Tedi Kholiludin
Tebal Buku: x + 136 halaman
Tahun Terbit: Juli 2025
Penerbit: eLSA
Harga: –

Baca Juga  Maluku dan Jawa Tengah dalam Percakapan
spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

Tidak Ada Ruang Publik Gratis dan Demokratis

Oleh: Alfian Ihsan Dosen Sosiologi Universitas Jenderal Soedirman   Apakah Anda selalu...

Hukum Lingkungan Internasional

Angin tidak punya KTP, sehingga kalau pencemaran udara terjadi...

Onderdistrict Tjilimoes

Buku ini berangkat dari pertanyaan sederhana, bagaimana perubahan yang...

Yaumul Quds: Politik Simbol dan Emosi Kolektif dalam Solidaritas Palestina

Oleh: Tedi Kholiludin Jarum jam belum genap menunjuk pukul 14.00...

EN (?): Konsep Ikatan Tak Terlihat dalam Budaya Jepang

Oleh : Iwan Madari (Pemerhati Kebudayaan Jepang) elsaonline.com Dalam hidup,...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini