Dengan Regenerasi Jadikan Sedulur Sikep tidak Hanya Cerita

[Dari kiri] Anikk, Andi, Widodo, Uut dan Iseh yang merupakan generasi muda warga Sedulur Sikep Kudus, Foto: Abdus Salam.
[Dari kiri] Anikk, Andi, Widodo, Uut dan Iseh yang merupakan generasi muda warga Sedulur Sikep Kudus, Foto: Abdus Salam.
[Kudus, elsaonline.com]– Direktur Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) Semarang, Dr. Tedi Kholiludin berharap kepada penganut agama Adam atau sering kita kenal dengan wong Samin atau Sedulur Sikep agar memiliki wawasan yang luas tentang apa pun itu dan caranya berinterikasi, berkomunikasi dengan yang lain, dan rasa sebagai Sedulur Sikep tidak akan berkurang.

“Saya tentu saja berkeinginan agar Sedulur Sikep ini bisa mewarnai keagamaan dan persaudaraan lintas agama di Jawa Tengah,” jelasnya kepada warga Sedulur Sikep saat berakhirnya acara Training Keuangan bagi Sedulur Sikep di Hotel Gripta, Minggu (17/1).

Selain itu, ditambahkan Tedi, agar warga Sedulur Sikep tidak hanya menjadi cerita untuk tahun yang akan datang, maka perlu adanya regenerasi di kalangan Sedulur Sikep.

“Di tangan Andi, Ardi dan Mulyono, Sedulur Sikep dipertaruhkan. Masalah yang berkelanjutan dari Sedulur Sikep ada pada regenerasi agar cerita tentang Sedulur Sikep tidak musnah dan masih terus keberlanjutan Sedulur Sikep ini hingga puluhan tahun ke depan,”tegasnya.

Tidak hanya itu, Sedulur Sikep juga hidup di masyarakat banyak dengan beragam agama dan keyakinan. Dengan pemahaman yang kuat itu akan memberkan ras percaya diri untuk terlibat dengan yang lain dan tidak hanya berkumpul dengan sendirinya saja.

“Dengan pemahaman yang kuat, kita bisa berkumpul dengan yang lain dan kita bisa pede serta tidak perlu minder dengan pakain kebesarannya.” Tutup Tedi.[elsa-ol/Salam-@AbdusSalamPutra/003]

Baca Juga  Saling Bersinergi untuk Kedamaian Negeri
spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

Perlindungan Pembela HAM di Era Digital: Catatan untuk Revisi UU HAM

Oleh: Tedi Kholiludin Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) telah meluncurkan...

Dekolonisasi HAM: Transformasi Kultural dan Mobilisasi Politik

Salah satu kritik terhadap penegakan hukum Hak Asasi Manusia...

Dinamika Dunia Sastra di Indonesia

Secara umum (terminologi), sastra dapat dimaknai sebagai bentuk karya...

Tidak Ada Ruang Publik Gratis dan Demokratis

Oleh: Alfian Ihsan Dosen Sosiologi Universitas Jenderal Soedirman   Apakah Anda selalu...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini