elsaonline.com

Voice of the voiceless

eLSA Report on Religious Freedom XVIII

1 min read

bulettin edisi 18Setelah terjadi penutupan Masjid Ahmadiyah di Bekasi dan Ciamis, Jawa Barat, kali  ini terjadi hal yang serupa di Boyolali, Jawa Tengah. Penghen-tian pembangunan masjid milik Jemaat Ahmadiyah ini tepatnya di Desa Kragilan, Kec Mojosongo, Boyolali. Di desa itu terdapat 6 Kepala Keluarga (KK) Jemaat Ahmadiyah yang sejak lama  susah payah ingin mendirikan tempat ibadah. Jemaat Ahmadiyah disana sudah menetap sejak 1980-an.

Sejak itu, mereka sudah per-nah berniat mendirikan sebuah Musholla kecil yang sekarang ingin dibuat menjadi Mesjid. Selain kasus Ahmadiyah, di Jawa Tengah selalu saja muncul aliran yang dianggap menyimpang dari ajaran mainstream. MUI Kabu-paten Brebes, diminta mengelu-arkan fatwa sesat terhadap ajaran mbah Surodari yang berkembang di Desa Gegerkunci, Kecamatan Songgom, dan Dukuh Kedawon, Desa Rengaspandawa.

Menurut berita yang berkem-bang, aliran tersebut berkedok Thoriqoh Mu’tabaroh atau Thor-iqoh Qodiriyah itu tidak mewajibkan sholat, dan kewajiban-kewajiban syari’at lainnya, karena orang yang sudah masuk ke dalam aliran tersebut diang-gap sudah masuk ke level hakikat sehingga kewajiban syari’at menjadi gugur. Dengan alasan itu, kemudian banyak pihak yang mendesak agar aliran itu segera dibubarkan.

 

Download Disini

 

Baca Juga  Semar Dadi Ratu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *