Bersarung Menatap Salib: Pandangan Muslim Tentang Gereja, Kebangsaan dan Kemajemukan

Ide besar yang tertuang dalam puluhan artikel di buku ini merefleksikan salah satu minat akademik penulis (Tedi Kholiludin); melihat Kekristenan sebagai sebuah fenomena sosial. Dalam praktiknya, saya merasa tertantang untuk mencermati gereja sebagai institusi sosial, sejarah dan pola perkembangannya, ekspresi keberagamaan, identitas kebudayaan gereja, hubungan Islam-Kristen, gereja dan negara, serta hal lain yang ada dalam kerangka agama dan masyarakat.

Tulisan-tulisan dalam buku ini lebih bersifat reflektif ketimbang akademik. Saya sudah berusaha untuk membahas Kekristenan sebagai karya yang lebih akademik dalam penelitian yang sudah dikerjakan sebelumnya: Masyarakat Sunda-Kristen di Kuningan, Konflik dan Penutupan Gereja Isa Al Masih di Semarang dan Kelompok Gereja Mormon di Semarang.

Menjadikan Kristen sebagai sebuah objek studi tentu tidak mudah bagi saya yang dibesarkan dalam tradisi dan lingkungan muslim tradisional. Informasi yang agak terbantu barangkali ada ketika dalam percakapan tentang tradisi dan kisah-kisah di Perjanjian Lama. Tetapi, ketika pembahasan sudah masuk di era Perjanjian Baru, lumayan sulit juga mengikutinya. Saya kemudian mendapatkan tambahan pengetahuan melalui obrolan dan percakapan dengan teman-teman pendeta, romo, dosen Teologi dan aktivis Kristen atau Katolik.

Mula-mula, Katolik dan Kristen hadir bukan sebagai objek studi. Saya menggumuli agama ini melalui pertemanan dan keakraban bersama para umat dan pimpinannya. Jadi, saya mengenali kedua agama ini sebagai teman akrab pada awalnya. Seperti yang saya ceritakan di bagian prolog, ada kandungan sosiologis yang mendorong saya melanjutkan perkawanan di ranah kehidupan empirik ini ke dalam dunia akademik. Atas alasan itulah saya kemudian melanjutkan studi di “jantung” Kristen, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Membayangkan jika ada jurusan ilmu sosial di Universitas Katolik di Semarang, saya mungkin juga akan menjerumuskan diri disana.

Sebagian besar tulisan di buku ini sudah terbit di situs elsaonline.com, sebagian lagi diunggah di akun sosial media milik saya pribadi. Tanpa disadari, tulisan-tulisan saya yang ada di folder justru kebanyakan adalah tentang tema ini. Tulisan bertema Kekristenan nyaris sama banyaknya dengan topik tentang Islam. Meski sebenarnya, bagi pengkaji sosiologis terhadap agama, objek bahasan bisa tentang apapun; Islam, Katolik, Kristen, Agama lokal dan seterusnya, namun yang jelas, perspektif yang digunakan tetap konsisten.

Atas terbitnya buku ini, saya mengucapkan terima kasih kepada banyak pihak yang telah berbagi pengetahuan tentang tema besar Kristen dan Katolisisme. Kepada guru saya, Prof. John Titaley, Romo Aloysius Budi Purnomo, (alm) Romo Pujasumartha, Romo Aloysius Didik, saya haturkan terima kasih. Teman-teman pendeta, Pdt. Rony Candra Kristanto, Pdt. Rudiyanto, Pdt. Yayan Heryanto Yahya, Pdt. Bastian Nanlohi, Pdt. Eka Puimera, Pdt. Izak Lattu, Pdt. Abraham Silo Wilar, Pdt. Sedyoko, Pdt. Surya Samudra dan lain-lain. Kepada para intelektual Kristen-Katolik, Steve Gasperz, Denni Pinontoan, Lukas Awi, Setyawan Budi, Adrianus Bintang dan teman-teman yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Terima kasih atas ilmu yang telah diwakafkan kepada saya. Khusus untuk Ladlul Muksinin yang telah menata karya sederhana ini menjadi sedikit lebih baik, dihaturkan terima kasih. Semoga persahabatan yang tulus ini akan terus abadi.

Download

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *