Warga Sapta Dharma Rentan Terdiskriminasi

Tuntunan Agung Sapta Dharma, Saekoen Partowijono
Tuntunan Agung Sapta Dharma, Saekoen Partowijono
[Jogjakarta –elsaonline.com] Sebagai kelompok minoritas, penghayat Sapta Dharma, kerap menghadapi masalah dalam layanan publik. Ada penolakan pembangunan sanggar di Jember, Jawa Timur dan juga masalah pemakaman di Brebes, Jawa Tengah. Menghadapi situasi tersebut, tentu dibutuhkan solidaritas dari banyak pihak terutama sesama korban pelanggaran kebebasan beragama.

Saekoen Partowijono, Tuntunan Kerohanian Agung Sapta Dharma menegaskan hal tersebut, Minggu (28/12). Saat menerima komunitas Solidaritas Korban Tindak Pelanggaran Kebebasan Beragama dan Berkepercayaan (Sobat KBB). Saekoen sangat mendukung upaya Sobat KBB dalam mengadvokasi dan memulihkan hak korban.

“Warga Sapta Dharma memang rentan mengalami diskriminasi. Warga umumnya menganggap kami menentang kelompok Islam, karena kami sujudannya menghadap ke timur, sementara umat Islam ke barat. Ini yang perlu didialogkan, sebab kenyataannya tentu tidak demikian,” ungkap Saekoen. Ke depan, Saekoen berharap jalinan komunikasi serta dialog antarumat beragama terus menerus dikembangkan.

Ajaran Kerokhanian Sapta Darma merupakan salah satu aliran Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa lahir di tengah-tengah masyarakat Indonesia Turunnya Wewarah Kerokhanian Sapta Darma merupakan kehendak mutlak dari Hyang Maha Kuasa dan bukan rekayasa atau racikan orang-perorang, melainkan asli diterima oleh putra Bangsa Indonesia yaitu Bapak Hardjosopoero yang selanjutnya dikenal dengan nama/gelar Panuntun Agung Sri Gutama pada tanggal 27 Desember 1952 di Pare, Kediri, Jawa Timur. [elsa-ol/TKh-@tedikholiludin]

Baca Juga  Tentang Si Pitung dan Arabisasi Pulau-pulau di Nusantara
spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

Sosiologi Agama Metamodern

Oleh: Tedi Kholiludin Bagaimana arah studi (sosiologi) agama dalam kerangka...

Masa Depan Teori Setelah Kritik: Tentang Ontologi Sosial Proses

Oleh: Tedi Kholiludin Saya sedang membaca buku yang terbit tahun...

Hadir Tanpa Menetap: Tentang Absence

Belakangan ini saya sedang tertarik menelaah gagasan filsuf asal...

Dari Administrasi hingga Transformasi Organisasi

Memasuki dasawarsa kedua sejak kelahirannya, Yayasan Pemberdayaan Komunitas (YPK)...

GPIB DAN RELASI GEREJA-NEGARA DI INDONESIA

Kajian mengenai relasi gereja dan negara merupakan tema yang...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini