eLSA Report on Religious Freedom XXXVI

Permasalahan diskriminasi penghayat di Indonesia seakan tidak ada habisnya. Sampai sekarang, kasus-kasus yang diliput redaksi masih seputar tindakan diskriminasi tersebut. Dalam hal ini negara seakan menutup telinga mendengar jeritan para penghayat. Bagaikan angin lalu, tidak ada perkembangan yang berarti dari tuntutan yang terus disuarakan para penghayat maupun aktifis pembela HAM.

Pada penerbitan kali ini, redaksi mengangkat tema besar seputar masalah status agama di KTP. Sebagaimana polemik sebelumnya, terlihat bahwa negara maupun masyarakat masih gagap menghadapi isu kebebasan berkeyakinan. Akhirnya, persepsi mayoritas tentang status agama yang harus tetap bercokol di KTP masih menjadi pendukung negara dalam mendiskriminasikan penghayat. Negara menutup mata akan diskriminasi lewat KTP yang dapat berdampak pada pelayanan lainnya sebagaimana pemakaman, perkawinan dampai akta kelahiran.

Tulisan selanjutnya adalah seputar tanggapan penghayat tentang isu pemakaman. Menurut mereka, sungguh aneh apabila masyarakat masih menolak pemakaman penghayat di lingkungan pemakaman umum. Karena sesungguhnya orang yang telah meninggal tidak akan mempermasalahkan status mereka. Redaksi kali ini ditutup dengan tulisan tentang pernikahan beda agama, yaitu bagaimana mensiasati keberlangsungannya.
Akhirnya redaksi mengucapkkan selamat membaca. Download Disini

Baca Juga  Garis Tengah dan Bayang-Bayangnya; Sepak Bola, Imajinasi dan Identitas
spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

Perlindungan Pembela HAM di Era Digital: Catatan untuk Revisi UU HAM

Oleh: Tedi Kholiludin Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) telah meluncurkan...

Dekolonisasi HAM: Transformasi Kultural dan Mobilisasi Politik

Salah satu kritik terhadap penegakan hukum Hak Asasi Manusia...

Dinamika Dunia Sastra di Indonesia

Secara umum (terminologi), sastra dapat dimaknai sebagai bentuk karya...

Tidak Ada Ruang Publik Gratis dan Demokratis

Oleh: Alfian Ihsan Dosen Sosiologi Universitas Jenderal Soedirman   Apakah Anda selalu...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini