Laporan Tahunan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Jawa Tengah 2024

ELSA berusaha untuk konsisten berbagi informasi kepada public tentang situasi kehidupan keagamaan setiap tahunnya. Hal ini merupakan bentuk partisipasi kami dalam proses demokratisasi yang terbuka sejak era reformasi. Laporan ini menggambarkan secara deskriptif kasus-kasus yang terjadi di Jawa Tengah sepanjang tahun 2024 yang harapannya bisa menjadi bahan untuk banyak pihak. Bagi pemerintah informasi dasar ini bisa menjadi dasar pengambilan kebijakan khususnya yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan. Sementara, bagi kalangan akademisi, apa yang disajikan mungkin bisa ditelaah secara lebih dalam sehingga mampu berkontribusi secara akademik dalam pengembangan pengetahuan.

Laporan ini, seperti halnya laporan tahun 2023 dimulai dengan analisis atas kecenderungan tipologi kasus yang muncul dimulai di 2024 yang sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ada dua yang disodorkan sebagai pembeda; militansi di level mikro dan upaya politisasi identitas dalam pemilihan kepala daerah (pilkada). Bagian berikutnya adalah deskripsi dari masing-masing peristiwa bernuansa agama yang terjadi di tahun tersebut. Laporan ini dipungkasi dengan analisis mendalam pada kasus politisasi identitas dalam pilkada.

Secara umum, saya masih mengawal proses pembuatan laporan ini. Namun di lapangan, saya harus berterima kasih kepada tiga orang yang berkontribusi pada rampungnya laporan tahunan ini. Dimas Hani Kusuma dan Adri Gunawan adalah duan ama yang perlu saya sebutkan di sini. Mereka berdua awalnya adalah mahasiswa yang sedang magang di ELSA selama satu bulan. Salah satu menu yang kami sodorkan pada mereka berdua adalah mengumpulkan data-data untuk membuat deskripsi peristiwa. Lebih dari separuh laporan ini adalah karya mereka. Saya perlu mengucapkan terima kasih kepada keduanya. Nama lain adalah Jaedin. Ia sudah terlibat sejak 2017 dalam pembuatan laporan tahunan ini. Perannya penting dalam pengumpulan data dan penyusunan narasi. Selain saya dan mereka bertiga, Ceprudin, juga turut ambil bagian dalam laporan 2024 ini. Ia mengulas satu peristiwa yang terjadi di tahun 2024 dari sudut pandang demokrasi dan potensi retaknya ikatan sosial karena identitas.

Baca Juga  Mengenal Yudaisme

Download

spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

Yaumul Quds: Politik Simbol dan Emosi Kolektif dalam Solidaritas Palestina

Oleh: Tedi Kholiludin Jarum jam belum genap menunjuk pukul 14.00...

EN (?): Konsep Ikatan Tak Terlihat dalam Budaya Jepang

Oleh : Iwan Madari (Pemerhati Kebudayaan Jepang) elsaonline.com Dalam hidup,...

Malam di Darut Taqrib: Duka, Solidaritas dan Harapan Dialog

Kami duduk bersama di bagian depan luar sebuah...

Keluarga Besar ELSA Gelar Ziarah ke Dua Tokoh Besar Semarang

Yayasan Pemberdayaan Komunitas ELSA menggelar kegiatan ziarah ke...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini