Pendiri eLSA Jadi Profesor di Saudi

Sumanto Al Qurtuby
Sumanto Al Qurtuby
[Semarang –elsaonline.com] Dewan Pendiri Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA), Sumanto Al Qurtuby akan memulai petualangan akademiknya sebagai Profesor Antropologi di King Fahd University Petroleum and Minerals (KFUPM), Saudi Arabia. Rencananya, alumnus Boston University berangkat pertengahan Agustus 2014 ini.

“10 tahun terakhir, KFUPM merintis pengembangan ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Mereka selama ini dikenal sebagai kampus yang kuat di wilayah eksaknya. Jadi saya diminta untuk merintis dalam keilmuan sosialnya,” terang Sumanto saat ditemui elsaonline, Rabu (23/7).

KFUPM, kata Sumanto kira-kira mirip Massachusetts Institute of Technology atau MIT di Amerika. Kampus milik pemerintah Arab Saudi ini terkenal sebagai universitas tempat pengembangan tekhnologi.

“Saya orang kedua dari Asia yang mengajar di kampus tersebut untuk ilmu sosial selain sosiolog dari Cina. Mungkin saya diminta juga untuk mendesain program pascasarjana Antropologi dan Sosiologi,” terang mantan Pemimpin Redaksi Majalah Justisia Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo Semarang.

Sumanto menambahkan KFUPM memang kampus yang berbeda dengan kampus lain di Saudi. Kehidupan sosialnya relatif moderat. Banyak guru besar berasal dari barat seperti Amerika dan Inggris. Fasilitas yang sangat memanjakan, membuat banyak dari guru besar itu merasa kerasan di KFUPM. “Mungkin mereka menginginkan ada sentuhan dari Asia di bidang ilmu sosial. Salah satu alasan yang membuat kampus itu menarik saya,” tutur Sumanto. [elsa-ol/TKh-@tedikholiludin]

Baca Juga  Setelah 19 tahun…
spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

Tidak Ada Ruang Publik Gratis dan Demokratis

Oleh: Alfian Ihsan Dosen Sosiologi Universitas Jenderal Soedirman   Apakah Anda selalu...

Hukum Lingkungan Internasional

Angin tidak punya KTP, sehingga kalau pencemaran udara terjadi...

Onderdistrict Tjilimoes

Buku ini berangkat dari pertanyaan sederhana, bagaimana perubahan yang...

Yaumul Quds: Politik Simbol dan Emosi Kolektif dalam Solidaritas Palestina

Oleh: Tedi Kholiludin Jarum jam belum genap menunjuk pukul 14.00...

EN (?): Konsep Ikatan Tak Terlihat dalam Budaya Jepang

Oleh : Iwan Madari (Pemerhati Kebudayaan Jepang) elsaonline.com Dalam hidup,...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini