Rokhim Optimis Berangkat ke Chili

Salah satu peserta seleksi Jawa Tengah, Rokhim.
Salah satu peserta seleksi Jawa Tengah, Rokhim.
[Semarang –elsaonline.com] Pria bertinggi 160 centimeter ini membawa bola, begitu cepat. Pada suatu detik, ia dijegal musuh dari samping. Ia jatuh. Tapi segaris senyum terselip masih ada di wajahnya. Bahunya terangkat dan tangannya tampak memberi isyarat yang bisa ditafsirkan sebagai ‘apa boleh buat’. Ia kembali melanjutkan pertandingan. Dua menit pertama ia mencari bola dan berhasil merebutnya. Pada lima menit kemudian dengan gesit ia melakukan shooting dengan kaki kanan. Sayang, bolanya tidak masuk.

Ya, itulah sekilas penampilan Rokhim, salah satu peserta Jawa Tengah yang mengikuti seleksi street soccer untuk perwakilan Indonesia di Homeless World Cup (HWC) 2014 di Santiago, Chili, Oktober mendatang.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Rumah Cemara sebagai National Organizer dari HWC di Indonesia, memang sedang mencari pemain-pemain handal di Sembilan propinsi. Yakni, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, Sumatera Utara, Banten, Jakarta dan Jawa Barat. “Pencarian bakat ini untuk menunjang skuad timnas. Apalagi Sembilan kota tersebut dikenal sebagai barometer persepakbolaan,” ungkap Pelatih HWC 2014, Bonsu Hasibuan, seusai menyeleksi di GOR IAIN Walisongo Semarang, Minggu (1/6) kemarin.

Bonsu memaparkan, dengan adanya Sembilan sentra tersebut diharapkan pencarian bakat-bakat pemain terbaik untuk kepentingan timnas dapat berjalan optimal. Di samping itu, imbuh dia, pencarian bakat tersebut dapat merata. “Ya, kami melakukan pencarian bakat ini untuk calon pemain timnas Indonesia. Yang kami butuhkan kira-kira 24 calon pemain,” ujarnya.

Selain itu, Bonsu menjelaskan, HWC merupakan kejuaraan street soccer yang berasal dari orang-orang kelompok marjinal, seperti mantan pengguna NAPZA, orang yang hidup dengan HIV dan masyarakat miskin kota di seluruh dunia. “Meski tidak meraih juara, Timnas Indonesia selalu mendapat penghargaan baik individu maupun kelompok,” terangnya.

Baca Juga  Welas Asih ing Dunyo Saisine: Catatan Kegiatan Madrasah Inklusi

Sementara itu, Rokhim mengaku bangga mengikuti seleksi Homeless World Cup 2014 yang diadakan Rumah Cemara tersebut. Menurutnya, kesempatan kejuaraan internasional ini sangat langka. “Tentu saya bangga. Mudah-mudahan saya bisa lolos karena ini sekali dalam seumur hidup,” bebernya.

Lebih jauh dia menambahkan bahwa sepak bola telah menjadi semacam penyelamat hidupnya. Karena itu, ia berharap bisa menampilkan yang terbaik. “Allahuma yassir wala tuassir,” tandasnya.[elsa-ol/Munif-@MunifBams]

spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

Perlindungan Pembela HAM di Era Digital: Catatan untuk Revisi UU HAM

Oleh: Tedi Kholiludin Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) telah meluncurkan...

Dekolonisasi HAM: Transformasi Kultural dan Mobilisasi Politik

Salah satu kritik terhadap penegakan hukum Hak Asasi Manusia...

Dinamika Dunia Sastra di Indonesia

Secara umum (terminologi), sastra dapat dimaknai sebagai bentuk karya...

Tidak Ada Ruang Publik Gratis dan Demokratis

Oleh: Alfian Ihsan Dosen Sosiologi Universitas Jenderal Soedirman   Apakah Anda selalu...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini