Kam. Okt 22nd, 2020

elsaonline.com

Voice of the voiceless

Tinggi, Kekerasan Atas Nama Agama

1 min read

(Semarang, elsaonline.com) Kekerasan atas nama intoleransi antarumat seagama dan berbeda agama pada tahun 2011 ini meningkat dibanding tahun sebelum 2010. Memasuki September 2011, konflik sudah mencapai 17 kasus, padahal pada 2010 hanya sekitar 9 kasus. Demikian disampaikan Direktur Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) Kota Semarang, Tedi Kholiludin, dalam diskusi “Perspektif Media dan Isu-isu Agama”, di kantor Aliansi Jurnalistik Independen (AJI), Kota Semarang, Jalan Kertanegara Selatan II/26, Pleburan, Semarang Selatan, Selasa (4/10).

Dalam acara kerja sama antara eLSA dan AJI itu, Tedi menyampaikan, peristiwa kekerasan itu dipengaruhi oleh dua hal. Yakni, pembiaran Negara dan masyarakat di daerah konflik yang belum cerdas. “Ada disharmoni di lingkungan konflik dan juga Negara yang abai menyikapi hal ini,” ujar Tedi di hadapan peserta diskusi.

Sumber: Warta Jateng (5/10)

Baca Juga  Romo Budi: Pastur Wajib Berpolitik, Tapi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *