Tradisi Gebyuran Air Sambut Ramadhan di Kampung Arab

Gebyuran Air di Kampung Bustaman
Gebyuran Air di Kampung Bustaman
[Semarang –elsaonline.com] Tradisi gebyuran air menyambut Bulan Ramadan diperingati di Kampung Bustaman, Kota Semarang. Kawasan yang kerap dikenal kampung arab itu menawarkan sajian yang unik yakni gebyur air dan makan bersama.

Tradisi gebyur bustaman dimulai dengan berdoa bersama oleh tokoh agama setempat. Sebelum pesta dimulai, warga diminta menyiapkan bungkusan air melimpah. Air bisa dibungkus melalui plastik, atau dibawa menggunakan perabotan lainnya.

Setelah doa dibacakan,warga mulai tradisi itu. Saling lempar dimulai. Baik anak muda, lansia maupun remaja bergelimangan air. Kondisi ini berlangsung cukup lama hingga keadaan mereka basah kuyup.

“Semua yang ikut gebyur air ini tidak boleh marah ketika basah. Itu aturannya,” kata sesepuh Kampung Bustaman, Heri Bustaman, Rabu (25/6).

Menurut Hari, tradisi gebyur air mulai ditradisikan sejak tahun lalu. Tiap tahun akan dibalut dengan tema yang berbeda. Para peserta pun tampak sangat antusias. Bahkan, setelah pesta usai, anak-anak dan remaja juga masih usil membawa air.

Salah seorang peserta aksi, Lisa mengaku bangga bisa ikut tradisi air ini. Ini adalah kali pertama gadis muda ini ikut tradisi gebyuran. Sebelumnya, dia tak mengetahui adanya tradisi ini.

“Saya seneng sekali. Tadi nyiapkan air, tapi sudah habis,” bebernya.

Setelah acara usai, para peserta tidak diperkenankan untuk meninggalkan acara sebelum menikmati hidangan yang ada. Warga dan peserta yang hadir minum dan makan hidangan nasi urab dan teh hangat yang telah disediakan secara bersama-sama oleh warga. [elsa-ol/nurdin-@nazaristik]

Baca Juga  Silvi, Waria Pegiat Jam’iyah Yasinan
spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

Politik Penundaan dan Tata Kelola Kebebasan Beragama

Oleh: Tedi Kholiludin Kasus terkatung-katungnya pembangunan Gereja Beth-El Tabernakel (GBT)...

Kepenyintasan Kultural: Peran Komunitas Membentuk Kota

Kota tidak lahir dari rancangan semata, melainkan tumbuh dari...

Pola Lama Mekanisme Sama

Oleh: Tedi Kholiludin Dua peristiwa tak mengenakkan yang berkaitan dengan...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini