Sebab Beda Paham, Penghayat Urip Sejati Diserang

0
185
Heri Mujiono (kanan)

Heri Mujiono (kanan)
Heri Mujiono (kanan)
[Magelang –elsaonline.com] Pada 2009 penghayat kepercayaan Urip Sejati atau dikenal dengan Palang Putih Nusantara di desa Honggoroso kecamatan Borobudur kabupaten Magelang diserang Front Pembela Islam (FPI) setempat.

Kejadian ini bermula dari perdebatan tentang ajaran Urip Sejati dan Islam yang terjadi dalam obrolan ringan antara penganut Urip Sejati dengan rekannya penganut agama Islam yang juga aktif di FPI kabupaten Magelang. Kedua penganut agama yang sama-sama bekerja di pabrik kayu ini di tengah-tengah waktu istirahat berdiskusi tentang konsep ketuhanan. Setelah penganut Urip Sejati menjelaskan ajarannya, rekannya yang memeluk Islam tidak terima hingga terjadi adu mulut. Pemeluk Islam mengancam bahwa dirinya akan mengajak teman-temannya untuk menyerang para pemeluk Urip Sejati.

Ternyata ancaman itu bukan omong kosong, sehari setelahnya pemeluk agama Islam bersama teman-temannya yang tergabung dalam ormas Islam FPI mendatangi desa Honggoroso pada siang hari. Di desa yang mayoritas menganut penghayat kepercayaan Urip Sejati itu FPI Magelang memukuli semua penghayat Urip Sejati yang ia temui.

Kamijan (50), ketua penghayat Urip Sejati menjadi salah satu korban penyerangan ini. “Pak Kamijan itu yang paling parah, kepalanya berdarah, wajahnya luka-luka,” papar Heri (29), pengurus Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK) Magelang.

Bersahabat Pasca Konflik

Penyerangan yang memakan banyak korban luka-luka itu berhasil dihentikan oleh pemerintah setempat. Pasca konflik pemerintah mengundang kedua belah pihak untuk berdialog bersama dan menjalin perdamaian. “Saat itu Bakor Pakem langsung mempertemukan keduanya, terus masing-masing pihak menginginkan damai,” ujar Heri.

Dalam pertemuan itu orang-orang yang menyerang penghayat Urip Sejati meminta maaf kepada para korban dan menyatakan kalau tindakannya didorong oleh perintah dari seseorang yang tidak mau disebutkan namanya. “Orang-orang yang menyerang meminta maaf, katanya serangan itu karena perintah dari seseorang, tapi mereka tidak menyebutkan siapa nama orangnya,” paparnya, menambahkan.

Tak ingin berlarut-larut pemeluk Urip Sejati pun memaafkannya. Kini pasca penyerangan itu hubungan penghayat Urip Sejati dan penghayat lainnya dengan pemeluk Islam sangat baik. “Sejak itu akhirnya sampai sekarang hubungan kita dengan umat Islam aman, bersahabat,” pungkasnya. [elsa-ol/KA-@khoirulanwar_88]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here