AA. Yewangoe: Akui Identitas Warga Papua

[Sentani –elsaonline.com] Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Dr. AA. Yewangoe, meminta pemerintah Indonesia agar mengakui identitas kultural warga Papua. “Akui saja identitas warga Papua. Jelas, mereka itu secara ras berbeda. Mereka berasal dari rumpun Melanesia. Mereka sama saja dengan warga negara Indonesia lainnya,” terang Yewangoe di sela-sela Konferensi Nasional VI Jaringan Antar Iman Indonesia (JAII) di Sentani, Papua, Senin (19/5).

Yewangoe menegaskan bahwa di Indonesia tidak boleh ada yang merasa superior dibandingkan lainnya. “Jawa jangan merasa superior dibanding non Jawa misalnya. Begitu juga sebaliknya. Semuanya sama haknya sebagai warga negara,” terang Yewangoe.

Masalah di Papua, terang laki-laki kelahiran Sumba, 31 Maret 1945 itu sangat kompleks. Dalam soal ekonomi, ada eksploitasi besar-besaran terhadap kekayaan Papua di satu sisi. Tapi di sisi lain, mereka tidak menikmati kekayaan tersebut. “Kekayaan alam di Timika itu dibawa  kemana-mana. Tapi berapa yang ditinggal di Papua?” tanya Yewangoe.

Kata Yewangoe, eksploitasi besar-besaran terhadap Papua juga menyebabkan global injustice, atau ketidakadilan global. Karena apa yang dibawa dari Papua juga dinikmati oleh perusahaan luar negeri. Sementara, peraturan mengenai otonomi khusus ternyata tak berdampak. “Ada banyak dana yang disediakan, tetapi sedikit sekali yang teresap,” tambah Yewangoe.

Di atas semua, Yewangoe menuturkan bahwa itu semua harus dimulai oleh political will dari pemerintah. [elsa-ol/TKh-@tedikholiludin]

Baca Juga  Bakesbangpol Fasilitasi Organisasi Masyarakat Sipil Bentuk Forum Kemitraan Pencegahan Radikalisme di Jawa Tengah
spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

Hadir Tanpa Menetap: Tentang Absence

Belakangan ini saya sedang tertarik menelaah gagasan filsuf asal...

Dari Administrasi hingga Transformasi Organisasi

Memasuki dasawarsa kedua sejak kelahirannya, Yayasan Pemberdayaan Komunitas (YPK)...

GPIB DAN RELASI GEREJA-NEGARA DI INDONESIA

Kajian mengenai relasi gereja dan negara merupakan tema yang...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini