Dulu, Jemaat Katolik Ibadah di Gereja Blenduk

Gereja Blenduk
Gereja Blenduk

[Semarang-elsaonline.com] Letak bangunan Gereja Santo Yusuf Gedangan Semarang tidak jauh dari bangunan Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel, atau sering disebut dengan Gereja Blenduk.

Dengan letak bangunan yang hanya berjarak sekitar 500 meter, di mana Gereja Gedangan berada di Jl. Ronggowarsito 11 Semarang, sedangkan Gereja Blenduk di Jl. Letjend Suprapto 32 Semarang. Keduanya ternyata memiliki kesamaan yang penting untuk sejarah perkembangan gereja yang ada di wilayah Semarang. Kesamaanya, kedua gereja tersebut merupakan gereja tertua di Semarang.

“Gereja Gedangan ini Gereja Katolik tertua yang ada di Semarang, memang lebih tua Gereja Blenduk, makanya Gereja Blenduk sering disebut sebagai Gereja Kristen pertama di Semarang”, kata Andang, Mantan Ketua Pemuda Katolik Kota Semarang ketika elsaonline bersama Komunitas Lintas Agama “Pondok Damai” melakukan kunjungan ke Gereja  Gedangan (5/4).

Senada yang disampaikan oleh Andang, Samudra salah satu pengurus Gereja Gedangan menjelaskan bahwa sebelum Gereja Gedangan ini dibangun, jemaat katolik melakukan ibadah di Gereja Blenduk. Setelah berjalannya waktu, baru kemudian umat katolik mendiringan gereja sendiri, yang letaknya tidak jauh dari Gereja Blenduk yang kemudian gereja ini disebut dengan Gereja Santo Yusuf Gedangan.

“Dulu sebelum Gereja Gedangan ini dibangun, umat katolik melakukan ibadah di Gereja Blenduk, waktunya dijadwalkan, setelah umat Kristen selesai ibadah baru kemudian umat katolik melakukan ibadah”, jelas Samudra. [elsa-ol/wahib-@zainal_mawahib]

Baca Juga  Kasus Sweping Minuman Keras di Solo: Ahli Kuatkan Dakwaan Jaksa
spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

Perlindungan Pembela HAM di Era Digital: Catatan untuk Revisi UU HAM

Oleh: Tedi Kholiludin Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) telah meluncurkan...

Dekolonisasi HAM: Transformasi Kultural dan Mobilisasi Politik

Salah satu kritik terhadap penegakan hukum Hak Asasi Manusia...

Dinamika Dunia Sastra di Indonesia

Secara umum (terminologi), sastra dapat dimaknai sebagai bentuk karya...

Tidak Ada Ruang Publik Gratis dan Demokratis

Oleh: Alfian Ihsan Dosen Sosiologi Universitas Jenderal Soedirman   Apakah Anda selalu...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini