eLSA Report on Religious Freedom XLIII

bulettin edisi 43
Pembaca yang budiman, eRORF kini hadir kembali. Terbitan kali ini masih tetap fokus pada perkembangan kehidupan keberagaman penganut Kepercayaan di Jawa Tengah. Para penganut kepercayaan tampaknya semakin menyadari bahwa negara ini tidak mampu mewadahi semua warga negaranya.

Mereka mengkritisi keberadaan Kementerian Agama yang didominasi oleh umat Islam. Padahal, hakikat dari Kementerian Agama adalah kementerian semua agama. Para penganut kepercayaan mempertanyakan keberadaan Kantor Urusan Agama (KUA) yang berada di tingkat kecamatan yang hanya mengurusi umat Islam. Hal ini ada relevansinya dengan perjuangan mereka selama puluhan tahun. Para penganut kepercayaan sangat berharap mereka bisa diakui oleh negara layaknya enam agama resmi negara lainya.

Keinginan ini, diperkuat dengan survei sederhana terhadap penganut kepercayaan, dimana hasilnya mereka semua ingin diakui atau disamakan haknya oleh negara. Namun, mereka sadar bahwa perjuangan itu membutuhkan waktu panjang dan jalan yang terjal. Sehingga mereka selalu berharap supaya harapanya bisa terwjud di kemudian hari. Selamat membaca!
Download disini

Baca Juga  Eklesia VI
spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

Hadir Tanpa Menetap: Tentang Absence

Belakangan ini saya sedang tertarik menelaah gagasan filsuf asal...

Dari Administrasi hingga Transformasi Organisasi

Memasuki dasawarsa kedua sejak kelahirannya, Yayasan Pemberdayaan Komunitas (YPK)...

GPIB DAN RELASI GEREJA-NEGARA DI INDONESIA

Kajian mengenai relasi gereja dan negara merupakan tema yang...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini