Ganjar “Malu” Atas Percobaan Perusakan Gereja di Purworejo

Ganjar Pranowo. Foto: Abdus Salam
Ganjar Pranowo. Foto: Abdus Salam
[Purworejo –elsaonline.com] Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku malu atas adanya insiden percobaan perusakan terhadap rumah ibadah di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Desa Tlepok, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, bulan Juli lalu. Insiden itu masih teringat betul dalam ingatannya.

“Saya malu ada percobaan perusakan rumah ibadah. Tolong hal yang seperti-seperti itu jangan sampai terulang lagi,” kata Ganjar di depan anggota Polisi Polres Purworejo, Kamis (10/9/2015) lalu.

Ia mengaku malu lantaran Purworejo adalah kampung halamannya sendiri. Ganjar sendiri sejak kecil tinggal hingga tumbuh besar di Kutoarjo, Purworejo yang tidak jauh dari Kecamatan Grabag. Rumah orang tuanya tak jauh dari Stasiun Besar Kutoarjo.
“Jaga wilayah, jangan sampai terulang,” pesannya, kepada para polisi.

Percobaan perusakan Gereja tersebut diketahui dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Orang tersebut dikabarkan berhasil membakar pintu pintu depan gereja, hingga ditangani oleh kepolisian Purworejo dan pihak majelis gereja.

Setidaknya dalam percobaan tersebut ada bau bensin di pintu yang terbakar. Selain itu, ditemukan sepucuk pesan bertuliskan surat provokasi atas insiden yang terjadi di Tolikara.

Pemerintah Jawa Tengah sendiri sebelumnya telah mendeklarasikan sebagai wilayah anti kekerasan umat beragama. Deklarasi dilakukan oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan lembaga pemerintah di kompleks Gubernur Jateng, Juli lalu. [elsa-ol/@nazaristik/003]

Baca Juga  Kaligrafi Itu Seni, Tak Memiliki Agama
spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

Tidak Ada Ruang Publik Gratis dan Demokratis

Oleh: Alfian Ihsan Dosen Sosiologi Universitas Jenderal Soedirman   Apakah Anda selalu...

Hukum Lingkungan Internasional

Angin tidak punya KTP, sehingga kalau pencemaran udara terjadi...

Onderdistrict Tjilimoes

Buku ini berangkat dari pertanyaan sederhana, bagaimana perubahan yang...

Yaumul Quds: Politik Simbol dan Emosi Kolektif dalam Solidaritas Palestina

Oleh: Tedi Kholiludin Jarum jam belum genap menunjuk pukul 14.00...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini