Khawatir Terjadi Ikrar ISIS, Pembesuk Napi Teroris Dijaga Ketat

[Semarang -elsaonline.com] Petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IA Kedungpane Semarang menjaga ketat menyusul kedatangan sejumlah tamu sebanyak 36 orang dari Solo, Jawa Tengah. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak Lapas mendatangkan bantuan pengamanan polisi untuk mengamankan tamu yang hendak membesuk narapidana kasus teroris penghuni tempat tersebut, Selasa (5/6) kemarin.

Kepala Pengamanan Lapas Kedungpane, Maliki, mengatakan pengamanan ini untuk mewaspadai berbagai kemungkinan agar warga binaannya tidak menjadi bagian dari jaringan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS). Dalam pengamanan ini, polisi menerjunkan dua pleton petugas. Satu pleton dari Mapolrestabes Semarang dan satu pleton dari Mapolsek Ngaliyan.

“Kami minta polisi sebagai bentuk pencegahan. Kami minta bantu dari Polrestabes Semarang dan Polsek Ngaliyan untuk menjaga pengamanan,” kata Maliki.

Pihak pengelola Lapas khawatir apabila sejumlah narapidana terorisme yang dibina berjumlah 19 orang menjadi bagian dari ISIS. Pasalnya, kata dia sudah ada 23 orang narapidana terorisme di Lapas Nusakambangan, Cilacap yang telah dibaiat menjadi anggota ISIS.

Sementara itu, menurut Kepala Polrestabes Semarang Komisaris Besar, Djihartono, persinggungan antara narapidana terorisme dengan para pembesuk bisa dimungkinkan terjadi ikrar.

“Kami telah antisipasi, jangan sampai ada ikrar mendukung ISIS di Kota Semarang ini. Pemerintah juga sudah menyatakan kalau ISIS dilarang di Indonesia. Kalau ada ikrar, akan kami hentikan,” ujar Djihartono di Lapas Semarang, kemarin.

Dalam pengamana tersebut, polisi pun melakukan pemeriksaan secara ketat barang bawaan seluruh pembesuk agar jangan sampai terjadi kecolongan. Selain makanan mereka tidak diperkenankan untuk dibawa masuk. “Sebanyak 36 orang pembesuk narapidana terorisme sudah meninggalkan lapas pada pukul 12.00 WIB, tepat saat jam berkunjung selesai,” ujar Kepala Pengamanan Lapas Kedungpane, Maliki.

Baca Juga  Leuven, Belgia: Keragaman Etnik dan Budaya

Salah seorang pembesuk yang enggan disebutkan namanya mengaku heran dengan penjagaan ketat oleh petugas di Lapas. Menurut dia, kedatangannya bersama rombongan dari Solo ke lapas murni karena untuk membesuk dan bersilaturahim.

“Kami silaturahim saja. Saya heran kok bisa dijaga seketat ini. Ini untuk apa? Soal ISIS, secara khilafah kami mendukung, tapi sama sekali kami bukan ISIS, kami beda pemikiran,” ujar dia. [elsa-ol/Wahib-@zainal_mawahib]

spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

Tidak Ada Ruang Publik Gratis dan Demokratis

Oleh: Alfian Ihsan Dosen Sosiologi Universitas Jenderal Soedirman   Apakah Anda selalu...

Hukum Lingkungan Internasional

Angin tidak punya KTP, sehingga kalau pencemaran udara terjadi...

Onderdistrict Tjilimoes

Buku ini berangkat dari pertanyaan sederhana, bagaimana perubahan yang...

Yaumul Quds: Politik Simbol dan Emosi Kolektif dalam Solidaritas Palestina

Oleh: Tedi Kholiludin Jarum jam belum genap menunjuk pukul 14.00...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini